Selasa, 10 Juli 2018

Ternyata ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Jarang Melihat Bangkai Kucing


TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah kamu pernah mendengar kucing memiliki banyak nyawa?
Ada yang bilang memiliki tujuh, ada pula yang memiliki sembilan nyawa.

Manakah yang benar?
Percayakah kamu akan hal ini?
Dikutip Grid.ID dari TribunSolo.com, kucing merupakan binatang yang dianggap suci.
Pada zaman Mesir kuno, kucing dipercaya sebagai makhluk hidup yang istimewa karena dianggap memiliki kemampuan fisik dan supranatural.
Karena kemampuan yang dimilikinya itu, banyak yang menganggap bahwa kucing memiliki banyak nyawa.
Pada kenyataannya, kita memang sering melihat kucing yang selalu selamat dari berbagai kejadian.
Seperti ditabrak kendaraan hingga jatuh dari atas ketinggian.
Lebih mudahnya, dalam video rangkuman yang dibuat oleh Sains Bro melalui YouTube diketahui bahwa kucing memiliki sistem keseimbangan yang baik.

Binatang yang mudah dekat dengan manusia ini bisa memposisikan dirinya saat ia jatuh.
Ia dapat dengan mudah menyesuaikan posisi kaki yang akan menapak terlebih dulu ke tanah.
Seorang peneliti bernama Etienne Jules Marey pernah melakukan pengamatan pada proses saat kucing terjatuh.
Jika seekor kucing atau binatang mamalia lainnya jatuh dalam posisi terbalik maka ia mampu dengan segera untuk memposisikan kakinya di bawah.
Saat hampir menyentuh tanah, kaki kucing akan meregang.
Hingga saat menyentuh tanah, kaki kucing ditekuk yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan saat jatuh.
Nah, perlu diketahui pula, kecepatan jatuh kucing berbeda dengan kecepatan jatuh manusia.
Jika manusia memiliki kecepatan jatuh rata-rata 200 km per jam maka kucing memiliki kecepatan jatuh rata-rata 100 km per jam.
Kaki kucing yang panjang dan berotot juga memiliki sifat pegas yang siap untuk menahan dirinya saat jatuh dari ketinggian.
Sementara itu menurut survei netizen yang dibuat oleh Mirror.co.uk dengan pertanyaan "Apakah Anda pikir kucing memiliki banyak nyawa?", berikut hasilnya.
Sebanyak 16 persen menyetujui bahwa kucing memiliki sembilan nyawa.
Lalu sebanyak 17 persen menganggap kucing adalah peloncat ulung.
Sementara itu sisanya, yakni 67 persen menilai kucing mungkin tidak memiliki sembilan nyawa namun kucing memiliki indera keenam yang bisa membantu mereka bertahan hidup.
Terlepas dari mitos kucing yang memiliki 9 nyawa, pernahkah kamu melihat bangkai kucing yang meninggal secara wajar?.
Sadarkah kamu selama ini tidak pernah menemukan bangkai kucing kecuali bila kucing itu mati tertabrak atau kucing peliharaan di dalam rumah?
Ternyata, hal ini disebabkan karena kucing punya kebiasaan bersembunyi menjelang kematiannya.
Hal ini seperti dikutip Grid.ID dari Intisari Online.
Kucing akan mencari tempat yang jauh dari keramaian dan agak tertutup.
Hal ini tidak hanya berlaku untuk kucing liar, tapi juga kucing yang dipelihara di rumah.
Sebab keluarga kucing besar seperti harimau, macan tutul, dan cheetah juga punya kebiasaan yang sama.
Kucing liar biasanya mencari tempat di balik semak-semak, di dalam got kering, atau celah-celah sempit lainnya.
Sementara kucing yang dipelihara di dalam rumah akan mencari sudut-sudut rumah yang jarang didatangi orang seperti sudut gudang, kolong tempat tidur, kolong kursi, bahkan kadang-kadang ia bersembunyi di dalam lemari.
Mengapa kucing melakukan itu? Sampai saat ini belum diketahui alasannya.
Baru ada beberapa kemungkinan yang disimpulkan beberapa pecinta kucing.
1. Mungkin kucing punya naluri untuk pergi jauh dari tempat keramaian meskipun ia tidak tahu bahwa dia akan segera mati.
2. Mungkin sebelum mati kucing ingin sendirian, tidak terganggu apa pun.
3. Mungkin kucing itu tak mau ada orang yang merasa sedih melihat binatang itu menjemput ajalnya. Apalagi kalau itu binatang kasayangan.
4. Bila itu kucing liar, mungkin binatang itu takut ada musuh yang menyerangnya. Karena musuh suka menyerang binatang yang lemah. Sementara kucing yang sakit atau tua terlihat lemah.
Nah, itulah beberapa kemungkinannya.
Posting Komentar