Selasa, 22 Juli 2014

Antara Gaza, Jakarta, dan Kairo

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Doddy Cleveland HP (Indonesia Aid, Aktivis Kemanusiaan Global)

Serangan Israel terhadap Gaza menyentakkan nurani masyarakat Indonesia. Tindakan Israel yang memakan banyak korban sipil Palestina tersebut menuai gelombang kecaman dari masyarakat awam hingga elit politik dan pemangku jabatan publik, baik nasional maupun daerah. Tidak ketinggalan pengumpulan kepedulian dengan skala luas dilakukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Gaza.

Lantas, apa arti dan hikmah dari ini semua ? Mengapa masyarakat Indonesia yang sempat terbelah dan baku argumentasi pada Pemilihan Presiden mendadak menjadi beriringan tangan dalam menyuarakan kepeduliannya terhadap Gaza. Bahkan tak kurang calon Presiden RI, Prabowo Subianto dan Joko Widodo juga bersuara sama menyikapi krisis ini.

Sesungguhnya bangsa Indonesia memiliki rasa setia kawan yang besar terhadap sesama manusia. Apalagi terhadap tindak ketidakadilan yang terjadi. Bangsa Indonesia adalah Bangsa Humanis yang memiliki kepedulian yang besar akan nasib bangsa-bangsa dunia. Hal ini tercermin dalam pembukaan UUD 1945 : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." dan pada alinea lain : ”..dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,...”

Bayangkan, ketika Indonesia belum apa-apa, tatkala Indonesia baru merangkak, sewaktu Indonesia masih berumur hitungan hari, para pendiri negara Indonesia telah berpikiran bahwa Indonesia adalah dan akan menjadi negara besar yang seharusnya bisa berperan dalam tata pergaulan dunia yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

Para pendiri bangsa kita telah berpikir bahwa permasalahan kemanusiaan bukanlah masalah teritorial melainkan masalah mental, dan inilah sebenar dan seharusnya pola pikir dan mental manusia Indonesia, yaitu tidak hanya berpikir sempit sebagai sebuah bangsa an sich, melainkan menempatkan diri secara bagian dari peradaban umat manusia di dunia, sebuah pola pikir yang seharusnya terus dihidupkan dalam khasanah budaya luhur bangsa Indonesia.

Sehingga bila ada masyarakat yang mempertanyakan mengapa susah payah peduli dan membantu bangsa lain, padahal masih banyak permasalahan di dalam negeri Indonesia sendiri, maka sama hal nya mempertanyakan sikap yang telah dilakukan oleh Sukarno, Hatta, Wachid Hasyim, Agus Salim, Moh Yamin, dan Bapak bangsa Indonesia lainnya.

Dari pola berpikir dan mental seperti itulah, maka sejarah mencatat bahwa Indonesia menjadi penggagas dan memimpin berbagai organisasi dunia seperti Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Negara Non Blok yang begitu besar perannya dalam memerdekakan berbagai bangsa di dunia. Indonesia juga laksana pemimpin dan berdiri pada garda depan pembela bangsa-bangsa dunia ketiga. Indonesia dengan pasukan Garudanya dikenal sebagai negara yang terpercaya dan tangguh sebagai pasukan perdamaian PBB yang berperan dalam meredakan berbagai konflik di dunia ini.

Menyikapi situasi yang terjadi di Gaza, sangat tepat dan membanggakan apa yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan menjadikan Indonesia sebagai pemrakarsa perdamaian antara Palestina dan Israel. Pak SBY pun sudah melakukan kontak dengan Sekjen PBB, Ban Ki Moon dan Presiden Amerika, Barack Obama untuk membahas masalah Palestina.

Melalui perwakilan di PBB Indonesia aktif memprakarsai dan menggalang kesatuan sikap dari anggota PBB, OKI, dan Gerakan Non Blok untuk mencari solusi dan menghentikan serangan Israel kepada Palestina. Selain itu Indonesia juga menyerukan kepada dunia internasional untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Sikap diplomasi Indonesia yang aktif seperti ini selayaknya mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia dan dipertahankan oleh setiap pemerintahan di Indonesia.

Sehubungan dengan bantuan kemanusiaan, perlu adanya keserasian dan keharmonian langkah antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan yang lahir dan berakar dari masyarakat Indonesia. Terkait dengan krisis Gaza, berbagai lembaga kemanusiaan asal Indonesia akan segera hadir di sana untuk membantu masyarakat disana. Mereka semua membawa kepedulian yang sangat besar dari masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui saluran diplomatiknya diharapkan dapat membantu mengawal bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia yang akan disalurkan langsung kepada masyarakat Gaza.

Dengan posisi politik luar negeri yang bebas dan aktif serta dipandang tulus, Indonesia sesungguhnya dihormati dan disegani dalam kancah pergaulan dunia, dan ini merupakan ujian sekaligus keberhasilan dari diplomasi luar negeri pemerintahan RI.

Untuk membantu Gaza, alangkah elegan dan indahnya bila Jakarta yang memiliki hubungan sangat baik dengan Kairo bisa melakukan lobi, pendekatan, dan meyakinkan pemerintah Kairo untuk membuka pintu Rafah secara berkala sehingga bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, perlengkapan medis, makanan, dan lainnya, dari masyarakat Indonesia dapat masuk dan diterima secara langsung oleh masyarakat Gaza. Sesungguhnya Indonesia dapat menjembatani bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia bahkan dari masyarakat international tanpa dicurigai adanya maksud-maksud lain dan mengirimkan bantuan selain bantuan kemanusiaan.

Semoga Jakarta dapat mengambil peran yang lebih luas dalam krisis Gaza ini....
Posting Komentar