Kamis, 08 Maret 2018

WALI PAIDI VIII

Wali Paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, Wali Paidi pingin menghindari orang2 yang mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yang memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yang terang2an menggangilnya sang wali


Kehidupan Wali Paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yang memerlukan bantuannya, soal jodoh, soal penglaris dan ada juga yang hanya minta barokah do'a dan yang paling berat ada yang minta diakui murid. Wali Paidi merasa terusik, dia kepingin merasakan kehidupannya yang dulu, orang2 hny mengenalnya sebagai penjual minyak wangi, dengan pengajar alif2an di musholla kecilnya

Dan sekarang banyak orang yang berlomba2 pingin membangun mushollanya, Wali Paidi pingin menghindari itu semua, dia jengah akan semua pujian yang dialamatkan pada dirinya, lebih2 akan datangnya malaikat yang mengunjunginya baru2 ini.

Wali Paidi mulai memasuki hutan belantara, dia berjalan terus dan berhenti ketika dia melihat didepannya ada sungai, Dia mendekati bibir sungai, dilihatnya airnya begitu jernih, dia menunduk dan mulai membasuh tangan dan mukanya, lalu Wali Paidi memperbarui wudlunya, karena Wali Paidi ini diberi kemampuan oleh Allah untuk selalu dalam keadan suci ( punya wudlu ) atau bahasa ngaji sak paran parannya "da'imul wudlu "

Setelah wudlu Wali Paidi baru sadar kalau ada orang yang agak jauh disampingnya, orang itu sedang memancing. Wali Paidi mendekati orang itu, dia merasa orang itu bkn orang sembarangan melihat wajah dan tiba2 aja hati Wali Paidi semakin tentram ketika melihat orang ini, Wali Paidi mau mengucapkan salam tapi kedahuluan orang tsb
" assalamu'alaikum kang paidi " ucap orang itu

" wa alaikum salam, kalau boleh tahu siapakan anda " tanya Wali Paidi keheranan

" untuk saat ini namaku syukron fahmi " jawab orang itu

Wali Paidi terdiam, dia hanya menunduk memikirkan jawaban orang tsb, dan tiba2 saja sikap Wali Paidi berubah dengan sendirinya tanpa ia sadari, Wali Paidi bersikap seakan mengahadapi gurunya

" kang paidi sampeyan tidak seharusnya menghindari semua itu, pujian2 itu adalah ujian buatmu, ujian yang berupa pujian itu lebih berat dari penghinaan, Allah mau meningkatkan derajad sampeyan..." ucap orang itu

Wali Paidi semakin menunduk, ternyata orang yang sedang memancing ini tahu akan keadaan dirinya

" kang paidi, dengan menghidari pujian2 itu sama saja sampeyan menafikan kekuatan Allah, krn smpyn merasa tidak mampu, padahal Allahlah yang memberi kekuatan " kata orang itu lagi

Wali Paidi hny bs diam dan semakinmenunduk, air mata mulai meleleh dari matanya

" ingat, la haula wala quwwata illa billah, merasa mampu dan merasa tidak mampu itu tidak boleh, itu sudah syirik khofi bagi orang setingkat sampeyan, krn Allah yang memberi kekuatan, Allah meliputi segalanya "

Wali Paidi menangis sesunggukan, dia yakin orang yang di depannya adalah nabiyullah Khidir, dia ingin bersalaman dengannya untuk memastikannya, setelah menangisnya agak reda, Wali Paidi mengangkat wajahnya dan mau bersalaman dengan orang itu

Tapi orang yang mengaku bernama syukron fahmi sudah hilang dari hadapannya....

Setelah bertemu sosok yang mengaku bernama syukron fahmi, Wali Paidi masih terdiam dalam duduknya, masih terngiang2 ucapan sosok misterius yang menggugah jiwanya itu.

Wali Paidi berdiri membersihkan tempat duduknya dan mulai melaksanakan sholat, setelah salam, Wali Paidi berdiri lagi dan melakukan sholat lagi, begitu terus sampai malam kira2 sekitar jam 9 malam, Wali Paidi berhenti dan melanjutkan dengan melakukan wirid
Dia duduk bersila, memusatkan pikirannya, membuang jauh2 pikiran2 tentang dunia, menggerakkan hatinya untuk berdzikir sirr, dan entah berapa lama hal ini terjadi, dan kemudian Wali Paidi merasakan alam disekitarnya begitu hampa, tidak ada suara, semua yang berada disekitarnya jadi hitam gelap gulita, Wali Paidi seakan menjadi udara yang hampa dan bergerak mengitari alam yang hitam pekat ini.

Setelah berkeliling tampak didepannya ada dua sosok manusia yang sedang duduk seperti duduknya orang tahiat, dan berdiri disamping keduanya sosok berjubah putih yang bercahaya
Lamat-lamat Wali Paidi mengenali salah satu sosok yang duduk didepannya tsb.

" tidak salah lagi, beliau adalah imam ghozali mujtahid islam " bathin wali paidi

Lalu Wali Paidi melihat sosok baju putih itu maju kedepan dan berkata kepada sesuatu yang didepannya, sesuatu yang tidak terlihat

" gusti... bagaimana menurut njenengan thdp kedua kekasihmu ini yakni nabi musa dan al ghozali...? " tanya sosok putih itu

Lalu ada suara yang mengatakan

" musa dengan ijinku bisa menghidupkan orang yang telah mati, tapi aku lebih suka thdp al ghozali krn dia dengan ijinku pula bisa menghidupkan hati hamba2ku yang telah mati, banyak menghilangkan kebodohan dan membuka jalan buat hamba2ku untuk lebih mengenalku...."

Lalu ketiga sosok itu samar2 hilang dari pandangan wali paidi
Lalu lamat2 terdengarlah adzan subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali Setelah sholat, Wali Paidi bangkit dan kembali pulang....