Minggu, 02 Februari 2014

KISAH DUKA DI "HARI KASIH SAYANG"

Oleh: Fahri Hidayat

1935 M, di depan ratusan wakil yahudi seluruh dunia, Ketua Asosiasi Jaringan Yahudi, Samuel Zweimer berpidato: “Tugasmu adalah mengeluarkan kaum muslimin dari Islam. Jadikan mereka memiliki moral yang rendah dan mengabaikan watak yang luhur…. Kita telah berhasil menjadikan para pemuda Islam menjadi generasi yang enggan bekerja keras, malas, dan senang berfoya-foya,… Lanjutkan perjuanganmu demi agama kita!”


Di sisi lain, negara-negara barat selalu berupaya merongrong dan mencari celah untuk menghancurkan kaum muslimin dengan berbagai cara. Sabtu, 30 Januari 2010 situs rakyataceh.com memberitakan bahwa Amerika Serikat melalui 2 konsulatnya memantau penerapan syari`at Islam di Nangroe Aceh Darussalam.


2 peristiwa diatas hanyalah secuil kisah dari rangkaian konspirasi jahat para musuh-musuh Alloh untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Motivasi dari semua ini adalah dokrin agama. Baik yahudi ataupun Nasrani, keduanya sama-sama memiliki ambisi kuat untuk menghancurkan Islam. Sejak Islam lahir, dan hingga akhir zaman nanti. Sungguh maha benar Alloh yang telah berfirman: “dan yahudi dan nasrani tidak akan pernah rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS.2:120)

Para pemimpin pasukan salib barat percaya, bahwa pasukan muslimin tidak akan mudah di hancurkan jika hanya melalui jalur militer. Kasus di Irak dan Afganistan sudah lebih dari sekedar bukti, bahwa secanggih apapun peralatan perang AS dan sekutunya, tidak akan pernah dapat memadamkan api perlawanan dari para mujahidin yang hanya memiliki persenjataan yang sangat sederhana. Maka dari itu, mereka memikirkan strategi lain untuk mewujudkan ambisi mereka, yaitu dengan perang pemikiran (ghozwul fikr). Melalui perang pemikiran ini, barat berupaya memasukkan nilai-nilai Kristen melalui tradisi dan budaya barat. Selain itu pemikiran barat secara bertahap dan sistematis di masukkan dalam kurikulum-kurikulum akademis. Banyak buku-buku akademis yang kental dengan pemikiran barat di cetak dan di publikasikan. Dengan demikian, tanpa sadar generasi muda Islam di negara-negara muslim berfikir tentang Islam ala barat. Sehingga muncullah apa yang di sebut dengan Islam liberal.

Salah satu budaya barat yang sudah sangat kental di masyarakat Indonesia adalah Valentine Day. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan lain sebagainya tradisi hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini bahkan sudah menjadi budaya. Masyarakat, terutama muda mudinya merayakan hari ini dengan sangat meriah. Toko-toko coklat mendadak di serbu oleh ribuan muda-mudi yang ingin memberikan coklat kepada orang yang di kasihinya. Ironisnya, ketika mereka di Tanya tentang apa sebenarnya yang di peringati pada tanggal 14 Februari, sebagian besar dari mereka menjawab: “untuk memperingati hari kematian Santo Valentinus”. Artinya, mereka secara sadar merayakan hari itu untuk memperingati kematian seorang pendeta!!!

Terlepas dari bagaimana sejarahnya, namun yang pasti Valentine Day adalah budaya barat yang mengadopsi tradisi paganisme romawi kuno dan di dalamnya tentu mengandung nilai-nilai akidah Kristen. Sebagai seorang muslim, memberikan selamat kepada kaum kafir atas hari raya mereka saja sudah di haramkan, apalagi merayakannya?! Ibnu Qoyyim berkata tentang hal ini: “memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka telah di sepakati bahwa perbuatan tersebut haram”.

Sebenarnya, kita justru memiliki kisah sejarah yang memilukan pada tanggal 14 Februari. Karena tanggal 14 Februari adalah hari jatuhnya benteng terakhir kerajaan Islam di Granada, Spanyol. Kenangan pahit itu sungguh sulit untuk di lupakan. Granada, yang saat itu di pimpin oleh Kerajaan Nasriyah, adalah sebuah negara kecil yang di apit oleh dua kerajaan Kristen yang sangat besar, yaitu Arragon dan Castille. Namun, kerajaan Islam Granada yang hanya kecil itu memiliki peradaban yang jauh menggungguli dua kerajaan Kristen tersebut. Selama ratusan tahun, Islam telah mengubah Spanyol yang primitif menjadi sebuah wilayah sains dan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Namun, kerajaan yang di juluki “sepotong surga di eropa” itu hancur oleh serangan tentara salib pada 14 Februari 1492. Setelah itu, ribuan kaum muslimin Spanyol di bantai dan di bunuh dengan cara yang sangat biadab. Para sejarawan bahkan banyak yang melukiskan peristiwa pembantaian kaum muslimin itu sebagai pembantaian terbesar yang jarang ada tandingannya dalam sejarah. Tidak ada yang selamat dari pembantaian pada hari itu. Kecuali hanya segelintir orang yang jumlahnya dapat di hitung dengan jari. Setelah peristiwa itu, Islam benar-benar hilang dari spanyol. Tak tersisa. Sumbangan besar Islam di Spanyol di balas dengan sebuah tragedi yang sangat mengerikan. Seluruh negeri muslim berduka atas kejadian itu. Kaum muslimin di seluruh negeri Islam menangis karna luka yang sangat dalam.

Peristiwa tragis itu jatuh tepat pada tanggal 14 Februari. Maka, tanggal 14 Februari seharusnya di jadikan momentum untuk berinstrospeksi diri, bukan berhura-hura seperti yang selama ini terjadi.

Namun, penetrasi budaya barat di Indonesia ini berlangsung secara bertahap dan sangat sistematis. Maka dari itu untuk membendungnya juga harus di lakukan dengan sistematis dan terencana. Di butuhkan sinergi dari semua pihak. Terutama para murobbi, dan pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sedikit demi sedikit.

Lalu, apakah barat hanya akan berhenti pada perang pemikiran? Tentu tidak! Setelah generasi muslim menjadi lemah karena senang berfoya-foya, bodoh, dan mengabaikan akhlakul karimah, maka mereka tetap akan menyerang Islam secara militer. Kasus yang menimpa kaum muslim Bosnia adalah contoh nyata. Mereka yang sudah sangat-sangat sekuler karena ghozwul fikr tersebut pada akhirnya di bantai habis-habisan oleh pasukan kristus Serbia. Untuk itu, bagi masyarakat muslim yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari barisan dakwah, hendaknya selalu menyebarkan pemikiran-pemikiran Islam melalui segala cara, di samping selalu meningkatkan kualitas intelektual, ruhiyah, dan jasadiyahnya. Wallohu a`lam bis shawab. (sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)
Posting Komentar