SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA dan JIKA BERKENAN TINGGALKAN TAPAK TILAS ANDA, SAYA HANYA BISA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGNNYA

Kamis, 23 Juni 2011

PERJALAN SPIRITUAL IWAN FALS KE PESANTREN

iwan fals1iwan fals2peserta Dialog Budaya Ipeserta dialog budaya IIiwan fals3iwan - sastro - djarum
iwan - sastro..iwan - sastrotanam pohon bersama Iwan fals3tanam pohon bersama Iwan fals2tanam pohon bersama Iwan falsiwan fals-sastro
iwan fals4iwan fals11NOR AFIF AL-JEFRIsyafa'at mubariPERJALANAN PULANG dari jatengDI JAWA TENGAH
makan sak lengsersyaikh kang santriMendung ALLAHNOR AFIF AL-JEFRYNgantuk beratmy name

SEKILAS KEGIATAN YANG SAYA TANGANI BERSAMA TEMAN-TEMANKU

DIALOG BUDAYA BERSAMA IWAN FALS DAN SASTRO



http://www.flickr.com/photos/51511528@N07/5862976484/in/photostream

itu aja yach...

PESTA TASYAKURAN (PERAYAAN) SYIAH ATAS “Kebinasaan Ibunda Kaum Mukminin Aisyah rodiallohu ‘anha dalam Api Neraka”!!


Dilaporkan Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi


عائشة معلقة من رجليها في النار

http://www.youtube.com/watch?v=KY7ax6k3q6w


PERHATIKAN MENIT KE:

* 05:00-05:13
* 05:50-05:56
* 18:47-19:09
* 36:24-36:29
* 37:09- sampai akhir

Pada tanggal 17 Ramadhan 1431 H yang lalu, di saat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia menyibukkan diri untuk beribadah di bulan Ramadhan yang mulia, guna mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah dan ketaatan yang paling dicintai seperti shalat dan puasa, umat Islam dikejutkan dengan adanya perayaan besar yang dilakukan oleh masyarakat Syi’ah Dua Belas Imam di London, Inggris. Acara keji itu dipimpin oleh sejumlah ulama Syi’ah dari berbagai negeri Arab dan non-Arab yang dikepalai oleh Yasir al-Habib. Perayaan itu dilakukan untuk memperingati “kebinasaan” ‘Aisyah di dalam api neraka –wal’iyadzu billah-. Untuk pertama kalinya Syi’ah berani secara terang-terangan melakukan perbuatan nista tersebut. Dahulu mereka melakukan taqiyah yang itu merupakah aqidah suci dalam agama mereka.

Perayaan tersebut berupa penyampaian pidato dan pembacaan sya’ir-sya’ir dalam mengkafirkan, serta melaknat ibunda kaum mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha. Adalah Yasir al-Habib menyampaikan sambutannya di tengah kehadiran banyak orang yang mayoritas mereka mengenakan pita merah, dan sebagian mereka dengan baju merah sebagai kiasan bahwa Ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha berada dalam neraka Jahannam. Kemudian Yasir al-Habib mulai menyampaikan sambutannya dengan menegaskan bahwa ‘Aisyah adalah musuh Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dia menyatakan bahwa sulit baginya untuk menghitung kejahatan-kejahatan ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha terhadap hak Islam dan kaum muslimin. Yang paling keji dari kejahatan-kejahatan tersebut adalah bahwa dia telah membunuh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan racun, turut serta dalam melawan ‘Ali bin Abi Thalib rodiallohu ‘anhu, memberontak dan memeranginya, menyakiti penghulu wanita dunia, Fathimah rodiallohu ‘anha hingga membuatnya menangis, serta kegembiraannya dengan syahidnya Fathimah, dan Amirul Mukminin ‘Ali rodiallohu ‘anhu; melempari jenazah al-Hasan rodiallohu ‘anhu dengan busur-busur panah, penyebab terbunuhnya tiga puluh ribu kaum muslimin, mengotori sirah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan hadits-hadits palsunya, tuduhan kejinya terhadap Mariah al-Qibthiyyah. Selain itu mereka (orang-orang yang beragama syiah itu) menuduh ‘Aisyah rodiallohu ‘anha sebagai orang yang kurang adab, dan berlisan kotor, dan termasuk orang-orang nista lagi fasiq.

Kemudian setelah berbagai tuduhan kotor tersebut, orang hina (Yasir yang zindiq) ini menegaskan dan menetapkan bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam api neraka, bahkan tidak hanya sekedar dalam neraka, bahkan dia bersumpah atas nama Allah, bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam dasar neraka Jahannam, dalam keadaan tergantung kedua kakinya, memakan bangkai, dan tubuhnya sendiri. Semua itu menurutrnya berdasarkan kandungan al-Qur`an dan sunnah. Mudah-mudahan laknat Allah dan seluruh manusia atasnya.

Pada penutupan sambutannya, dia mengajak kepada kaum muslimin untuk shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas “binasanya” ummul mukminin –yang dia sebut ummul mujrimin/ ibunda para penjahat- , serta pindahnya dia kepada adzab pedih lagi kekal di dalam neraka jahannam. Dia juga mengajak kaum mukminin, setelah shalat tersebut, untuk meminta segala kebutuhan mereka kepada Allah, dan segala kebutuhan tersebut akan dipenuhi dengan kelembutan Allah subhanahu wa ta’ala, dan syafa’at Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, serta ahlul bait beliau yang suci ‘alaihimusshalatu wassalam.

Selain itu pembaca yang beriman, pada acara itu telah digantungkan sebuah spanduk besar bertuliskan “Binasanya ‘Aisyah di Dalam Neraka”, dan pada sisi yang berhadapan dengannya digantungkan spanduk bertuliskan “Kebahagiaan al-Husain ‘alaihi salam”, dimana kedua sepanduk tersebut, dengan segala kekejian, dinaikkan untuk menyampaikan ucapan kotornya terhadap Ibunda kita ‘Aisyah –mudah-mudahan Allah meridhainya dan membuatnya ridha.

