Kamis, 07 Februari 2013

USAHA KERAJINAN BAMBU

kerajinan bambuMelimpahnya persediaan pohon bambu di Indonesia ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya.

Meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Sehingga tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara.

Konsumen
Target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga yang biasanya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari peralatan dan perlengkapan rumah, masyarakat umum yang tertarik dengan hiasan unik dari bambu (seperti pigura, miniatur rumah bambu, dll), serta hotel, restoran atau cafe-cafe yang membutuhkan furnitur serba bambu untuk mempercantik penampilan tempat usahanya. 

Info Bisnis
Saat ini para pengrajin bambu tidak hanya memproduksi aneka kerajinan untuk penghias ruangan saja, mereka mulai menciptakan inovasi baru kerajinan bambu yang lebih fungsional. Sebut saja kelompok usaha kerajinan Gapura Agung di Blitar, Jawa Timur yang mulai menciptakan satu set alat makan dari bambu (terdiri dari nampan bambu, gelas bambu, serta mangkok dan sendok dari tempurung kelapa). Selain itu ada juga Jatnika dari Cibinong, Bogor yang telah sukses melanglang buana berkat saung dan rumah bambu ciptaannya, bahkan sekarang ini Jatnika telah kebanjiran pesanan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Jeddah, serta Arab Saudi. Sangat menjanjikan bukan?
Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis kerajinan dari bambu, berikut ini kami informasikan cara sederhana yang bisa Anda praktekan langsung untuk membuat kerajinan bambu berupa lampu hias.

 

Cara membuat kerajinan lampu hias dari bambu

Bahan:
- Bambu berdiameter 10 cm
- Lampu 5 watt
- Kabel secukupnya
- Cat atau pelitur
- Cat poxy clear
- Semen
- Amplas.

Cara membuat :
  1. Pertama-tama pilihlah bambu yang cukup kering, dengan diameter sekitar 10 cm. Kemudian potong bambu tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
  2. Untuk menghaluskan permukaan bambu, amplas seluruh permukaannya dan tambahkan cat atau plitur agar permukaan bambu tersebut menjadi halus dan mengkilap. Tunggu sampai cairan plitur atau cat benar-benar kering.
  3. Langkah ketiga yaitu memilih salah satu ruas yang akan dijadikan dudukan lampu hias, pastikan ruas dudukan tetap utuh sedangkan ruas lainnya digergaji sebagian.
  4. Bila ruas atas bambu sudah digergaji, maka lakukan pengamplasan agar terlihat rapi dan bersih dari serbuk bambu.
  5. Tambahkan lubang di bagian tengah bambu untuk kabel.
  6. Untuk membuat dudukan, gunakan semen dan dicetak menggunakan ember kecil dengan ketebalan semen antara 7-10 cm.
  7. Untuk menambah kecantikan lampu hias, anda bisa menambahkan ukiran-ukiran pada bambu. Setelah semuanya jadi, lakukan pengecatan ulang menggunakan cat poxy clear agar bambu semakin mengkilap.
  8. Terakhir, lengkapi dengan kabel dan lampu. Kerajinan lampu hias dari bambu siap dipasarkan.

Kelebihan Bisnis
Disamping permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar, menjalankan peluang bisnis kerajinan bambu terbilang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Melimpahnya potensi bambu di alam Indonesia secara tidak langsung memberikan keuntungan besar bagi para pengrajin, sebab harga jual bambu di pasaran masih sangat rendah, bahkan saat ini sebagian pengrajin ada yang sudah membudidayakan bambu di pekarangan rumahnya. Sehingga bisa dipastikan modal usaha yang dibutuhkan juga bisa ditekan.

