Selasa, 08 Januari 2013

Kopi Teki


husamah.blogspot.com
Bagi para petani tanaman ini dianggap sebagai gulma (tanaman penggangu) yang sulit sekali diberantas terutama pada saat petani mulai musim tanam. Sudah perlakuan yang dilakukan untuk menghilangkan tanaman ini tapi belum ada cara yang tepat untuk mengatasinya. Tanaman ini adalah rumput teki (Cyperus rotundus . L).


Tetapi rumput teki tidak selamanya dianggap sebagai tanaman pengganggu karena ternyata rumput teki dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan makanan (emping teki). Sekitar tahun 1996 saya pernah berkenalan dengan seorang bapak yang juga memanfaatkan rumput teki ini sebagai bahan baku minuman. Nama bapak tersebut adalah Pak Heri dan tinggal di Kota Purwokerto.

Betapa kagetnya saya setelah mengetahui sajian minuman yang disediakan kepada saya adalah kopi teki. Minuman kopi teki ini mempunyai rasa yang berbeda dengan berbagai jenis kopi lainnya. Setelah meminum kopi teki tersebut, badan saya terasa segar dan vitalitas semakin meningkat. Uniknya setiap minum kopi teki tersebut pada malam hari, saya merasakan rasa kantuk yang luar biasa tetapi pagi harinya badan terasa berbeda yaitu segar, bergairah dan tidak mudah capek walaupun beraktifitas sseharian.

Saya sempat menanyakan kepada Pak Heri mengenai dasar pemikiran Pak Heri memanfaatkan tanaman teki untuk dijadikan minuman kopi. Menurut beliau, kalau kita sering memperhatikan seekor kucing mengalami muntah-muntah maka kucing tersebut akan mencari dan memakan daun rumput teki. Disamping itu akar teki seperti serabut dapat masuk ke dalam dan membelah batu besar sekalipun. Jadi kesimpulan Pak Heri adalah tanaman teki ini bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat terutama untuk mengobati batu ginjal, keputihan, meluruhkan feses, mem­per­cepat pembekuan darah pada luka baru dan lain-lain.

Bagian tanaman teki yang dipakai untuk pengolahan kopi teki tersebut adalah bagian umbinya. Memang tidak semua umbi teki mempunyai ukuran yang besar seperti biji kelereng kecuali di daerah sukatani, Cikarang dimana saya pernah menemukan umbi teki yang berukuran besar.
emping teki (nunings.multiply.com/journal/item/15)
Dalam pembuatan kopi teki, tidak 100 persen menggunakan umbi teki tetapi tetap dicampur dengan bahan-bahan yang lain yaitu kopi (perbandingan 1 kg kopi dengan 5 kg umbi teki), bubuk jagung, cengkeh (sedikit sekali), kayu manis dan bubuk jahe (bila diperlukan). Perlu diketahui umbi teki yang diolah mempunyai bau langu sehingga untuk menghilangkan bau tersebut digunakan kopi. Sedangkan bubuk jagung dipakai sebagai penambah rasa gurih, cengkeh dan kayu manis dipakai sebagai penambah aroma wangi.

Cara pengolahannya sebagai berikut:
1. Umbi teki yang telah dibersihkan dari kotoran dan daunnya disangrai sampai umbinya berwarna hitam.
2. Umbi teki yang telah berwarna hitam tersebut ditumbuh atau digiling menjadi tbubuk teki halus.
3. Bubuk teki dicampur dengan bubuk kopi, bubuk jagung, bubuk cengkeh dan bubuk kayu manis. Pencampuran ini bisa dilakukan secara manual atau dengan penggunakan mixer sederhana sampai merata.
4. Barulah diperoleh bubuk kopi teki dengan aroma yang lain daripada yang lain.

Kopi teki ini bisa disediakan sebagai minuman keluarga, tamu dan kesehatan. Khusus kesehatan, sebaiknya kopi teki diminum 2 kali sehari yaitu pagi dan menjelang tidur.

Perlu diketahui, ternyata umbi teki ini mempunyai khasiat yang hampir menyerupai tanaman ginseng dari Korea. Maka itu umbi teki sering disebut sebagai ginseng-nya orang Jawa. Ada seorang Kyai yang pernah bercerita kepada saya mengenai manfaat teki ini. Sang kyai kelihatan sehat, segar dan awet muda karena dari mudanya seringkali makan umbi teki secara langsung. Menurutnya umbi teki yang dimakannya bisa membantu dirinya menahan lapar sampai maghrib.

Apakah benar ? Silahkan mencoba kopi teki ini atau kalau menemukan tanaman teki maka bisa memakan langsung umbinya untuk membuktikan kebenarannya. Terus terang saya sudah pernah mencoba dan merasakan khasiat. Selain itu kita bisa memanfaatkan dan membantu petani mengatasi tanaman gulma ini. Daripada dibuang percuma sebaiknya dimanfaatkan. Ternyata benar, semua ciptaan Allah SWT memberikan manfaat yang luar biasa bagi makhluk di bumi ini.

sumber: http://ruddabby.wordpress.com/2010/08/07/kopi-teki/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk menambah silaturahim.