Rabu, 29 Mei 2013

Ini Dampak Buruk Anak-Anak Sering Menyanyikan Lagu Dewasa

KBRN, Jakarta: Sulitnya menjumpai lagu-lagu khusus anak-anak, menjadi keprihatinan bersama.  Psikolog yang juga mantan model, penyanyi, Tika Bisono, mengaku prihatin dengan kian banyak anak-anak Indonesia, yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa.

Anak-anak dipaksa untuk menjadi orang dewasa. Dengan mencerna lagu-lagu orang dewasa, kemudian dibantu dengan visualisasi melalui adegan yang ditayangkan televisi membuat anak-anak Indonesia harus menanggung beban yang dirasakan oleh orang dewasa.

Dampaknya adalah seperti yang marak terjadi misal perbuatan asusila, lari dari rumah, umapatan atau kata-kata yang tidak layak disampaikan oleh anak-anak. “Sudah banyak tuh dimedia isu sosial entah melakukan pelecehan seksual ke adik kelasnya, kabur dari rumah, bunuh diri. Mereka terbebani dengan hal-hal orang dewasa. Mereka cepat tua. Itu masuk ke maind set dia. Kalau kata-kata erotisme, kemudian  diklopkan saat nonton tv. Ini sebagian dampak anak menyanyikan lagu dewasa,” kata Tika Bisono, dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Senin (27/5/2013).

Melihat kondisi tersebut, tidak lantas membuat Tika berdiam diri sambil terus mengumpat. Dengan kegeraman tinggi, ia bertekad untuk meramakan industry musik Indonesia dengan lagu anak. Ia berdiskusi dengan berbagai pihak dan musisi hingga akhirnya lahirlah  Ajang Cipta Lagu Anak (Acila) tahun 2010.

Acila pertama dianggap sukses besar. Banyak karya yang lahir  dari Acila mendapat apresiasi dari banyak pihak. Lagu-lagu yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak namun tetap berpegang pada lima nilai dasar yakni kasih sayang, saling menghargai, tolong menolong, persatuan dan perdamaian.

“Kita sendiri berkonsultasi dengan teman-teman label karena tipe musik yang diterapkan harus  sesuai dengan telinga anak-anak zaman sekarang,” tegasnya. Ia berharap, lagu-lagu anak yang sempat booming di Indonesia, kembali lagi menemukan kejayaanya.
Posting Komentar