Senin, 19 Mei 2014

Cara Nabi Mempertahankan Kesetiaan pada Cinta yang Halal


الفتح الكبير في ضم الزيادة إلى الجامع الصغير – (ج 1 / ص 104

 إذا رَأى أحَدُكُم امْرَأةً حَسْناءَ فأعْجَبَتْهُ فَلْيَأتِ أهْلَهُ فإنَّ البُضْعَ واحِدٌ ومَعَها مِثْلُ الذِي مَعَها



“Jika diantara kalian melihat perempuan yang membuatmu terpana, maka segeralah mendatangi istrimu. Karena sesungguhnya budh’ (alat kelamin perempuan) itu satu. Kenikmatan bercumbu mesera bersama perempuan itu (yang engkau lihat) sama saja kenikmatan bercumbu mesra dengan istri”

Hadits di atas memiliki beberapa catatan. Pertama, merupakan sifat manusiawi kagum atau terpana pada perempuan lain, apalagi lebih cantik dari istri kita. Kedua, ketika kagum atau terpana melihat pada perempuan lain, solusinya kembali pada istri. Ketiga, sesungguhnya kenikmatan bercumbu mesra bersama perempuan manapun, rasanya sama saja dengan istri kita.

Ketiga catatan tersebut cukup untuk memberi pemahaman bagaimana mempertahankan kesetiaan. Jadi, wajar saja siapapun bisa kagum atau terpana kepada selain istri. Ketika hal ini menjadi kewajaran, maka jangan pernah dijadikan masalah. Yang perlu dijadikan masalah ketika kekaguman itu diwujudkan dengan sikap atau dilanjutkan dengan tindakan. Semisal, ketika melihat perempuan lain lalu kagum, kemudian sampai mengungkapkan kekagumannya dan ditambah lagi dengan mengikat hubungan. Inilah yang menjadi masalah.

Oleh sebab itu, ketika kagum pada perempuan lain, segeralah mendatangi istrinya. Jika tidak mungkin, cukup ingat saja bahwa kita sedang memiliki istri, kita memiliki hubungan cinta yang harus dijaga.

Rasulullah menyuruh segera mendatangi istrinya kepada orang yang melihat perempuan lain lalu kagum dan terpana karena kecantikannya. Karena kekaguman itu hanya sekedar penasaran semata. Jika sudah dilampiaskan kepada istrinya, maka penasaran itu hilang seketika. Artinya, sama saja.

Begitulah Rasulullah mengajari orang-orang (laki-laki) yang kagum dan terpana pada perempuan lain. Jelasnya, cara mempertahankan kesetiaan pada istri. Ketika setiap kekaguman pada orang lain dilampiaskan pada istrinya, maka secara otomatis kesetiaan akan bersemi tanpa perlu diusahakan. Ketika berhasrat pada perempuan lain, istrinya yang menjadi perwujudan bercumbu mesra. Kesetiaan seperti inilah yang pasti berpahala dan mulia.

Lalu bagaimana bagi yang belum halal. Solusinya sama, namun caranya berbeda. Yaitu, ketika melihat yang lebih cantik dari kekasih kita, maka segera kembali pada kekasihnya. Kembali maksud di sini tentu tidak sama dengan kembalinya suami pada istri, tetapi diartikan dengan kembalinya hati pada kekasih, dengan cara ingat padanya. Hadirkan wajahnya di hadapan mata untuk menutupi wajah yang lain. dengan seperti ini, hati akan tetap istiqamah pada satu cinta saja.

Ingat kepada kekasih, apalagi sampai menghadirkan bayangannya, akan membuat kita tidak akan melakukan hubungan dengan yang lain. Seperti inilah kesetiaan. Kesetiaan yang nyata adalah ketika kita jauh, kita tetap menjaga hati agar tidak beralih pada yang lain.

Mempertahankan kesetiaan bisa juga dengan mengingat di saat kita menjalin cinta, di saat kita mengikat janji, di saat kita selalu merasakan kebahagiaan bersama, dan di saat kita berprinsip untuk selalu setia. Meskipun seseorang yang kita lihat itu lebih baik atau sempurna, kita harus tetap mempertahankan kesetiaan. Kita harus tetap memilih pada kekasih kita. Jangan pernah memilih karena yang lebih baik atau sempurna, memilihlah karena kesetiaan. Kesetiaan itu tidak karena yang lebih baik atau sempurna, melainkan karena cinta.

Apalagi, kita memilih atau tidak setia ketika melihat yang lain, hanya karena lebih cantik atau lebih tampan. Tentu, tanpan dan cantik itu arahnya pada fisik. Jika sudah karena fisik, maka landasannya nafsu. Rasulullah sudah menjelaskan dalam hadits di atas, bahwa kenikmatan alat kelamin itu sama saja. Jika masih merasa berbeda, itu hanya penasaran semata. Namanya penasaran jika sudah tahu, jadinya biasa saja. Orang yang mencari kepuasan dalam kenikmatan hal ini, selama-lamanya tak akan pernah kunjung menemukan.

Posting Komentar