Minggu, 22 September 2019

Orang Tua Durhaka

ORANG TUA DURHAKA
Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama: "apakah ada orangtua yg durhaka?"
Jawaban sy: "YA"
Adakah dalilnya? "Ya, banyak, baik dari Alquran & Hadis"
Bisa dijelaskan?
Ya, tp sabar & mohon jgn disela, sbb sy sambil asuh anak2 & bantu isteri masak.
Siapakah orangtua durhaka itu?

1. Orangtua yg memberikan nafkah u/ anak2nya dr hasil kerja/usaha yg HARAM: korupsi, ngrampok, nyuri, njambret, malak, lindungi penjahat, balak hutan, jual-beli narkoba...
2. Orangtua yg tdk memberikan teladan ke anak2nya u/ salat, puasa, ngaji...
3. Orangtua yg menyakiti/merisak/menghina/merendahkan anak2nya dg ucapan/kata2/perlakuan sehingga anak trauma atau rendah diri.
4. Orangtua yg membiarkan anak2nya dlm kemaksiatan (miras, narkoba, zinah) & keburukan (tidak sekolah, main video/internet terus, berucap kata2 kotor).
5. Orangtua yg pilih kasih (sayang & perhatian kpd salah satu/dua anak, tapi tidak pada anak yg lain).
6. Orangtua yg kasar, ringan tangan, pembohong, pelit, suka maksiat, pezina, peselingkuh, pemabuk, narkoba, dstnya, di mana hal ini semua tidak memberikan contoh baik u/anak2.
maaf selingan, ini bukti foto kue sarapan pagi, hasil kerjasama dg istri, agar saya tidak dituduh menyebar HOAX atau pencitraan 浪 https://t.co/UsZeyaIUqJ
7. Orangtua yg tidak memberikan kasih sayang kpd anak2nya.
8. Orangtua yg meninggalkan/membuang anak2nya, pergi meninggalkan anak2 begitu saja.
9. Orangtua yg punya byk anak, tp tdk mampu mendidik & menyekolahkan anak2 mereka, krn jk mau punya anak itu, mk hrs dipikir semuanya.
10. Orangtua yg mengadopsi anak, tapi mengesampingkan hak2 anak kandung, bahkan lebih sayang ke anak adopsi walau sudah jelas anak adopsi itu pemabuk, pezinah, narkoba, dll.
11. Orangtua yg menjodohkan anak2nya dg orang yg buruk akhlaknya, jelek rupanya, & anak2nya tidak suka.
12. Orangtua yg setiap hari berkelahi/berantem/ribut mulut sehingga anak2 tidak merasa damai bahkan sedih, trauma dstnya.
13. Orangtua yg tdk mengembangkan bakat anak2nya & memenuhi keinginan mrk dlm hal kebaikan (kursus bahasa, keterampilan, mengemudi, melukis, sepakbola dll.)
14. Orangtua yg sibuk kerja, tapi tidak menyisihkan waktunya bersama dg anak2 sehingga anak2 kehilangan figur orangtua.
15. Orangtua yg menyerahkan pendidikan/pengasuhan anak2nya ke pembantu/baby sitter/tetangga/orangtua/mertua krn anak2 adlh tanggungjawab orgtua, bukan org lain
16. Orangtua yg memaksa/menyuruh anak2nya yg belum dewasa u/bekerja membantu kehidupan orangtua, krn memenuhi kebutuhan rumah tangga itu kewajiban orang tua bukan anak2! Haram membebani anak2 dg hal yg bukan tanggungjawab mereka.
17. Orangtua yg memberikan nama anak2nya dg nama yg jelek dg arti yg buruk.
18. Orangtua tunggal (janda/duda) yg akan menikah lagi, tapi calon suami/isterinya itu buruk prilakunya dan suka maksiat.
Daftar orangtua durhaka bisa panjang yg bisa ditambahkan sendiri.
Lalu, mana dalilnya orangtua durhaka sesuai daftar di atas?
Banyak, tapi kita ambil bbrpa saja:
Pertama, QS. al-Tahrim/66:6
يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ قُوۤاْ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً
Artinya:
"Wahai orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka..."
