Minggu, 22 April 2012

Hal-Hal Yang Membantu Melakukan Sholat Malam


Dalam tulisan terdahulu pernah dibahas tentang keistimewaan dan keutamaan sholat malam yang banyak. Diantara keutamaan tersebut adalah sholat malam merupakan kebiasaan orang-orang shalih, waktu sholat malam adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa kepada Allah, sholat malam yang juga akan meninggikan derajat pelakunya baik didunia maupun disisi-Nya, disamping itu sholat malam bisa digunakan sebagai sarana untuk menguatkan hafalan al-Qur’an dengan membacanya ketika shalat. Setelah membahas keutamaan sholat malam, berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu untuk dapat melaksanakan sholat malam yang merupakan ibadah berat bagi sebagian kaum muslimin, antara lain:

1.  Berdoa kepada Allah Ta’ala
Kapanpun seorang hamba berdoa kepada Rabb-nya dengan tulus dan memohon dengan sangat kepada Allah Ta’ala, maka hal itu sangat mendorong dikabulkannya sebuah doa.


2.  Menjaga segala kewajiban.
Sholat malam merupakan ibadah sunnah yang utama. Semangat seorang hamba dalam menunaikan kewajiban (sholat fardhu, dll) merupakan bukti kesungguhannya dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Jadi bagaimanapun ibadah-ibadah fardhu mesti diutamakan daripada ibadah sunnah. Jangan sampai karena begadang untuk menunaikan sholat malam kemudian menyebabkan terlambat menunaikan sholat subuh karena ketiduran hingga matahari terbit.

3.  Menjauhi begdang kecuali jika diperlukan.
Begadang tanpa tujuan yang jelas sebaiknya dihindari. Karena begadang sampai larut malam biasanya akan menjadikan berat untuk menunaikan sholat malam, bahkan terkadang menyebabkan berat melakukan sholat subuh. Silahkan lihat pembahasan begadang antara manfaat dan mudharatnya disini.

4.  Berusaha istirahat sejenak di siang hari atau setelahnya.
Istirahat sejenak di siang hari adalah dianjurkan oleh Nabi junjungan kita. Istirahat sejenak di siang hari (menjelang dhuhur atau setelahnya) akan membuat badan jadi rilek, sebagai sarana untuk mengumpulkan tenaga sehingga menjadikan benar-benar fit ketika menunaikan sholat malam.

5.  Meninggalkan kemaksiatan secepatnya.
Kemaksiatan adalah tali-temali setan yang diikatkan agar seorang hamba tergelincir didalamnya, lalu menghalanginya untuk melakukan kebaikan. Terkadang seorang hamba merasa nikmat (menganggap remeh) ketika melakukan kesalahan sehingga pada akhirnya menjadi watak. Adapun jika seorang hamba benar-benar menjaga dirinya, berlindung dari cengkeraman setan dan perangkapnya, tentu saja Allah Maha Mengetahui hal itu, niscaya hamba tersebut akan melihat tanda-tanda taufik dan pertolongan yang membahagiakan dan melapangkan dadanya dengan seizin Allah.

6.  Bertekad dengan kesungguhan untuk menunaikan shalat malam, meninggalkan sikap berat hati dan menunda-nunda.
Karena ketika jiwa dibiasakan untuk melakukan sesuatu, maka ia akan melakukannya dengan mudah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar. Sesungguhnya sikap penyantun didapatkan dengan membiasakannya. Barangsiapa berusaha keras untuk mendapatkan kebaikan, niscaya Allah akan memberinya. Dan barangsiapa yang menjaga diri dari kejelekan, niscaya Allah akan menjaganya” [H.R. Ad-Daruquthni dan Al-Khathib, Shahih Al-Jami'].
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda;
“Barangsiapa berusaha untuk menjaga kehormatannya, maka Allah akan menjaga kehormatannya. Barangsiapa berusaha untuk bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan barangsiapa berusaha merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya” [H.R. Bukhari, Al-Fath: XI/309]
Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa orang yang mengusahakan dirinya dengan sungguh-sungguh untuk membiasakan diri melakukan sesuatu, maka ia akan bisa mewujudkannya dengan penuh kesabaran dan menyesuaikan diri padanya sehingga menjadi watak.
Alangkah indah perkataan Sulaiman at-Taimi terkait masalah ini;
“Sesugguhnya mata; jika kamu membiasakan untuk tidur maka ia akan terbiasa dengannya. Dan jika kamu membiasakannya untuk begadang maka ia akan terbiasa dengannya” [Mukhtasar Qiyam al-Lail, Al-Mawarzi hlm. 55]
Ungkapan tersebut mirip dengan bait syair berikut;
Jiwa itu bagaikan anak kecil
Jika anda membiarkannya, maka dia akan tua dengan tetap suka menyusu
dan jika kamu menyapihnya, maka ia akan melepaskannya.
7.  Menggunakan beberapa cara untuk bangun malam, diantaranya;
Mengaktifkan alarm pada waktu yang diinginkan atau memberikan pesan kepada orang yang dikenal untuk menelponnya, terutama mereka yang biasa bangun malam.
Wallahu ‘alam bish-showab, semoga bermanfaat.
———————–
Disadur dari:
Ma’alim fi Thariq Thalab al-Ilmi, Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan (Edisi Indonesia: Bimbingan Menuntut Ilmu; Tahapan, Adab, Motivasi, Hambatan, dan Solusi).

sumber dari http://meilana.wordpress.com/2011/11/13/hal-hal-yang-membantu-melakukan-sholat-malam/


KLIK DISIN JIKA ANDA PUNYA UANG LEBIH UNTUK PEMBANGUNAN PONDOK KAMI
PONDOK KAMI


ATAU LIHAT DI SINI



SEMOGA AMAL ANDA DITERIMA DISISI-NYA. AAMIIN 
Posting Komentar