Selasa, 07 Agustus 2018

Buya Hamka Pun Bertarekat Dan Bertasawuf

 Ternyata mantan pimpinan Muhammadiyah Buya Hamka mengikuti Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah ( TQN ).
Ketua MUI dari Muhammadiyyah ini pertama ini berbaiat kepada Syekh Ahmad Shohibul Wafa Taajul Arifin atau yang dikenal dengan Abah Anom , seorang guru mursyid thoriqot dari Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.
Hal ini diungkapkan oleh Dr Sri Mulyati, pengajar tasawwuf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. " Ini penelitian pribadi saya ketika menyelesaikan disertasi, ada fotonya ketika berbaiat dengan Abah Anom. Cuma ada sebagian orang Muhammadiyah yang tak percaya ', katanya.
Mantan Ketua Umum Fatayat NU ini menuturkan, Buya Hamka sendiri pernah berujar di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya bahwa dirinya bukanlah Hamka, tetapi Hampa. Beliau masuk thoriqoh , karena mungkin haus spiritual.
Buya Hamka berkata; ' diantara makhluk dan kholik itu ada perjalanan yg harus kita tempuh. inilah yg kita katakan thoriqoh.
Ketika Buya Hamka berkunjungan ke Singapura pada tahun 1981, seorang Ikhawan TQN di Singapur sempat mendengar ceramahnya di Masjid Muhajirin.
Dia mengatakan : “masih teringat jelas kata-katanya dan penjelasannya yang menunjukkan beliau sudah berbai├ít dengan Abah, ketika dalam ceramahnya beliau berkata : ‘Dalam berzikir kepada Allah ada kaifiatnya kemana di palingkan kepalanya, dari bawah dahulu kemudian ke atas, lalu ke kanan dan kemudian ke kiri.
Bukan sebarangan..mengeleng ketika lafaz nafi, meng ‘ia’ ketika lafaz isbat.., .beliau berkata secara gurauan’- lebih kurang maknanya. Hamka memang dikenali memahami dunia tasawuf. Salah satu karyanya adalah Tasawuf Modern, yang mengupas dunia tasawuf dan penerapannya pada era modern ini.
Masih ada satu lagi karya tasawufnya yang terakhir belum dicetak. Buya Hamka wafat pada 24 bulan Julai tahun 1981 bertepatan dengan bulan Ramadhan dalam umurnya 73 tahun masehi. Seluruh ikhwan TQN Indonesia, Singapura dan Malaysia menunaikan solat Ghaib baginya sebagaimana yang diminta Pondok Pesantren Suryalaya.
Mungkin ada yang berkata.. " Apa Bisa dipercaya Cerita ini.. ? Ini sebuah kebohongan " !! Hanya saja Foto diatas dan Buku Buya Hamka menjadi bukti dan saksi bahwa beliau bertarekat dan bertasawuf.
foto : Buya Hamka bersama Syeikh KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. Syeikh KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin atau yang dikenal dengan Abah Anom memberiklan Jubah dan Tongkat kepada Buya Hamka.