Para mufassir saat menjelaskan ayat memasukkan kewajiban orangtua kepada anak. Jika tidak dilakukan, maka berdosa dan bisa disebut sbg orangtua durhaka.
Ibnu Arabi di dalam Tafsirnya Ahkâm al-Qur'ân (j. 4, h. 300) menulis:
أمرٌ بصَرفِ الأبناءِ عن أسبابِ العَذابِ، فيأمُرُهم وينهاهم بما يُصلِحُهم
"Ayat itu mengandung perintah (bagi orangtua) u/ menghindarkan/menjauhkan anak-anak dari sebab-sebab (datangnya) azab. Oleh karena itu,(agar orangtua) menyuruh anak2 u/ melakukan apa2 yang menjadikan mereka baik/baik bagi merdeka &  melarang mereka melakukan keburukan."
Ulama lain menjelaskan maksud ayat tsb.
‏Imam al-Qurtubi dlm tafsirnya al-Jâmi' li-Ahkâm al-Qur'ân menjelaskan makna ayat di atas:
فيه مسألة واحدة ـ وهي الأمر بوقاية الإنسان نفسه وأهلَه النار. قال الضحاك: معناه قُوا أنفسكم، وأهلوكم فَلْيَقُوا أنفسهم ناراً.
‏وروى عليّ بن أبي طلحة عن ابن عباس: قُوا أنفسكم وأْمُرُوا أهليكم بالذكر والدعاء حتى يَقِيَهم الله بكم. وقال عليّ رضي الله عنه وقتادة ومجاهد: قُوا أنفسكم بأفعالكم وقُوا أهليكم بوصِيّتكم
Artinya secara umum:
Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yg bisa membawa ke neraka dg  mengajak anak2nya zikir, doa, & takwa kpd dan itu dilakukan dg nasehat dan teladan perbuatan.
‏Kedua, QS. al-Nûr/24:61, Allah berfirman:
وَلاَ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُواْ مِن بُيُوتِكُمْ
Imam al-Qurtubi menjelaskan maksud ayat ini:
فلم يُفْرَدُوا بالذِّكر إفراد سائر القرابات. فيعلّمه الحلال والحرام، ويجنّبه المعاصي والآثام، إلى غير ذلك من الأحكام
Maksudnya:
Orangtua wajib mengajarkan anak2nya ttg halal dan haram dan menyuruh dan mengawasi anak2nya agar tidak melakukan maksiat dan dosa, juga hukum dan pelajaran lainnya.
Ketiga, QS. Thaha:132 dan QS. al-Syu'ara:214 yg memerintahkan orangtua mengajarkan anak2nya salat & selalu sabar dlm mendidik anak2, juga selalu memperingati agar anak2 tidak terjebak dlm dosa/maksiat.
Banyak lg ayat Alquran ttg kewajiban orangtua, tp kt cukupkan bbrp ayat sj.
‏Mari sekarang kita telaah bbrp hadis Nabi Muhammad saw.
كلُّكم راعٍ ومسؤولٌ عنْ رعيتِه الإمامُ راعٍ وهو مسؤولٌ عنْ رعيتِه والرجلُ في أهلِه راعٍ وهو مسؤولٌ عنْ رعيتِه والمرأةُ راعيةٌ في بيتِ زوجِها وهي مسؤولةٌ عنْ رعيتِها...
HR. Bukhari 893 dan Muslim 1829
Artinya "setiap kalian adalah pemimpin.... seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya yg kelak akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang peprempuan pemimpin di rumah suaminya yg kelak akan dimintakan pertanggungjawabannya"
Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan maksud hadis:
‏دَليلٌ على القيامِ بمَصالحِ رَعيَّتِه الدِّينيَّةِ والدُّنيويَّةِ، بتعليمِهم ونَهْيِهم، وأهلُ الرَّجُلِ -ومِنهم الأبناءُ- مِن جُملةِ رَعِيَّتِه
dlm Syarh Sahih al-Bukhari (j. 9, h. 254).
Maksudnya= orangtua bertanggungjawab penuh bagi anak2 mereka u/ urusan dunia & akhirat, mengajarkan dan mendidik anak2 untuk melakukan sesuatu yg baik dan melarangnya dlm hal2 yg buruk dan dosa.
