Minggu, 02 Februari 2014

Tragedi "Valentine" Berdarah

Ada yang lucu pada perayaan Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Biasanya, sebuah perayaan di jadikan momentum untuk mengingat dan mengenang sebuah peristiwa yang penting. Seperti perayaan 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.
Setiap orang pasti sepakat bahwa 17 Agustus adalah saat Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semua orang mengerti sejarahnya mengapa upacara peringatan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Namun perayaan hari valentine pada tanggal 14 Februari ini sangat tidak jelas sejarahnya. Bukan hanya sejarahnya yang tidak jelas, bahkan apa yang di peringati dan apa yang di kenang pun tidak jelas. Yang ada hanyalah cerita dari mulut ke mulut yang sudah sangat terkenal, namun tidak valid dan tidak akurat.


Setidaknya ada dua versi cerita tentang sejarah valentine day yang sangat terkenal. Yang pertama berkisah tentang seorang santo (orang yang di sucikan dalam agama katolik) yang hidup pada masa Kaisar Romawi Claudius II. Santo itu bernama Valentinus. Konon katanya, Santo Valentinus adalah satu-satunya orang pada zaman itu yang berani mengatakan di depan Kaisar bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan. Sikap tersebut kemudian menjadikan Kaisar marah dan menjebloskannya di dalam penjara. Orang-orang yang simpati dengan ketegarannya itu diam-diam mengiriminya surat di dalam bui tempat ia di penjara.

Versi kedua masih berkisah tentang Santo Valentinus versus Kaisar Claudius II. Tapi ceritanya berbeda. Dalam versi ini di kisahkan bahwa Kaisar Claudius II mengeluarkan sebuah maklumat yang berisi larangan bagi para pemuda yang tergabung dalam tentaranya untuk menikah. Karena menurutnya tentara yang belum menikah lebih kuat dan lebih tegar saat berperang. Titah Kaisar ini kemudian di tentang oleh Santo Valentinus. Diam-diam dia menikahkan pemuda dan pemudi sekaligus menjadi konsultan pernikahan bagi mereka. Namun aktifitas Santo itu akhirnya di ketahui oleh Kaisar, kemudian ia di jebloskan ke dalam penjara. Saat di penjara ia jatuh cinta dengan putri penjaga penjara. Keduanya diam-diam menjalin asmara. Sang gadis tersebut sering mengunjungi Santo Valentinus hingga saat ia di jatuhi eksekusi mati oleh Kaisar. Konon eksekusi mati tersebut terjadi pada tanggal 14 Februari.

Cerita diatas adalah dua versi yang paling terkenal tentang sejarah perayaan hari valentine. Keduanya sama-sama tidak memiliki landasan historis yang kuat. Bahkan gereja katolik pada tahun 1969 pun melarang umatnya untuk merayakan hari valentine, karena di anggap tidak memiliki dasar pijakan yang kuat. Namun, diakui ataupun tidak perayaan valentine day adalah sebuah penetrasi budaya Barat di Indonesia. Para muda-mudi di Indonesia banyak yang ikut-ikutan merayakannya, tanpa mengerti maksud dan tujuannya. Toko-toko yang menjual coklat langsung di serbu oleh para remaja. Intinya, perayaan valentine day di Indonesia bisa di bilang sebagai sebuah budaya. Lebih tepatnya budaya jahiliyah. Karena dalam rangkaian perayaan itu sering terjadi juga pesta miras dan pesta sex.

Terlepas dari tau atau tidak tentang sejarahnya, namun pada umumnya para muda mudi yang merayakannya ketika ditanya tentang apa yang di peringati pada tanggal 14 Februari, mereka akan menjawab “untuk mengenang Santo Valentinus”!. Jadi mereka memperingati kematian seorang santo pada tanggal 14 tersebut. Sebenarnya sebagai umat Islam, kita memiliki cerita sendiri pada tanggal 14 Februari ini. Cerita tentang sebuah malapetaka yang sangat mengerikan.

Tanggal 14 Februari adalah saat jatuhnya Kerajaan Granada yang merupakan benteng pertahanan Islam terakhir di Spanyol. Granada adalah sebuah kota kecil yang menjadi ibukota Bani Nasrid saat memerintah di Spanyol. Kerajaan Granada yang kecil itu di himpit oleh dua kerajaan Kristen yang sangat besar, yaitu Kerajaan Arragon dan Castille. Walaupun kecil secara geografis ataupun jumlah tentara, namun Granada tetap bisa berdiri gagah sebagai tonggak peradaban Islam di Spanyol. Ratusan tahun lamanya. Dua kerajaan Kristen yang besar itu tak berdaya jika berhadapan dengan Granada. Dari sisi peradaban, Granada jauh lebih unggul di banding peradaban Aragon dan Castille. Kota Granada di penuhi dengan bangunan-bangunan dan istana dengan keindahan arsitektur yang tak tertandingi pada masa itu. salah satunya adalah istana Al-Hambra yang situsnya masih dapat di saksikan hingga saat ini. Isnana Al-Hambra adalah sebuah istana yang sangat indah, keindahannya selalu di gambarkan dalam syair-syair Spanyol saat itu. bahkan ia di juluki “sepotong surga di Eropa”.

Namun setelah sekian lama berdiri, para penguasa kerajaan Granada sudah mulai terbuai dengan indahnya dunia. Sehingga semakin hari Granada semakin lemah. Kondisi ini di perparah dengan bersatunya Kerajaan Arragon dan Kerajaan Castille dengan pernikahan Pangeran Ferdinand dan Ratu Issabela. Dengan bersatunya dua kerajaan kristen itu, mereka menjadi semakin kuat. Kelemahan internal di Granada itupun tidak disia-siakan. Granada di serang secara frontal dan dalam sekejap bisa di robohkan. Pertahanan Islam terakhir itupun runtuh. Dampak dari jatuhnya Granada ke tangan Kristen ini sungguh luar biasa. Setelah itu umat Islam yang tinggal di Spanyol mendapatkan perlakuan yang sangat kejam dari penguasa Kristen. Umat Islam di bantai dan disiksa dengan cara yang sangat biadab. Darah mereka membanjiri tanah Spanyol yang pernah menjadi ikon peradaban Islam. Mereka di perlakukan lebih hina dari binatang. Dalam sekejap Granada berubah menjadi neraka bagi umat Islam. Peristiwa ini terjadi tepat pada tanggal 14 Februari.

jadi, kita memiliki sejarah tersendiri tentang tanggal 14 Februari. Sejarah yang sangat jelas dan gamblang. 14 februari adalah hari dimana umat Islam mendapat bingkisan kado berdarah oleh penguasa kristen di Spanyol. Kado berdarah itulah yang oleh orang-orang barat disebut sebagai “kasih sayang” atau “valentine”. Maka tanggal 14 Februari seharusnya kita jadikan momentum untuk bermuhasabah dan mengambil pelajaran dari kisah jatuhnya benteng Granada yang begitu tragis. Bukan malah berhura-hura sebagaimana sebagian remaja kita. Karena siapapun yang merayakan hari valentine, itu sama dengan merayakan di bantainya saudara-saudara muslim di Spanyol pada tanggal 14 Februari. Say No To Valentine Day! (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)
Posting Komentar