Perayaan tersebut telah disiarkan secara live oleh sebagian siaran Syi’ah dengan penuh suka cita dan bahagia dengan adanya perayaan besar tersebut. Di sela-sela perayaan jahat itu, disamping melaknat Ummul Mukminin, ditambahkan pula melaknat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat besar lainnya –mudahan-mudahan Allah meridhai mereka semua.

Sungguh, sebelumnya kami mengira bahwa pada tanggal 17 Ramadhan tersebut mereka merayakan kemenangan kaum muslimin atas orang-orang musyrik dalam peperangan Badar, akan tetapi kami dikejutkan bahwa orang-orang musyrik dan orang-orang kafir telah selamat dari lisan-lisan mereka, karena dialihkan untuk melaknat wanita suci, lagi disucikan dari langit ketujuh. Dimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan tentangnya sepuluh ayat dalam surat an-Nur (24) yang menjelaskan sucinya ‘Aisyah dari tuduhan orang-orang munafik. Kemudian datanglaah orang-orang zindiq itu dengan mengatasnamakan cinta kepada ahlul bait, menuduh kehormatan ummul mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha yang suci, dan menyakiti Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam melalui pelecehan mereka terhadap istri yang paling beliau cintai. Mereka dengan lantangnya mengatakan bahwa Istri Nabi yang tercinta itu telah kafir, dan murtad, serta berada dalam dasar neraka Jahannam!!

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا (٥٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al-Ahzab (33): 57)

Wahai bangsa Indonesia, wahai bangsa Malaysia, wahai umat Islam, istri kekasih kalian, al-Mushthafa Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam telah dihinakan sementara kalian semua diam??!!!

Sesungguhnya, saya mengatakannya dengan jujur kepada seluruh ulama dan awamnya kaum muslimin, jika kita tidak melakukan sesuatu maka sesungguhnya kita telah ikut serta dalam kejahatan tersebut. Maka wajib bagi kita memiliki peran dalam membela Ibunda kita, kekasih Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing sesuai dengan kemampuan, kedudukan dan jabatannya. Hendaknya semua tahu bahwa kita akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, dan kita akan dihisab akan keteledoran kita, atau karena kita mendahulukan kemaslahatan duniawi atas kehormatan Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Maka celaka bagi setiap orang yang meremehkan hukuman dan kemurkaan Allah. Secara khusus, hendaknya para ulama berhati-hati. Maka apakah yang akan kita jawab kepada kekasih kita, penghulu kita shollallohu ‘alaihi wa sallam saat beliau nanti bertanya kepada kita pada hari kiamat, apa yang telah kalian lakukan untuk membela kehormatanku?!

Maka jawaban apakah kiranya yang telah kita siapkan untuk pertanyaan tersebut?? Wahai setiap penanggung jawab, saya tahu bahwa Anda semua akan ditanya di hadapan Allah tentang sebaik-baik makhluk-Nya setelah para anbiya`? Siapakah yang memiliki keutamaan (jasa) kepada kita setelah Allah, dan Rasul-Nya, yang karenanya sekarang ini kita menjadi kaum muslimin, dan bagi kita sorga dengan izin Allah jika amal kita baik?! Bukankah para sahabat dan ummahatul mukminin yang telah menjaga Islam serta menyampaikannya kepada orang setelah mereka hingga sampai kepada kita ini…?! Seandainya bukan karena (sebab) mereka niscaya kita tidak akan mendapatkan petunjuk, dan tidak akan shalat, kita akan menjadi para penyembah berhala, api, pohon, dan sapi…! Maka apakah seperti ini kita membalas budi dan jasa mereka?!

Sesungguhnya saya mendorong perhatian Anda untuk bangkit dalam rangka membela kehormatan Nabi dan kekasih Anda Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bangsa Arab telah bangkit, melakukan satu bagian dari kewajiban mereka terhadap tragedi ini. Dan sekarang kami ingin Anda menyempurnakan kewajiban tersebut, dan melakukan peran Anda. Anda semua tidaklah lebih kecil kecemburuan atau kecintaannya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dan Ummahatul mukminin dari bangsa Arab dan selain mereka.

Majalah Qiblati telah ikut menyampaikan gugatan di Inggris, dengan menggabungkan diri bersama sejumlah lembaga ilmiah, dan siaran-siaran satelit, dan dengan keikutsertaan sejumlah besar tokoh melawan orang kafir dari Kuwait yang bernama Yasir al-Habib –laknatullah ‘alaihi- tersebut. Pemerintah Kuwait telah menuntut mengekstradisinya melalui Interpol, akan tetapi Interpol Inggris menolaknya. Oleh karenanya, sudah semestinya bagi kita untuk menambah jumlah para penuntut untuk mengadilinya dengan tuduhan pelecehan agama hingga pemerintah Inggris patuh guna mengadilinya atau mengekstradisinya agar orang-orang kafir jahat itu tahu diri, dan tidak lagi berani lancang terhadap penghulu mereka dan ummahatul mukminin yang mereka itu tidak sebanding dengan debu yang diinjak oleh orang-orang terbaik tersebut -rodiallohu ‘anhum -.

Oleh karena itulah, kami, majalah Qiblati memutuskan membuat sebuah kampanye dengan nama “Kampanye Pembelaan Terhadap Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha”. Guna mendukung, dan ikut serta dalam kampanye ini, kami meminta kepada setiap orang yang cemburu, dari berbagai jam’iyah, organisasi, yayasan, pondok pesantren, lembaga-lembaga, forum-forum, majlis-majlis ilmu, serta masing-masing individu untuk mendukung kampanye ini dengan ikut serta di dalamnya dengan mengirimkan SMS ke nomor

08-1945 575-999

dan menulis di dalamnya nama, no HP jika ada nomor lain, kemudian menulis

“Saya setuju menggugat kasus ini ke pengadilan”

Demikian pula bisa ikut serta dengan mengirimkan email ke

dukungan@qiblati.com

Setelah itu, kami akan menyertakan nama seluruh pendukung kampanye dalam daftar para penggugat di Inggris.