Keuntungan yang kedua, memproduksi aneka kerajinan bambu termasuk salah satu peluang bisnis yang ramah lingkungan. Limbah bambu yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar sehingga tidak memicu adanya global warming. Hal ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin, sebab maraknya himbauan anti global warming di lingkungan masyarakat dunia secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat para konsumen. Kini mereka lebih tertarik menggunakan produk-produk yang tentunya ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi alam.

lampu hiasKekurangan Bisnis
Kendala bisnis yang sampai saat ini masih dihadapi para pengrajin bambu yaitu sulitnya mendapatkan bambu yang kualitasnya benar-benar  bagus, baik dari segi ukuran maupun dari jenis bambu yang dibutuhkan. Selain itu, para pengrajin juga masih kesulitan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau serangan rayap yang bisa merusak produk kerajinan bambu (biasanya hama dan penyakit tersebut menyerang bambu yang usianya sudah cukup lama). Karena itulah, dibutuhkan kerajasama dengan pemasok bambu agar persediaan bahan baku Anda bisa selalu terjaga. Sedangkan untuk mencegah hama dan penyakit pada kerajinan bambu, Anda bisa mencantumkan cara perawatan dan pemeliharaannya pada setiap produk kerajinan yang Anda jual. Jadi, konsumen tidak perlu ragu lagi untuk membeli produk-produk yang Anda tawarkan.

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk kerajinan bambu, Anda bisa memanfaatkan teknologi internet guna menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Melalui blog, website, atau situs jejaring sosial, Anda bisa menginformasikan produk-produk buatan Anda kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Melalui jaringan internet, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi batas pemasaran produk Anda. Masalah jarak dan waktu bisa terbantu dengan adanya pemasaran secara online yang semakin memudahkan Anda untuk menjangkau konsumen selama 24 jam non-stop di berbagai belahan benua.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu menciptakan diferensiasi produk untuk memenangkan persaingan pasar. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk Anda atau menciptakan inovasi desain produk yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, produk Anda memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor Anda, sehingga pintu peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar. 

Kunci sukses
Adanya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah karya menjadi kunci kesuksesan bagi Anda untuk menjalankan usaha kerajinan bambu. Semakin kreatif  ide yang Anda ciptakan dan semakin inovatif produk yang Anda hasilkan akan memperbesar peluang bagi bisnis Anda untuk menuju pintu kesuksesan. Jadi, hindari pembuatan produk yang monoton (itu-itu saja) dan kembangkan ide segar Anda untuk mendatangkan omset yang lebih besar.

Analisa Ekonomi

Modal utama
Mesin potong  bambu                        Rp 12.000.000,00
Amplas mesin                               Rp  1.600.000,00
Kompresor kecil                            Rp    800.000,00
Pain air brush                             Rp    300.000,00 +
Total                                      Rp 14.700.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah 5 tahun pemakaian :
= 1/60 x Rp 14.700.000,00    =             Rp 245.000,00/bulan

Biaya operasional per bulan
Sewa tempat
(Rp 15.000.000,00 : 12 bulan)              Rp  1.250.000,00
Bahan baku (bambu, pernis, cat, lampu, dll)Rp 12.500.000,00
Gaji tenaga kerja(Rp 750.000,00 x 2 orang) Rp  1.500.000,00
Biaya listrik                              Rp    500.000,00
Biaya transportasi                         Rp    750.000,00
Biaya promosi                              Rp    500.000,00
Biaya penyusutan mesin                     Rp    245.000,00 +
Total                                      Rp 17.245.000,00

Omset per bulan
Penjualan produk per bulan :
Alat makan : Rp 25.000,00 x 200 set        Rp  5.000.000,00
Lampu hias tempel : Rp 40.000,00 x 100     Rp  4.000.000,00
Lampu hias gantung : Rp 80.000,00 x 100    Rp  8.000.000,00
Pigura bambu Rp 15.000,00 x 150            Rp  1.500.000,00
Miniatur rumah bambu Rp 50.000,00 x 50     Rp  2.500.000,00 +
Total                                      Rp 21.000.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 21.000.000,00 -  Rp 17.245.000,00       Rp 3.755.000,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)    =  4 bulan
 
Nah, setelah membahas bersama peluang usaha kerajinan bambu Indonesia diminati pasar dunia ini, kini saatnya kita melangkah untuk mengikuti kesuksesan Jatnika dari Cibinong, Bogor serta kelompok usaha Gapura Agung, di Blitar, Jawa Timur dalam menjalankan bisnis kerajinan berbahan dasar bambu. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi salah satu ide bisnis bagi para pemula yang tertarik menekuni usaha yang ramah lingkungan. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Salam sukses !!!

Sumber: serambiusaha.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk menambah silaturahim.