Sabtu, 06 Februari 2016

"Jangan mudah Curiga, apalagi Menuduh "

Tahun lalu sebuah sekolah SMA Putri menetapkan aturan pemeriksaan mendadak bagi para muridnya di kelas. Kamis, 17 Des 2015, pihak sekolah menjalankan kebijakan itu mendadak & satu tim melakukan " Sweeping " ke seluruh kelas. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mrk. Tas2 tsb tdk berisi apapun melainkan bbrp buku, pulpen, & peralatan sekolah lainnya. Semua kelas sdh dirazia & hanya tersisa satu kelas saja. Di kelas tsb terdpt seorg siswi yg menceritakan kisah ini.

Apa yg terjadi ?
Spt biasa, dgn penuh percaya diri tim pemeriksa msk ke dlm kelas. Mrk meminta izin utk memeriksa tas sekolah para siswi di situ & pemeriksaan dijalankan.
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yg dikenal sangat tertutup & pemalu. Ia jg dikenal sbg seorg siswi yg berakhlak sopan & santun. Ia tdk suka berbaur dgn siswi2 lainnya, ttp suka menyendiri, pdhal ia sangat pintar & menonjol dlm nilai2 pelajarannya.
Ialu memandang tim pemeriksa dgn pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dlm tas miliknya! Smkn dkt gilirannya utk diperiksa, semakin tampak raut takut pd wajahnya.
Apakah sebenarnya yg disembunyikan siswi tsb dlm tasnya ?
Tdk lama kemudian tibalah gilirannya utk diperiksa.. Dia memegang tasnya kuat2, se olah2 mau mengatakan demi Allah kalian tdk blh membukanya !!! & kini giliran siswi tsb diperiksa :
“ Buka tasmu wahai putriku..”
Siswi tsb memandang Tim Pemeriksa dgn pandangan sedih, sambil meletakkan tasnya dlm pelukan..
“ Berikan tasmu..”
Ia menoleh & menjerit, “Tidak…tidak…tidak..”
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
“ Berikan tasmu..” …
“ Tidak..”
“ Berikan..”
“ Tidak..”
Keributan pun terjadi & tangan mrk saling berebut. Sementara tas tsb msh dipegang erat & para Guru blm berhasil merampas tas dr tangan siswi tsb krn ia memeluknya dgn sangat erat. Spontan siswi itu menangis meraung2. Siswi2 lain terkejut. Mrk melotot. Para Guru keheranan, sebenarnya apa yg ia sembunyikan.
Stlh berdiskusi ringan, Tim Pemeriksa sepakat utk membawa siswi tsb ke kantor sekolah. Mrk pun membawa siswi tsb dgn penjagaan yg ketat dr tim & para Guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tsb dihantar msk ke kantor sekolah, msh dgn tangisnya yg keras.
Krn Kep Sekolah mengenal siswi tsb adalah siswi yg berprestasi jg baik, mk Kep Sekolah menenangkan & memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dgn santun, Kep Sekolah jg memohon agar para Guru meninggalkan ruangannya shg yg tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kep Sekolah berusaha menenangkan siswi malang tsb. Lantas bertanya padanya, “ Apa yg engkau sembunyikan putriku..? ”
Kemudian dgn perlahan sambil memperhatikan keadaan sekitar, siswi tsb membuka tasnya. Stlh Kep Sekolah & para pengawas melihat isinya, sontak mrk semua terkejut. Di dlm tas tsb tdk ada benda2 terlarang / haram / telepon genggam / foto2, melainkan hanya " SISA2 ROTI ..."
Kep Sekolah pun menanyai dia mengenai hal seputar roti itu, Stlh merasa tenang, siswi itu berkata, “ Sisa2 roti ini adalah sisa2 dr para siswi yg mrk buang di tanah, lalu aku kumpulkan dgn cara sembunyi2, utk kemudian aku sarapan sebagiannya & membawa sisanya kpd Kel ku. Ibu & saudari2ku di rmh tdk memiliki sesuatu utk mrk santap di siang & mlm hari, bila aku tdk membawa utk mrk sisa2 roti ini..
Kami adlh Kel miskin yg tdk memiliki apa2. Kami tdk punya kerabat & tdk ada yg peduli pd kami..... Inilah yg membuat aku menolak utk membuka tas, agar aku tdk dipermalukan di hadapan teman2ku di kelas, sebab aku takut mrk akan trs meng olok2 aku di sekolah. Bila itu terjadi, hal tsb menyebabkan aku tdk dpt lg meneruskan pendidikanku krn aku akan merasa malu. Mk saya mohon maaf sekali kpd Bapa & Ibu semua atas perilaku saya yg tdk sopan..”
Saat itu jg Kep Sekolah & Tim Pemeriksa itu semuanya menangis bahkan tangisan mrk berlangsung lama di hadapan siswi yg MULIA HATI nya itu.
Semoga bermanfaat.
Baarakallahu fiikum.
Posting Komentar