Sesungguhnya saya sangat optimis dengan kebaikan penduduk Indonesia –maupun yang lainnya- dalam membela kehormatan ibunda kita, dan Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bapak dan ibu saya sebagai tebusannya shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Sesungguhnya majalah Qiblati melakukan tugas ini karena keyakinan terhadap pentingnya peranan dalam menerangi masyarakat, dalam menyatukan suara, dan barisan menuju hal-hal yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi Islam dan kaum muslimin, serta bagi dunia ini.

Kami memohon agar semua pihak ikut andil dalam menyebarkan kampanye ini melalui email, serta mendorong manusia untuk ikut serta di dalamnya. Siapa saja bisa mengcopy makalah ini dari website Qiblati untuk kemudian menyebarkannya di antara manusia di setiap tempat. Dan wajib ada satu jejak bagi kita dalam membela ibunda kita. Demi Allah, seandainya ada seseorang yang berbicara tentang kehormatan Ibunda kita sendiri, niscaya kita tidak akan diam, lalu bagaimana dengan ibunda kaum mukminin Aisyah rodiallohu ‘anha yang lebih baik dari ibu kita semua?!

Wahai bunda, janganlah bersedih…!

Engkau adalah kehormatan kami

Kehormatan Nabi kami…

Bunda, janganlah bersedih…!

Janganlah bersedih…!

Kami, Umat islam; anak-anakmu

Siap berkorban membelamu

Agar saya bisa memotong jalan atas sebagian orang-orang Syi’ah yang akan mengingkari perbuatan tersebut sebagai taqiyyah (kepura-puraan) dan kedustaan, maka sesungguhnya saya mengatakan dengan jujur bahwa setiap syi’ah berkeyakinan akan kekafiran ‘Aisyah, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat yang lain. Dikarenakan seluruh kitab induk mereka terang-terangan dalam masalah ini. Maka asas dan ushul agama mereka berdiri di atas pengkafiran para sahat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, sekalipun mereka tidak terang-terangan mengatakanya sebagai bentuk taqiyah.

Agar saya bisa menetapkan kejujuran ucapan saya, saya menantang setiap Yayasan Resmi Syi’ah di Indonesia atau yang lain di dunia untuk mengeluarkan satu penjelasan yang di dalamnya diterangkan bahwa Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha adalah ibu mereka, dan bahwa beliau adalah wanita mukminah dan penghuni sorga. Sesungguhnya saya, dengan ucapan ini ingin menelanjangi aqidah satu kaum yang berdiri di atas kedustaan dan penipuan. Saya ingin menjelaskan kepada orang-orang yang terperdaya dari para penyeru kepada toleransi dan pendekatan tentang satu hakikat yang tersamarkan, serta aqidah rusak milik para penentang al-Qur`an dan sunnah tersebut. Sesungguhnya saya berpegang dengan tuntutan saya ini, dan tuntutan inilah yang nantinya akan menetapkan kepada kaum muslimin secara umum jika saya benar atau dusta. Sebagai penguat ucapan saya, al-Mujamma’ al-‘Alami Liahlil Bait (Majelis Internasional untuk Ahlul Bait), demi meredakan kemarahan kita, terpaksa mengeluarkan satu pernyataan yang di dalamnya terdapat celaan terhadap tragedi tersebut tanpa memberikan pembelaan terhadap Ummul Mukminin dengan anggapan bahwa hilah (kilah) mereka, serta kedustaan mereka akan bisa menipu kita. Bahkan penjelasan mereka hanyalah bersifat umum, serta tidak menyebut nama ‘Aisyah rodiallohu ‘anhu sama sekali. Apakah Anda tahu sebabnya? Jawabannya adalah agar mereka tidak terpaksa mengatakan ridhiyallahu ‘anha kepada beliau. Tenanglah wahai para pengurus Majelis Internasional untuk Ahlul Bait, kami telah tersadar untuk kalian dengan izin Allah. Kalian mau mengucapkan radhiyallahu ‘anha terhadapnya atau kalian mengakui bahwa dia adalah ibunda kaum mukminin, dan bahwa dia berada di sorga, atau saya nasihatkan kepada kalian semua untuk menulis dalam penjelasan kalian itu satu ungkapan “untuk orang-orang yang tertipu saja”. Berikut komentar saya terhadap pernyataan kalian tersebut.

Karena saya sangat faham tentang cara-cara licik syi’ah, maka terlebih dulu saya akan menjelaskan bagaimana jawaban mereka. Kemungkinan terbaik, mereka akan menjawab bahwa “kami mengingkari (memprotes) perayaan memalukan tersebut, dan kami tidak menerimanya, dan ‘Aisyah menurut kami adalah seorang muslimah”. Ini adalah tipuan yang masyhur dari mereka. Mereka akan menggunakannya untuk menipu, dan itu adalah biasa. Karena di dalam ushul aqidah mereka disebutkan bahwa setiap orang yang tidak beriman dengan kewalian Ali dan para imam setelahnya bukanlah orang mukmin. Islam bukanlah syarat untuk selamat. Seluruh ulama Syi’ah telah sepakat, yang dulu dan yang sekarang, tidak ada khilaf di antara mereka, tentang aqidah imamah yang menyelisihi kaum muslimin, dan mereka mengkafirkan kaum muslimin karenanya. Syi’ah berkeyakinan bahwa keimanan tidak akan sempurna bagi seorang manusia hingga dia beriman dengan kewalian Ali (langsung setelah nabi wafat). Jika dia tidak beriman, maka dia bukan orang mukmin sekalipun dia beriman dengan rukun-rukun iman yang lain. Dan imamah ini, siapa yang tidak mengimaninya, menurut Syi’ah dia telah kafir kepada Allah, dan sedikit dari mereka menjadikannya sebagai orang fasiq yang tidak beriman.

