Sabtu, 16 Februari 2013

YANG LALU BIARLAH BERLALU


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

           
Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam `ruang` penglupa`an, diikat dengan tali yang kuat dalam `penjara` pengacuhan selamanya. Yang demikian, karna masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karna ia memang sudah tidak ada.
           
Jangan hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai kehulu, matahari ketempatnya terbit, seorang bayi keperut ibunya, air susu kepayudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi atasnya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
           
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Quran, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan,Allah selalu mengatakan, ``itu adalah umat yang lalu.`` Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
            Orang yang berusaha kembali kemasa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
           
Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikin itu mustahil pada asalnya.
           
Orang yang berpikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan, dan segala sesuatu bergerak maju kedepan. Maka itu, jangan pernah melawan sunah kehidupan.

 **> Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati.
                                Jangan dipikirkan yang telah lalu, karna telah pergi dan selesai <**
Posting Komentar