Jumat, 29 April 2011

DESAIN

DESAIN by albaruqy
DESAIN, a photo by albaruqy on Flickr.

Ahlussunnah Adalah Musyrikun Dimata Kaum Wahabi/Salafy

Termasuk kemungkaran, bid’ah dhalalh dan kemusyrikan dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah menghormati hari lahir Nabi mulia Muhammad saw.dengan mengadakan perayaan yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an, membacakan syair-syair pujian untuk beliau, serta membagi-bagikan makana atau santunan apapun untuk kaum Mukminin dll. yang masuk dalam bingkai ungkapan rasa cinta dan syukur kita atas kelahiran beliau sebagai junjungan, Nabi akhir dan Rasul kesayangn Allah SWT.

Praktik seperti itu dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah sebagai bentuk penyembahan selain Allah SWT. Ia menyerupai praktik kaum Nasrani dalam menyambut hari lahir al-Masih as.

Tidak jarang kita saksikan para kyia dan khatib mereka menggembar-gemborkan suara sumbang pengkafiran atau tuduhan bahwa praktik itu serupa dengan praktik orang-orang Kristen, seperti dibanyak masjid mereka!

Ternyata memang demikian ajaran kaum Wahabi itu! Dan stempel kemusyrikan yang mereka alamatkan kepada kaum Muslimin Ahlusunnah yang selalu dengan penuh kecintaan mengadakan perayaan Maulidan adalah pola pikir sesat kaum Wahabi!

Ini sangat berbahaya dan perlu disikapi oleh kita semua! Sikap mudah mengkafirkan orang lain dengan tanpa alasan jelas, atau dengan alasan yang belum pasti, apalagi yang kita kafirkan adalah umum kaum Muslimin, di dalamnya tidak jarang terrdapat para wali, para ulama, dan kaum shalihin adalah sikap sesat yang harus diberantas agar tidak membuat kekacauan di tengah-tengah umat Islam.

Sikap mengkafirkan kaum Muslimin Ahlusuunah oleh kaum Wahabi bukanlah sebuah fitnah, ia adalah sebuah fakta. Saya hanya akan sebutkan sekelumit saja fatwa-fatwa pengkafiran tersebut. Fatwa Syeikh Abdurrahman bin Hasan Âlu Syeikh:

Dan mereka, kaum Musyrikun telah mengada-ngada hari-hari raya di sisi kuburan yang disembah selain Allah. Mereka menamainya sebagai ied, seperti hari raya al Badawi di mesir dan lainnya. Bahkan ia lebih dahsyat dari kemusyrikan, sebab di dalamnya terdapat kemusyrikan dan maksiat-maksiat besar. (Qurratul ‘Uyûn, baca Fathul Majîd:145.)

Coba Anda perhatikan bagaimana kaum Muslimin yang merayakan hari lahirnya Syeikh al Badawi, seorang wali besar yang diakui para ulama Ahlusunnah kewaliannya sebagai kaum Musyrikun!!

Fatwa Syeikh Muhammad Hamid al Faqi:

Peringatan hari lahir dan hari wafat yang ramai diadakan di negri ini dengan nama para wali adalah sebuah bentuk penyembahan dan pengagungan, ta’dzîm. (Ta’liq Fathul Majîd:154)

Jadi kaum Ahlusunnah yang mengadakan perayaan hari lahir Nabi saw. atau para wali Allah adalah kaum MUSYRIKUN yang sedang mengadapan praktik penyembahan kepada selain Allah!!

Subhanallah! Sampai kapan kalian hai Wahabi mengkafirkan Ahlusunnah dan semua golongan yang tidak sama dengan kalian!!!

Setelah fatwa di atas masihkan Anda mengingkari bahwa mazhab Anda itu ditegakkan di atas pengkafiran kaum Musliumin ?!

Posting Komentar