Oleh karena itu, termasuk perkara yang mustahil bila mereka berkeyakinan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, para sahabat secara umum, dan ‘Aisyah –mudah-mudahan Allah meridhai mereka semua- serta kaum muslimin secara umum adalah orang-orang beriman. Akan tetapi mereka hanya mengatakan sebagai orang-orang muslim saja, karenak penilaian mereka sebagai orang mukmin akan meruntuhkan imamah yang itu merupakan asas agama mereka, dan apa yang bertautan dengannya dari sifat ma’shum dan lainnya. Setiap orang yang berbasa-basi dan berbaik sangka kepada mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah kafir menurut mereka, dan berhak kekal selamanya di dalam api neraka berdasarkan kitab induk mereka.

Sesungguhnya saya katakan kepada setiap orang muslim, bahwa kami, ketika mengkafirkan mereka yang merayakan perayaan tersebut, bukan hanya karena mereka mengkafirkan ummahatul mukminin dan para sahabat saja, akan tetapi karena ijma’ (kesepakatan) ulama kaum muslimin yang menyatakan bahwa siapa yang menuduh, dan mencaci Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha maka dia telah kafir.

Ibnu Katsir rohimahulloh berkata dalam tafsir surat an-Nur (24): ‘Para ulama rahimahumullah, telah sepakat bahwa siapa yang mencaci dan menuduhnya dengan tuduhan yang dituduhkan kepadanya, maka dia kafir, karena menentang al-Qur`an.’ (Tafsirul Qur`anul ‘Azhim, (2/276)), beliau juga menyebutkan ijma’ tersebut dalam al-Bidayah wan-Nihayah (8/92).

Al-Qodhi Abu Ya’la rohimahulloh berkata, ‘Siapa yang menuduh zina ‘Aisyah rodiallohu ‘anha dengan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala telah mensucikannya, maka dia telah kafir, tanpa ada khilaf (perselisihan),’ (as-Sharimul Maslul (566-567))

Imam as-Subkiy rohimahulloh berkata, ‘Adapun fitnah terhadap ‘Aisyah rodiallohu ‘anha, wal’iyadzu billah, maka itu mewajibkan pembunuhan karena dua perkara; salah satunya adalah bahwa al-Qur`an telah bersaksi akan kebersihannya dari tuduhan tersebut, maka mendustakannya adalah kekufuran, dan menfitnahnya termasuk kedustaan terhadapnya; yang kedua, bahwa dia adalah istri Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, menfitnahnya berarti menghina Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan menghina beliau adalah kekufuran.’ (Fatawa as-Subki, (2/592))

sumber: http://qiblati.com/pesta-tasyakuran-syiah.html

Imam an-Nawawi rohimahulloh berkata dalam Syarah Shahih Muslim (17/117-118), ‘Kebersihan ‘Aisyah rodiallohu ‘anha dari tuduhan zina, adalah sebuah kebersihan secara qath’i dengan nas al-Qur`an yang mulia, seandainya seseorang yang meragukannya wal’iyadzu billah, maka dia menjadi kafir, lagi murtad berdasarkan ijma’ seluruh kaum muslimin.’

Ibnu Qudamah al-Maqdisiy rohimahulloh berkata dalam Lum’atul I’tiqad (29), ‘Termasuk sunnah adalah mengucapkan radhiyallahu ‘anha kepada istri-istri Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, ummahatul mukminin (ibunda kuam mukmin) yang suci dan dibebaskan dari segala keburukan. Yang paling utama dari mereka adalah Khadijah binti Khuwailid, dan ‘Aisyah as-Shiddiqah binti ash-Shiddiq yang dibebaskan oleh Allah di dalam kitab-Nya, istri Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat. Maka barangsiapa menuduhnya dengan apa-apa yang Allah telah membebaskannya, maka dia telah kafir kepada Allah yang Maha Agung.’

As-Suyuthi rohimahulloh berkata dalam kitabnya al-Iklil fi Istinbathit Tanzil (19), ‘Para ulama telah berdalil dengannya –ayat ifk- bahwa siapa yang menuduhnya, maka dia dibunuh karena kedustaannya terhadap nash al-Qur`an. Para ulama berkata, ‘Menuduh ‘Aisyah adalah sebuah kekufuran, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah bertasbih kepada dirinya sendiri saat menyebutnya, seraya berfirman [سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيْمٌ] Maha Suci Engkau, ini adalah sebuah kebohongan yang nyata. Sebagaimana Dia bertasbih, mensucikan Dzat-Nya saat menyebutkan apa yang orang-orang musyrik mensifati-Nya dengan istri dan anak.”

Ini adalah ucapan orang-orang dahulu dari para imam semuanya, di dalamnya terdapat penjelasan jelas bahwa umat ini telah sepakat bahwa siapa yang mencaci Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha, serta menuduhnya dengan apa yang dituduhkan oleh para penuduh maka sesungguhnya dia telah kafir, dimana dia mendustakan Allah, terhadap berita berlepas dirinya ‘Aisyah dari tuduhan itu, berikut kesuciannya rodiallohu ‘anha, dan sebagai hukumannya adalah dibunuh karena murtad dari agama Islam.

Bahkan para imam kaum muslimin telah mengungkapkan bahwa hanya sekedar membenci para sahabat saja telah kafir. Mereka berdalil dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٢٩)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath (48): 29)

Imam Malik rohimahulloh, dari ayat ini mengambil istinbath hukum akan kekafiran orang yang membenci para sahabat, dikarenakan para sahabat menjengkelkan mereka, dan siapa dijengkelkan oleh para sahabat maka dia kafir. Imam syafi’i dan lainnya pun menyetujuinya. (As-Showa’iqul Muhriqah (317), Tafsir Ibnu Katsir (4/204))

Jika Imam Malik, dan Imam Syafi’i rohimahulloh, serta selain mereka dari para Imam –mudah-mudahan Allah merahmati mereka, mengungkapkan bahwa hanya sekedar membenci para sahabat adalah kekufuran, maka bagiamana pula dengan mengkafirkan mereka, melaknat, mencaci, serta menuduh mereka dengan perbuatan keji?!!