Hadis lainnya dari Nabi saw.:
حَقُّ الولد على الوالد أن يحسن اسمه ويعلّمه الكتابة ويزوّجه إذا بلغ
Orangtua wajib memberikan nama yg baik, mengajarkannya baca-tulis, dan menikahkan mereka saat sudah siap dan mampu.
Hadis lainnya lagi diriwayatkan Tirmizi 1952, Ahmad 15403, Nabi bersabda:
ما نَحلَ والدٌ ولدًا أفضلَ من أدَبٍ حَسَنٍ
terjemahan bebas: "Tidak ada yang lebih baik dari orangtua kecuali teladan yg baik dan pengajaran akhlak yg baik bagi anak2nya"
Dan banyak lagi hadis-hadis terkait tanggungjawab orangtua kepada anak. Jika mereka tidak melakukannya, maka mereka dpt disebut sbg orangtua durhaka.
Sbg penutup, saya ingin sampaikan ATSAR (riwayat dari sahabat) Umar Ibn Khattab tog ORANGTUA DURHAKA.
‏Riwayat ini saya temukan dlm kitab Tanbîh al-Ghâfilîn (h. 69-70, Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, tahqiq: Abdullatif Hasan Abdurrahman):
أن رجلا جاء  إلي عمر بن الخطاب رضي الله عنه  بابنه و قال : إن ابني هذا يعقني فقال عمر للابن أما تخاف الله في عقوق والدك فإن من حق الوالد كذا؟
‏فقال الولد يا أمير المؤمنين أما كان للابن على والده حق ؟ قال نعم ,حقه عليه أن يستنجب أمه و يحسن اسمه و يعلمه الكتاب فقال الابن : فولله ما استنجب أمي و ما هي إلا سِنْديَّه اشتراها بأربعمائة درهم و لا حسن اسمي سمَّاني جُعَلاً, و لا علمني من كتاب الله آية واحدة فألتفت عمر إلي الأبو قال : تقول ابني يعقني ,فقد عققته قبل أن يعقك.
artinya:
Suatu ketika, seorang ayah mengadu kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab perihal anaknya yang durhaka
“Tidakkah kamu tahu bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang dapat mengundang murka Allah?”
Umar bin Khattab saat memanggil sang anak.
Sang anak berkata. “Tunggu dulu, wahai Amirul Mukminin,”  bukankah si anak juga punya hak terhadap ayahnya?”
“Ya, benar.” jawab Umar.
“Pertama, hendaklah ia memilihkan calon ibu yang baik bagi putranya. Kedua, hendaklah ia menamainya dengan nama yang baik. Dan ketiga, hendaklah ia mengajari membaca Kitab (al-Qur’an).”
Sang anak pun berkata kepada Umar bin al-Khaththab:
“Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, ayahku tak pernah melakukan satu pun dari tiga hal tersebut.”
“Ayahku tidak memilih calon ibu yang baik bagiku. Ibuku hanyalah hamba sahaya yang buruk, berkulit hitam, dan dibeli dari pasar seharga 400 dirham.”
“Setelah lahir pun, ayah menamaiku Ju’alan (kumbang), dan dia tak pernah mengajariku membaca Alquran walau satu ayat.”
Umar pun menghampiri ayah dari anak tadi, kemudian memarahinya:
“Engkaulah yang mendurhakainya sewaktu kecil,” lanjut ‘Umar, “pantaslah kalau ia durhaka kepadamu sekarang.”
Dari riwayat ini jelaslah bahwa ada orangtua durhaka.
Kenapa anak durhaka? Karena orangtuanya juga durhaka!
Ayo, kita putus matarantai keburukan ini mulai dari kita.
Yuk, kita jadi orangtua baik bagi anak2 kita.
Terimalah keadaan & masa lalu yg merupakan bagian dari diri kita. Maafkan, lalu melangkah ke depan.
Semoga Allah kuatkan kita menjadi orangtua yg bertanggungjawab.
Semoga Allah jauhkan kita dari sifat orangtua durhaka, alfatihah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk menambah silaturahim.