Kamis, 08 Maret 2018

WALI PAIDI X

Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, Wali Paidi pamit pulang, sebenarnya uang Wali Paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yang bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yang begitu menghebohkan. mas kiai mursyid yang tahu kalau Wali Paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali Wali Paidi pamit padanya

WALI PAIDI IX

Wali Paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yang kebetulan buka toko pakaiandistro…..

WALI PAIDI VIII

Wali Paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, Wali Paidi pingin menghindari orang2 yang mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yang memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yang terang2an menggangilnya sang wali

WALI PAIDI VII

setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yang dialaminya..

Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yang juga mondok disitu dengan berkata :

“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”

“ lho..yai sudah menunggu tho...” jawab simurid

“ iya kang...tadi kira-kira 1/5 jam yang lalu aku disuruh mas yai

WALI PAIDI VI

Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara Wali Paidi yang menghisap rokoknya,  “monggo kopine kang, dan ini rokoknya “Wali Paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya

“iya terimakasih...” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya

WALI PAIDI V

Sesampainya dirumah sehabis dari gunung arjuna, Wali Paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi Wali Paidi pergi kepasar berjualan minyak wangi, orang2 dipasar dan dirumahnya biasa memangilnya kang paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang Wali Paidi ini menutup tokonya dan pulang,

WALI PAIDI IV

..keringat yang berbau kemenyan keluar dari pori2para prajurit raja jin yakni raja ismoyo, suasana tegang masih sangat terasa, saking tegangnya ada perajurit yang terkencing2 di celana. Hehehe

" tuan wali, buat apakah korek tsb kalau hamba boleh tahu " tanya raja ismoyo

" buat menyalakan ini dan membuat ini " jawab Wali Paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya

WALI PAIDI III

Setelah beberapa hari di indonesia Wali Paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia...
Wali Paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna. Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawahnya.

WALI PAIDI II

Sehabis dari pertemuan dimakkah, Wali Paidi kembali lagi keindonesia, Wali Paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari india, naseer khan yaitu ilmu melipat bumi, teman Wali Paidi ini memang terkenal sakti,