Ya Allah, atasMulah urusan Yasir yang keji itu, dan orang-orang yang mengikuti jalannya. Lumpuhkan tubuhnya dan bisukan lisannya. Jadikanlah dia berharap mati, dan tidak menemuinya. Ya Allah, tampakkanlah kepada kami keajaiban kekuasaan-Mu pada dirinya. Turunkanlah kepadanya hukuman dan balasan-Mu yang tidak akan tertolak dari kaum pendosa. Ya Allah kuasakanlah atasnya tentara-tentara langit dan bumi. Ya Allah jadikanlah dia sebagai satu tanda, dan pelajaran bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Adzablah dia ya Allah sebagai azab dari yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Ya Allah, potonglah tubuh-tubuhnya sepotong demi sepotong, dan janganlah Engkau mematikannya hingga dia merasakan azab setiap anggota tubuhnya. Ya Allah, kami memohon kepadaMu untuk mengabulkan, Ya Jabbar, Ya ‘Azhim, Ya Qowiyu, Ya ‘Azizu, wahasbunallahu wani’mal wakil.

Semoga selawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, kepada seluruh keluarga beliau, terutama para ummahatul mukminin, dan kepada seluruh para sahabat semuanya. (AR)‎*

Awas Buku Syi’ah

Jika kita ke toko buku, terkadang tertarik dengan suatu buku. Namun jangan tergesa-gesa dahulu untuk membelinya. Lihat dulu pengarangnya. Apakah dari Ahlus Sunnah wal jama’ah atau bukan. Kalo perlu, lihat juga penerjemahnya (untuk yang bahasa Indonesia) dan penerbitnya. Jangan sampai kita salah di dalam memilih buku.
Pada kesempatan ini kami bawakan daftar buku-buku syiah yang kami dapatkan dari situs salah satu yayasan syiah di Yogyakarta.
Maksud kami ini tidak lain dan tidak bukan agar kita tidak tersesat dalam memilih buku. Kita tahu dan belajar kejelekan bukan untuk kita amalkan tapi untuk kita jauhi.

Penerbit : Lentera

1. Akhlak Keluarga Nabi, Musa Jawad Subhani
2. Ar-Risalah, Syaikh Ja’far Subhani
3. As-Sair Wa As-suluk, Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba’i Bahrul Ulum
4. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Khalil Al Musawi
5. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, Khalil al-Musawi
6. Bagaimana Menyukseskan Pergaulan, Khalil al-Musawi
7. Belajar Mudah Tasawuf, Fadlullah Haeri
8. Belajar Mudah Ushuluddin, Syaikh Nazir Makarim Syirasi
9. Berhubungan dengan Roh, Nasir Makarim Syirazi
10. Ceramah-Ceramah (1), Murtadha Muthahhari
11. Ceramah-Ceramah (2), Murtadha Muthahhari
12. Dunia Wanita Dalam Islam, Syaikh Husain Fadlullah
13. Etika Seksual dalam Islam, Murtadha Muthahhari
14. Fathimah Az-Zahra, Ibrahim Amini
15. Fiqih Imam Ja’far Shadiq [1], Muhammad Jawad Mughniyah
16. Fiqih Imam Ja’far Shadiq Buku [2], Muh Jawad Mughniyah
17. Fiqih Lima Mazhab, Muh Jawad Mughniyah
18. Fitrah, Murthadha Muthahhari
19. Gejolak Kaum Muda, Nasir Makarim Syirazi
20. Hak-hak Wanita dalam Islam, Murtadha Muthahhari
21. Imam Mahdi Figur Keadilan, Jaffar Al-Jufri (editor)
22. Kebangkitan di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
23. Keutamaan & Amalan Bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan,Sayid Mahdi
al-Handawi
24. Keluarga yang Disucikan Allah, Alwi Husein, Lc
25. Ketika Bumi Diganti Dengan Bumi Yang Lain, Jawadi Amuli
26. Kiat Memilih Jodoh, Ibrahim Amini
27. Manusia Sempurna, Murtadha Muthahhari
28. Mengungkap Rahasia Mimpi, Imam Ja’far Shadiq
29. Mengendalikan Naluri, Husain Mazhahiri
30. Menumpas Penyakit Hati, Mujtaba Musawi Lari
31. Metodologi Dakwah dalam Al-Qur’an, Husain Fadhlullah
32. Monoteisme, Muhammad Taqi Misbah
33. Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani, Husain Mazhahiri
34. Memahami Esensi AL-Qur’an, S.M.H. Thabatabai
35. Menelusuri Makna Jihad, Husain Mazhahiri
36. Melawan Hegemoni Barat, M. Deden Ridwan (editor)
37. Mengenal Diri, Ali Shomali
38. Mengapa Kita Mesti Mencintai Keluarga Nabi Saw, Muhammad Kadzim
Muhammad Jawad
39. Nahjul Balaghah, Syarif Radhi (penyunting)
40. Penulisan dan Penghimpunan Hadis, Rasul Ja’farian
41. Perkawinan Mut’ah Dalam Perspektif Hadis dan Tinjauan Masa Kini, Ibnu
Mustofa (editor)
42. Perkawinan dan Seks dalam Islam, Sayyid Muhammad Ridhwi
43. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur’an (1), Murtadha Muthahhari
44. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur’an (2), Murtadha Muthahhari
45. Pintar Mendidik Anak, Husain Mazhahiri
46. Rahasia Alam Arwah, Sayyid Hasan Abthahiy
47. Suara Keadilan, George Jordac
48. Yang Hangat dan Kontroversial dalam Fiqih, Ja’far Subhani
49. Wanita dan Hijab, Murtadha Muthahhari

