Sabtu, 16 Februari 2013

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri


( Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan “ datangnya”) QS. An-Nahi: i
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda ingin mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum waktunya masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan tidak dapat diraba, belum berwujud,
dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan- kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan merencanakan bencana-bencana yang bakal ada didalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kitaitu akan berwujud kesenangan ayau kesedihan?
Yang jelas esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun kebumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyebrangi sebuah jembatansebelum sampai diatasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan pada pikiran untk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk THULUL AMAL        ( angan-angan yang terlalu jauh) Secara nalar, tindakan itupun tak masuk akal, karna sama saja dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironisnya, kebanyakan manusia didunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, masa depan yang suram, ekonomi yang kabarnya akan melanda mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagain dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”
(Setan menjanjikan “menakut-nakuti” kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan “kikir” sedang Allah nenjanjikan untukmu ampunan dari padanya) QS Al-Baqoroh: 268.
Mereka yang mengais sedih menatap masa depan adalah yang menyangka dri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun. Padahal, orang yang sadar bahwa hidupnya berada di`genggaman yang lain` tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tau kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak terwujd.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah pula menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karna itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

{{ Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika anda melakukan terbaik dihari ini maka hari esok juga akan baik}}
Posting Komentar