Jumat, 16 Mei 2014

Dibalik Manfaat Secangkir Kopi


Kopi Tanpa Gula Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2

BEBERAPA studi sebelumnya telah menyimpulkan bahwa mengonsumsi kopi maupun teh bisa menurunkan risiko diabetes tipe dua. Tapi jangan buru-buru menjadikan kesimpulan itu sebagai alasan untuk menambah beberapa cangkir kopi lagi untuk hari ini. Sebab, kopi yang diteliti bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2 adalah kopi hitam tanpa gula.

Konsumsi kopi yang mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2 itu merupakan hasil studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia. Studi itu menyimpulkan bahwa mereka yang meningkatkan konsumsi kopinya lebih dari secangkir, risikonya 11 persen lebih rendah untuk terkena diabetes tipe 2.

Sementara itu penurunan konsumsi kopi dengan jumlah yang sama, yakni lebih dari secangkir sehari, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 17 persen. Data ini didasarkan pada analisis lebih dari 120.000 profesional kesehatan yang mengikuti observasi jangka panjang.

Peneliti melihat kebiasaan minum kopi para peserta studi selama empat tahun sebelum mengambil kesimpulan. "Untuk diabetes tipe dua, konsumsi sampai dengan enam cangkir per hari dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah," kata peneliti Shilpa Bhupathiraju, seperti dilansir laman CNN, Minggu (11/5).

Selama minum kopi tidak menyebabkan seseorang mengalami tremor dan tidak membuat gelisah, maka akan lebih banyak memberikan manfaat sehat. Selain itu, dalam kopi juga ada senyawa fenolik dan lignan yang menurut Bhupathiraju dapat meningkatkan metabolisme glukosa. Dia menambahkan, kopi kaya akan magnesium yang dikaitkan dengan rendahnya risiko diabetes tipe 2.

Penelitian ini sama sekali tidak menyentuh kopi yang sarat akan gula. Yang diteliti hanyalah secangkir kopi hitam sederhana, yang mana kopi tersebut dibuat dari 8 ons bubuk kopi dan mengandung sekitar 100 miligram kafein.

Kopi tidak hanya dikaitkan dengan penurunan diebetes, namun juga penyakit jantung, kanker tertentu. Menurut studi New England Journal of Medicine, kopi kerap dikaitkan dengan panjang umur. Meski demikian para ilmuwan enggan untuk menyebut kopi sebagai obat mujarab.

Tapi tidak semua penelitian menyebut kafein punya dampak baik. Penemuan di AS menunjukkan bahwa ketergantungan manusia akan kafein seakan sudah menjadi hal yang sulit untuk dikurangi. Kafein disebut sama seperti kokain dan nikotin yang memiliki efek ketergantungan karena adanya zat adiktif yang bergerak langsung menuju otak.

Kafein yang terdapat dalam kopi atau teh akan cepat menstimulasi adrenalin manusia, sehingga hal itu akan membuat manusia merasa lebih waspada. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa manusia membutuhkan kopi atau teh di pagi hari.

Selain membuat ketergantungan, kafein juga berbahaya bagi jantung. Kafein berlebih disebut dapat membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi sehingga mengancam kesehatan jantung. Intinya segala hal yang berlebihan itu tidaklah baik, karena itu bijaklah dalam mengkonsumsi segala sesuatu.(fny/jpnn)


Minum Kopi dan Teh Bisa Bikin Dehidrasi?


DIURETIK merupakan zat yang dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan efeknya adalah peningkatan produksi urine. Disebutkan minum kopi atau teh dapat membuat seseorang menjadi dehidrasi karena kandungan kafeinnya yang memiliki efek diuretik.

"Jika Anda secara teratur terbiasa menikmati secangkir kopi atau teh dalam sehari, maka Anda bisa meyakini bahwa jumlah kafein yang dikandungnya tidak akan menyebabkan Anda kehilangan lebih banyak cairan," kata ahli diet sekaligus juru bicara Dietitians Association of Australia, Lisa Renn, seperti dilansir ABC.net.au, Kamis (17/4).

Terdapat bukti bahwa kafein dalam jumlah yang lebih tinggi bertindak sebagai diuretik pada sebagian orang, tetapi konsumsi yang tidak berlebihan sebenarnya tidak terlalu memberikan efek diuretik yang signifikan.