Penerbit : Pustaka Hidayah

1. 14 Manusia Suci, WOFIS IRAN
2. 70 Salawat Pilihan, Al-Ustads Mahmud Samiy
3. Agama Versus Agama, Ali Syari’ati
4. Akhirat dan Akal, M Jawad Mughniyah
5. Akibat Dosa, Ar-Rasuli Al-Mahalati
6. Al-Quran dan Rahasia angka-angka, Abu Zahrah Al Najdiy
7. Asuransi dan Riba, Murtadha Muthahhari
8. Awal dan Sejarah Perkembangan Islam Syiah, S Husain M Jafri
9. Belajar Mudah Ushuluddin, Dar al-Haqq
10. Bimbingan Keluarga dan Wanita Islam, Husain Ali Turkamani
11. Catatan dari Alam Ghaib, S Abd Husain Dastaghib
12. Dari Saqifah Sampai Imamah, Sayyid Husain M. Jafri
13. Dinamika Revolusi Islam Iran, M Riza Sihbudi
14. Falsafah Akhlak, Murthadha Muthahhari
15. Falsafah Kenabian, Murthada Muthahhari
16. Gerakan Islam, A. Ezzati
17. Humanisme Antara Islam dan Barat, Ali Syari’ati
18. Imam Ali Bin Abi Thalib & Imam Hasan bin Ali Ali Muhammad Ali
19. Imam Husain bin Ali & Imam Ali Zainal Abidin Ali Muhammad Ali
20. Imam Muhammad Al Baqir & Imam Ja’far Ash-Shadiq Ali Muhammad Ali
21. Imam Musa Al Kadzim & Imam Ali Ar-Ridha Ali Muhammad Ali
22. Inilah Islam, SMH Thabataba’i
23. Islam Agama Keadilan, Murtadha Muthahhari
24. Islam Agama Protes, Ali Syari’ati
25. Islam dan Tantangan Zaman, Murthadha Muthahhari
26. Jejak-jejak Ruhani, Murtadha Muthahhari
27. Kepemilikan dalam Islam, S.M.H. Behesti
28. Keutamaan Fatimah dan Ketegaran Zainab, Sayyid Syarifuddin Al Musawi
29. Keagungan Ayat Kursi, Muhammad Taqi Falsafi
30. Kisah Sejuta Hikmah, Murtadha Muthahhari
31. Kisah Sejuta Hikmah [1], Murthadha Muthahhari
32. Kisah Sejuta Hikmah [2],Murthadha Muthahhari
33. Memilih Takdir Allah, Syaikh Ja’far Subhani
34. Menapak Jalan Spiritual, Muthahhari & Thabathaba’i
35. Menguak Masa Depan Umat Manusia, Murtadha Muthahhari
36. Menolak Isu Perubahan Al-Quran, Rasul Ja’farian
37. Mengurai Tanda Kebesaran Tuhan, Imam Ja’far Shadiq
38. Misteri Hari Pembalasan, Muhsin Qara’ati
39. Muatan Cinta Ilahi, Syekh M Mahdi Al-syifiy
40. Nubuwah Antara Doktrin dan Akal, M Jawad Mughniyah
41. Pancaran Cahaya Shalat, Muhsin Qara’ati
42. Pengantar Ushul Fiqh, Muthahhari & Baqir Shadr
43. Perayaan Maulid, Khaul dan Hari Besar Islam, Sayyid Ja’far Murtadha
al-Amili
44. Perjalanan-Perjalanan Akhirat, Muhammad Jawad Mughniyah
45. Psikologi Islam, Mujtaba Musavi Lari
46. Prinsip-Prinsip Ijtihad Dalam Islam, Murtadha Muthahhari& M. Baqir Shadr
47. Rasulullah SAW dan Fatimah Ali Muhammad Ali
48. Rasulullah: Sejak Hijrah Hingga Wafat, Ali Syari’ati
49. Reformasi Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
50. Salman Al Farisi dan tuduhan Terhadapnya, Abdullah Al Sabitiy
51. Sejarah dalam Perspektif Al-Quran, M Baqir As-Shadr
52. Tafsir Surat-surat Pilihan [1], Murthadha Muthahhari
53. Tafsir Surat-surat Pilihan [2], Murthadha Muthahhari
54. Tawasul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali, Syaikh Ja’far Subhani
55. Tentang Dibenarkannya Syafa’at dalam Islam, Syaikh Ja’far Subhani
56. Tujuan Hidup, M.T. Ja’fari
57. Ummah dan Imamah, Ali Syari’ati
58. Wanita Islam & Gaya Hidup Modern, Abdul Rasul Abdul Hasan al-Gaffar

Penerbit : MIZAN

1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi’ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba’i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari’ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha’iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari’ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur’an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari’ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja’far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari’ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur’an, SMH Thabathaba’i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat (*0
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi’ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja’far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir

Penerbit : YAPI JAKARTA

1.Abdullah Bin Saba’ dalam Polemik, Non Mentioned
2.Abdullah Bin Saba’ Benih Fitnah, M Hashem
3.Al Mursil Ar Rasul Ar Risalah, Muhammad Baqir Shadr
4.Cara Memahami Al Qur’an, S.M.H. Bahesti
5.Hukum Perjudian dalam Islam, Sayyid Muhammad Shuhufi
6.Harapan Wanita Masa Kini, Ali Shari’ati
7.Hubungan Sosial Dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
8.Imam Khomeini dan Jalan Menuju Integrasi dan Solidaritas Islam, Zubaidi
Mastal
9.Islam Dan Mazhab Ekonomi, Muhammad Baqir Shadr
10. Kedudukan Ilmu dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
11. Keluarga Muslim, Al Balaghah Foundation
12. Kebangkitan Di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
13. Keadilan Ilahi, Nasir Makarim Syirazi
14. Kenabian, Nasir Makarim Syirazi
15. Kota Berbenteng Tujuh, Fakhruddin Hijazi
16. Makna Ibadah, Muhammad Baqir Shadr
17. Menuju Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
18. Mi’raj Nabi, Nasir Makarim Syrazi
19. Nasehat-Nasehat Imam Ali, Non Mentioned
20. Prinsip-Prinsip Ajaran Islam, SMH Bahesti
21. Perjuangan Melawan Dusta, Bi’that Foundation
22. Persaudaraan dan Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
23. Perjanjian Ilahi Dalam Al-Qur’an, Abdul Karim Biazar
24. Rasionalitas Islam, World Shi’a Muslim Org.
25. Syahadah, Ali Shari’ati
26. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
27. Sebuah Kajian Tentang Sejarah Hadis, Allamah Murthadha Al Askari
28. Tauhid, Nasir Makarim Syirazi
29. Wasiat Atau Musyawarah, Ali Shari’ati
30. Wajah Muhammad, Ali Shari’ati

