Selasa, 17 Maret 2020

Hastag #SAYABERSAMAPRESIDEN...!!

Entah kutukan..., atau memang sudah sifat.., saya benar-benar tak tahu. Iri dan dendam selalu hadir.
Image
Ketika saudara kita tersandung dan hampir jatuh..., bukan bagaimana kita datang dengan tangan terulur untuk menarik..., namun justru tangan mendorong dengan harapan mereka terjatuh semakin keras.

Bila perlu..., jangan pernah dapat bangun kembali..!! 
Bahkan ketika diluar sana semua bangsa terlihat sedang merapatkan barisan...,.dan mereka bergandeng tangan bersama dalam rasa kekeluargaan demi musuh bersama yakni Covid-19..., kita justru sibuk saling pasang jebakan. 
Kita omong A berharap B. Kita ingin siapa yang tak kita sukai jatuh dan kita bersorak senang atas kejatuhannya.

Kita lebih tertarik dan bicara politik daripada khawatir terhadap musuh yang sudah datang mendekat. 
Kita lebih tertarik memihak si A atau si B daripada bersinergi demi keselamatan negara ini.

Kita masih sibuk bagaimana berebut kekuasaan dan uang padahal ancaman yang sangat mengerikan jelas sudah ada didepan kita.

Seharusnya justru kita bersatu. 
Itulah yang kini kita alami...,semua sedang sibuk memasang jebakan. Sibuk berharap ada yang terjebak dan jatuh lalu kita bertepuk tangan. Kita bersorak gembira.

Gubernur DKI yang entah karena fenomenal kata-kata yang mampu dia susun, telah dijadikan figur anti presiden. 
Orang-orang yang tak suka dengan presiden seolah punya batu pijakan bagi kritik tak berkesudahan dengan selalu membangun presiden payah dan Abas adalah is the best. 
Dalam hal dimana seharusnya kita bersatu sebagai bangsa dalam kemanusiaan ini, justru momen salah langkah presiden ditunggu dan bila perlu dijerumuskan.

Kubu sebelah bilang, Abas lebih baik dari Jokowi dalam meresponse virus corona.Image
Padahal logika pasti dapat menangkap beda antara gubernur dengan presiden.

Mereka selalu bilang bahwa Abas sangat mementingkan rakyatnya. Itu sebabnya keterbukaan Abas dijadikan ukuran bahwa dia lebih care, lebih sigap dibanding Jokowi. 
Abas lebih jujur. Katanya.

Kalau keterbukaan seperti Abas digaungkan, apakah otomatis mengurangi penyebaran virus corona seperti yang dia mau? Kan ga ada..!!Image
Sejak awal, Abas sibuk mengatakan Jakarta genting, genting...., lantas apakah diikuti dengan usaha mendirikan RS darurat khusus corona? kan engga juga..!!

Dia larang orang berkumpul di tempat ramai dan menutup tempat keramaian seperti Monas dan Ancol. 
Tetapi tempat ibadah tidak ditutup, demo tidak dilarang, kan aneh...!!

Ditempat seperti itulah setiap hari terjadi keramaian. Dapat dikatakan dia hanya omong doang..ga beda dengan riuhnya medsos.

Apalagi pembatasan transportasi justru diterapkan.Image
Pasti terjadi penumpukan orang.., pasti muncul antrian...!! Penumpukan adalah paksaan bagi berkumpulnya banyak orang dalam satu wilayah.

Gendheng apa bener-bener, ga ngerti.., jadi sulit membedakannya.

Pejabat publik, pejabat pemerintah, dan bersama masyarakat harusnya bersatu. 
Beri kesempatan negara berpikir. Lha negara kan masih ada presidennya, koq semua bikin panggung?

Lockdown....! lockdown...!! seolah tak ada kata lebih fantastis hari ini selain lockdown. Semua berbicara, semua menganjurkan, semua sibuk menjadi yang paling mengerti.Image
Percayakan kepada presiden. Kita masih memiliki pemimpin sah hasil demokrasi yang telah kita sepakati. Biarkan dia memimpin dan mencarikan cara paling pas bagi bangsa ini.

Jangan justru mendorong presiden untuk kejeblos dan kemudian mencuri kesempatan dalam kesempitan.Image
Sekali-sekali, lepaskan dari politik perebutan kekuasaan. Mari kita bicara kemanusiaan. Akan ada akibat luar biasa bila benar wabah ini meluas tanpa kita bersatu.

Diluar sana ada banyak tangan-tangan yang siap menghajar dan membakar Indonesia bila kita tak bersatu. 
Disana mulut serakah menunggu momen itu.

Cukuplah musuh kita saat ini adalah corona.., tak perlu mencari musuh yang lain apalagi saudara sendiri.

Mari kita teriakkan saya bersama presiden agar dia tegak menjalani tugasnya. 
Kita buat keadaan sulit ini justru menjadi titik awal bagi kerukunan dan kebersamaan kita.

#SAYABERSAMAPRESIDEN...!!
Sumber : Twitter