Sebuah studi di Inggris yang melibatkan para peminum kopi baru-baru ini menyebutkan tidak ada perbedaan tingkat hidrasi antara mereka yang minum empat cangkir (masing-masing berukuran 200 ml) kopi sehari, dibandingkan dengan mereka yang minum air putih dalam jumlah sama.

Peneliti membuktikannya dengan mengukur produksi urine responden selama periode 24 jam dan penanda hidrasi lain dalam darah mereka setelah minum kopi dan air putih. Disimpulkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang memberikan efek hidrasi tak jauh berbeda dengan konsumsi air putih.

Meskipun penelitian ini lebih difokuskan pada asupan kopi, hal yang sama juga berlaku pada mereka yang minum teh. Alasannya, teh mengandung kafein dengan jumlah yang mirip seperti kopi.

Salah satu alasan mengapa minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman energi disebut-sebut memberi efek buruk terhadap dehidrasi adalah karena kafein dapat memberi efek diuretik bila dikonsumsi dalam doais besar (lebih dari 500 mg). Namun, jumlah kafein yang Anda dapatkan di dalam secangkir kopi atau teh tidak berarti lantas memberikan efek dehidrasi dan mempengaruhi status cairan harian Anda secara keseluruhan.

"Jika Anda minum lebih dari empat cangkir kopi atau teh dalam sehari, Anda mungkin bisa mendapatkan efek diuretiknya. Tetapi jika asupannya kurang dari jumlah tersebut, maka dari sudut dehidrasi Anda akan baik-baik saja," pungkas Renn.(fny/jpnn)

Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus

Tidak hanya berfungsi sebagai pencegah kantuk, kopi ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian terbaru, minum satu hingga dua cangkir kopi sehari bisa mengurangi risiko kanker usus besar.

Kesimpulan tersebut diambil setelah para peneliti mempelajari konsumsi kopi pada sekitar 8.500 orang di Israel, termasuk di antaranya 5.000 penderita kanker kolorektal dan 3.500 orang yang tidak menderita kanker. Dimana mereka rata-rata minum kurang dari dua cangkir kopi sehari.

Hasil studi memperlihatkan, risiko kanker kolorektal pada peminum kopi 30 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Dan makin banyak orang minum kopi, risiko menderita penyakit ini tampaknya cenderung lebih rendah, kata para peneliti.

Dibandingkan dengan risiko orang yang minum kopi kurang dari secangkir per hari, kemungkinan menderita kanker kolorektal pada orang yang minum satu sampai dua gelas per hari 22 persen lebih rendah.

Sementara risiko kanker kolorektal pada orang yang minum dua sampai 2,5 cangkir kopi per hari 44 persen lebih rendah dan peminum lebih dari 2,5 cangkir kopi risikonya 59 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir kopi dalam sehari.

Temuan itu didapat setelah para peneliti memasukkan sejumlah faktor yang mempengaruhi risiko kanker kolorektal seperti usia, jenis kelamin, konsumsi sayuran dan konsumsi obat (aspirin).

" Meski masih terlalu dini untuk merekomendasikan minum kopi untuk menurunkan risiko kanker kolorektal, tapi hasil penelitian itu mengarah ke sana," kata peneliti dari Norris Comprehensive Cancer Center di University of Southern California, Stephanie Stenzel, seperti dilansir laman Livescience, Rabu (9/4).

“Studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji efek konsumsi kopi terhadap risiko kanker pada populasi yang lain dan untuk melihat apakah hubungan itu dipengaruhi faktor genetik,” kata Stenzel lebih lanjut.

Ada hipotesis bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko kanker kolorektal dengan mempercepat lintasan zat dalam usus besar, yang membuat jaringan tidak lama terpapar bahan-bahan penyebab kanker. Selain itu ada kemungkinan minum kopi mempengaruhi komposisi mikroba di usus atau bahwa senyawa dalam kopi mengandung pencegah kanker.

Studi yang lain juga mengkaitkan konsumsi kopi dengan risiko kanker kulit tertentu, kanker payudara, serta kanker prostat yang lebih rendah.(fny/jpnn)
Posting Komentar