Sabtu, 29 Maret 2014

MUTIARA KATA KH. MUSTHOFA BISRI (GUS MUS)

Ahmad Mustofa Bisri, begitulah nama asli beliau. Ulama sekaligus budayawan asli rembang yang akrab dipanggil Gus Mus ini banyak menghasilkan berbagai karya,

dari mulai buku, cerpen, puisi, lukisan dan lain sebagainya.
Kata kata beliau juga banyak digandrungi oleh berbagai kalangan, bukan saja karena kedalaman ilmunya, tapi juga karena keramahan dan kerendahan hatinya. Dan berikut ini adalah beberapa kata kata bijak nasihat penuh dengan nuansa islam yang diungkapkan oleh Gus Mus.

Jangan kerdilkan dirimu dengan TAKABUR; Jangan sempitkan dadamu dengan DENGKI; Dan jangan keruhkan pikiranmu dengan AMARAH.

Gus Mus mengutip perkataan Syeikh Nawawi Banten (1814-1897 M): “Semua perintah Allah bisa dikembalikan kepada dua hal: MengagungkanNya dan menyayangi makhlukNya.”

Banyak amalan yang di mata manusia terlihat sebagai amalan ahli sorga, di ‘mata’ Allah justru merupakan amalan ahli neraka. Demikian sebaliknya. Karena Hati menentukan.

Gus Mus mengutip hadits Nabi, “Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.”

Perdebatan dua pihak yang berbeda pandangan dan sekaligus berbeda ‘bahasa’, hanya akan berakhir saling ejek. Itukah tujuannya?

TAWAKKAL mengiringi UPAYA. DOA menyertai USAHA. “BERKATA BAIK ATAU DIAM” adalah pesan Nabi yg sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.

Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu!

Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah sesuatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.

Jangan awali harimu dengan melaknati langit! Jagalah mulutmu; jangan sampai meludahi mukamu!

Gus Mus mengutip perkataan Quraish Shihab, “Jika seorang lelaki tidak menemukan perempuan yang dia cintai, dia akan mencintai perempuan yang dia temukan.”

Orang yang mampu berbicara baik, mampu diam dengan baik.

Apa pun yg engkau hadapi dalam kehidupan ini, jangan pernah putus harapan dari rahmat Allah; karena rahmatNya meliputi segala.

Nahi mungkar tidak boleh dengan cara mungkar!!!

Kalau engkau ingin menyiksa orang pandai, kumpulkanlah dia dengan orang tolol.

Hilangkanlah kedengkian dan kebencian dari hatimu dan rasakanlah betapa lapangnya dadamu.

Madzhab itu jalan. Menuju kemana pun, kita perlu jalan.

Kalau kau memohon kepadaNya, kau ingin IA memberimu sesuai KEHENDAKMU? Mohonlah, IA pasti memberimu.Tapi IA memberimu sesuai KEHENDAKNYA.  Bukankah kalau ada yang meminta kepadamu, kau memberinya sesuai KEHENDAKMU, atau bahkan kadang-kadang kau tidak memberinya sama sekali; Mengapa...?

Hati-hati bila kau mulai rabun, atau bahkan sama sekali tdk mampu melihat cela-cela mu sendiri. Priksa dirimu. Berhentilah mencari-cari cela orang lain!

Kalau tak bisa tersenyum, setidaknya janganlah cemberut. Jagalah keindahan wajahmu.

Kalau sedang dicoba sakit, ringankanlah dengan mengingat dan merenungkan betapa lama kita dianugerahi kesehatan dan kebugaran.

Imam Malik —rahimahullah— pernah ditanya 48 masalah, 32 di antaranya beliau jawab: “Tidak tahu.”

Tukar pikiran, manfaat; Tukar cacian, maksiat.

Berdebat mengenai kedalaman sungai; si jangkung bersikeras mengatakan dangkal, sebaliknya si cebol bersikeras mengatakan dalam. Bila masing-masing tetap menggunakan ukuran dirinya, tidak menggunakan meteran, sampai kapan pun perdebatan mereka tak akan selesai. Dan sia-sia.

http://www.berkata.com/2012/07/kata-bijak-mustofa-bisri.html
Posting Komentar