Sabtu, 28 April 2012

MAJELIS DZIKIR ARBABUL HIJA: RABU AKHIR BULAN SHOFAR (REBO WEKASAN)


بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh Ahmad Daerobiy

Dikutif dari sebagian Ahli Fudlola, Ulama ilmunya tinggi, tersirat bahwa musibah yang turun di setiap tahun dari Lauhil-Mahfud ke langit dunia adalah pada malam rabu akhir bulan shafar, agar terlindung dari musibah tersebut segeralah berdo'a atau bersedekah, untuk memohon perlindungan.

Hari Rabu Shafar 1432 H. tepat pada tanggal 2 Pebruari 2011 M.

وَمِنْهُ صَلاَةُ الإِسْتِعاَذَةِ وَهِيَ رَكْعَتاَنِ بَعْدَ صَلاَةِ الضُّحَى يَنْوِي بِهِماَ سُنَّةَ الاِسْتِعاَذَةِ يَقْصِدُ بِهِماَ أَنَّ اللهَ يُعِيْذُهُ مِنْ شَرِّ يَوْمِهِ وَلَيْلَتِهِ يَقْرَأُ فيِ الأُوْلىَ بَعْدَ الفاَتِحَةِ سُوْرَةَ الفَلَقِ وَفيِ الثَّانِيَّةِ بَعْدَ الفاَتِحَةِ سُوْرَةَ النَّاسِ ثُمَّ يَدْعُوْ بِدُعاَءِ الاِسْتِعاَذَةِ
Artinya :

Diantara shalat sunnah ialah shalat Isti’adzah artinya shalat memohon perlindungan, dua raka’at setelah shalat dluha, dengan niat shalat sunnah Isti’adzah, dengan tujuan agar Allah melindunginya dari kejahatan di waktu siang dan malam. Raka’at pertama setelah Fatihah membaca Al-Falaq 1 kali, dan Raka’at kedua setelah Fatihah membaca An-Nas 1 kali. Do’a setelah shalatnya :

Niat shalat Sunnah Isti’adzah 2 raka’at ;

أُصَلِّى سُنَّةَ الإِسْتِعاَذَةَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَداَءً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat shalat sunnah Isti’adzah dua raka’at menghadap kiblat, tunai karena Allah”

Kemudian membaca do’a berikut :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيِمْ ِالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيِّ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ أَللَّـهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خَلِيْلٍ ماَكِرٍ عَيْناَهُ تَرْياَنِيْ وَقَلْبُهُ يَرْعاَنِيْ إِنْ رَأَىْ حَسَنَةً دَفَنَهاَ وَإِنْ رَأَىْ سَيِّئَةً أَذاَعَهاَ , أَللَّـهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ ساَعَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ صاَحِبِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ جاَرِ السُّوْءِ فيِ داَرِ المَقاَمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih dan penyayang, Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada penghulu kita Nabi Muhammad yang Ummi (tidak bisa membaca dan menulis) juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari makhkuk jahat yang berbuat jahat, matanya menatap iri kepadaku, juga hatinya dengki kepadaku, apabila melihat kebaikan aku, ia memendamnya, apabila melihat keburukan aku ia menyebarkannya. Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari haru yang buruk, aku berlindung kepada-Mu dari malam yang buruk pula. Aku berlindung kepada-Mu dari waktu yang buruk, Aku berlindung kepada-Mu dari kawan yang jahat, Aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, di tempat aku tinggal. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada penghulu kita Nabi Muhammad juga kepada keluarga dan para sahabatnya, amien.
Pustaka : Kitab Nihahatuzzen, Syekh Nawawi Al-Bantani hal. 67 dan hal 107.
Posting Komentar