Penerbit : YAPI Bangil

1. Akal dalam Al-Kafi, Husein al-Habsyi
2. Ajaran- ajaran Al-Quran, Sayid T Burqi & Bahonar
3. Bimbingan Sikap dan Perilaku Muslim, Al Majlisi Al-Qummi
4. Hawa Nafsu, M Mahdi Al Shifiy
5. Konsep Ulul Amri dalam Mazhab-mazhab Islam, Musthafa Al Yahfufi
6. Kumpulan Khutbah Idul Adha, Husein al-Habsyi
7. Kumpulan Khutbah Idul Fitri, Husein al-Habsyi
8. Metode Alternatif Memahami Al-Quran, Bi Azar Syirazi
9. Manusia Seutuhnya, Murtadha Muthahhari
10. Polemik Sunnah-Syiah Sebuah Rekayasa, Izzudddin Ibrahim
11. Pesan Terakhir Rasul, Non Mentioned
12. Pengantar Menuju Logika, Murtadha Muthahhari
13. Shalat Dalam Madzhab AhlulBait, Hidayatullah Husein Al-Habsyi

Penerbit : Rosdakarya

1. Catatan Kang Jalal, Jalaluddin Rakhmat
2. Derita Putri-Putri Nabi, M. Hasyim Assegaf
3. Fatimah Az Zahra, Jalaluddin Rakhmat
4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib, Jalaluddin Rakhmat
5. Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat
6. Rintihan Suci Ahlul Bait Nabi, Jalaluddin Rakhmat
7. Tafsir Al fatihah: Mukaddimah, Jalaluddin Rakhmat
8. Tafsir Bil Ma’tsur, Jalaluddin Rakhmat
9. Zainab Al-Qubra, Jalaluddin Rakhmat

Penerbit : Al-Hadi

1. Al-Milal wan-Nihal, Ja’far Subhani
2. Buku Panduan Menuju Alam Barzakh, Imam Khomeini
3. Fiqh Praktis, Hasan Musawa

Penerbit : CV Firdaus
1. Al-Quran Menjawab Dilema keadilan, Muhsin Qira’ati
2. Imamah Dan Khalifah, Murtadha Muthahhari
3. Keadilan Allah Qadha dan Qadhar, Mujtaba Musawi Lari
4. Kemerdekaan Wanita dalam Keadilan Sosial Islam, Hashemi Rafsanjani
5. Pendidikan Anak: Sejak Dini Hingga Masa Depan, Mahjubah Magazine
6. Tafsir Al Mizan: Ayat-ayat Kepemimpinan, S.M.H. Thabathaba’i
7. Tafsir Al-Mizan: Surat Al-Fatihah, S.M.H. Thabathaba’i
8. Tafsir Al-Mizan: Ruh dan Alam Barzakh, S.M.H. Thabathaba’i
9. Tauhid: Pandangan Dunia Alam Semesta, Muhsin Qara’ati
10. Al-Qur’an Menjawab Dilema Keadilan, Muhsin Qara’ati

Penerbit : Pustaka Firdaus

1. Saat Untuk Bicara, Sa’di Syirazi
2. Tasawuf: Dulu dan Sekarang, Seyyed Hossein Nasr

Penerbit : Risalah Masa

1. Akar Keimanan, Sayyid Ali Khamene’i
2. Dasar-Dasar Filsafat Islam[2], Bahesty & Bahonar
3. Hikmah Sejarah-Wahyu dan Kenabian [3], Bahesty & Bahonar
4. Kebebasan berpikir dan Berpendapat dalam Islam, Murtadha Muthahhari
5. Menghapus Jurang Pemisah Menjawab Buku al Khatib, Al Allamah As Shafi
6. Pedoman Tafsir Modern, Ayatullah Baqir Shadr
7. Kritik Terhadap Materialisme, Murtadha Muthahhari
8. Prinsip-Prinsip Islam [1], Bahesty & Bahonar
9. Syi’ah Asal-Usul dan Prinsip Dasarnya, Sayyid Muh. Kasyful Ghita
10. Tauhid Pembebas Mustadh’afin, Sayyid Ali Khamene’i
11. Tuntunan Puasa, Al-Balagha
12. Wanita di Mata dan Hati Rasulullah, Ali Syari’ati
13. Wali Faqih: Ulama Pewaris Kenabian,

Penerbit : Qonaah
Pendekatan Sunnah Syi’ah, Salim Al-Bahansawiy

Penerbit : Bina Tauhid
Memahami Al Qur’an, Murthadha Muthahhari

Penerbit : Mahdi
Tafsir Al-Mizan: Mut’ah, S.M.H. Thabathabai

Penerbit : Ihsan
Pandangan Islam Tentang Damai-Paksaan, Muhammad Ali Taskhiri

Penerbit : Al-Kautsar
1. Agar Tidak Terjadi Fitnah, Husein Al Habsyi
2. Dasar-Dassar Hukum Islam, Muhsin Labib
3. Nabi Bermuka Manis Tidak Bermuka Masam, Husein Al Habsyi
4. Sunnah Syi’ah Dalam Ukhuwah Islamiyah, Husain Al Habsyi
5. 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait, Jalaluddin Suyuti

Penerbit : Al-Baqir
1. 560 Hadis Dari Manusia Suci, Fathi Guven
2. Asyura Dalam Perspektif Islam, Abdul Wahab Al-Kasyi
3. Al Husein Merajut Shara Karbala, Muhsin Labib
4. Badai Pembalasan, Muhsin Labib
5. Darah Yang Mengalahkan Pedang, Muhsin Labib
6. Dewi-Dewi Sahara, Muhsin Labib
7. Membela Para Nabi, Ja’far Subhani
8. Suksesi, M Baqir Shadr
9. Tafsir Nur Tsaqalain, Ali Umar Al-Habsyi

Penerbit : Al-Bayan
1.Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami Istri, Ibrahim Amini
2.Mengarungi Samudra Kebahagiaan, Said Ahtar Radhawi
3.Teladan Suci Kelurga Nabi, Muhammad Ali Shabban

Penerbit : As-Sajjad
1.Bersama Orang-orang yang Benar, Muh At Tijani
2.Imamah, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi
3.Ishmah Keterpeliharaan Nabi Dari Dosa, Syaikh Ja’far Subhani
4.Jihad Akbar, Imam Khomeini
5.Kemelut Kepemimpinan, Ayatullah Muhammad Baqir Shadr
6.Kasyful Asrar Khomeini, Dr. Ibrahim Ad-Dasuki Syata
7.Menjawab Berbagai Tuduhan Terhadap Islam, Husin Alhabsyi
8.Nabi Tersihir, Ali Umar
9.Nikah Mut’ah Ja’far, Murtadha Al Amili
10. Nikah Mut;ah Antara Halal dan Haram, Amir Muhammad Al-Quzwainy
11. Surat-Surat Revolusi, AB Shirazi

Penerbit : Basrie Press
1.Ali Bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, Murtadha Muthahhari
2.Manusia Dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
3.Fiqh Lima Mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah

Penerbit : Pintu Ilmu
Siapa, Mengapa Ahlul Bayt, Jamia’ah Al-Ta’limat Al-Islamiyah Pakistan

Penerbit : Ulsa Press
1. Mengenal Allah, Sayyid MR Musawi Lari
2.Islam Dan Nasionalisme, Muhammad Naqawi
3.Latar Belakang Persatuan Islam, Masih Muhajeri
4.Tragedi Mekkah Dan Masa Depan Al-Haramain, Zafar Bangash
5.Abu Dzar, Ali Syari’ati
6.Aqidah Syi’ah Imamiyah, Syekh Muhammad Ridha Al Muzhaffar
7.Syahadat Bangkit Bersaksi, Ali Syari’ati

Penerbit : Gua Hira
Kepemimpinan Islam, Murtadha Muthahhari

Penerbit : Grafiti
1. Islam Syi’ah: Allamah M.H. Thabathaba’i
2. Pengalaman Terakhir Syah, William Shawcross
3. Tugas Cendikiawan Muslim, Ali Syaria’ti

Penerbit : Effar Offset
Dialog Pembahasan Kembali Antara Sunnah & Syi’ah Sulaim Al-Basyari & Syaraduddien Al ‘Amili

Penerbit : Shalahuddin Press
1. Fatimah Citra Muslimah Sejati, Ali Syari’ati
2. Gerbang Kebangkitan, Kalim Siddiqui
3. Islam Konsep Akhlak Pergerakan, Murtadha Muthahhari
4. Panji Syahadah, Ali Syari’ati.
5. Peranan Cendekiawan Muslim, Ali Syari’ati

Penerbit : Ats-Tsaqalain
Sunnah Syi’ah dalam Dialog, Husein Al Habsyi

Penerbit : Pustaka
Kehidupan Yang Kekal, Morteza Muthahari

Penerbit : Darut Taqrib
Rujuk Sunnah Syi’ah, M Hashem

Penerbit : Al-Muntazhar
1. Fiqh Praktis Syi’ah Imam Khomeini, Araki, Gulfaigani, Khui
2. Ringkasan Logika Muslim, Hasan Abu Ammar
3. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
4. Tauhid: Rasionalisme Dan Pemikiran dalam Islam, Hasan Abu Ammar

Penerbit : Gramedia
Biografi Politik Imam Khomeini, Riza Sihbudi

Penerbit : Toha Putra
Keutamaan Keluarga Rasulullah, Abdullah Bin Nuh

Penerbit : Gerbang Ilmu
Tafsir Al-Amtsal (Jilid 1), Nasir Makarim Syirazi

Penerbit : Al-Jawad
1. Amalan Bulan Ramadhan Husein Al-Kaff
2. Mi’raj Ruhani [1], Imam Khomeini
3. Mi’raj Ruhani [2] Imam Khomeni
4. Mereka Bertanya Ali Menjawab, M Ridha Al-Hakimi
5. Pesan Sang Imam, Sandy Allison (penyusun)
6. Puasa dan Zakat Fitrah Imam Khomeini & Imam Ali Khamene’i

Penerbit : Jami’ah al-Ta’limat al-Islamiyah
Tuntutan Hukum Syari’at, Imam Abdul Qasim

Penerbit : Sinar Harapan
1. Iran Pasca Revolusi, Syafiq Basri
2. Perang Iran Perang Irak, Nasir Tamara
3. Revolusi Iran, Nasir Tamara

Penerbit : Mulla Shadra
1. Taman Para Malaikat, Husain Madhahiri
2. Imam Mahdi Menurut Ahlul Sunnah Wal Jama’ah, Hasan Abu Ammar

Penerbit : Duta Ilmu
1. Wasiat Imam Ali, Non Mentioned
2. Menuju Pemerintah Ideal, Non Mentioned

Penerbit : Majlis Ta’lim Amben
114 Hadis Tanaman, Al Syeikh Radhiyuddien

Penerbit : Grafikatama Jaya
Tipologi Ali Syari’ati

Penerbit : Nirmala
Menyingkap Rahasia Haji, Syeikh Jawadi Amuli

Penerbit : Hisab
Abu Thalib dalam Polemik, Abu Bakar Hasan Ahmad

Penerbit : Ananda
Tentang Sosiologi Islam, Ali Syari’ati

Penerbit : Iqra
Islam dalam Perspektif Sosiologi Agama, Ali Shari’ati

Penerbit : Fitrah
Tuhan dalam Pandangan Muslim, S Akhtar Rizvi

Penerbit : Lentera Antarnusa
Sa’di Bustan, Sa’di

Penerbit : Pesona
Membaca Ali Bersama Ali Bin Abi Thalib, Gh R Layeqi

Penerbit : Rajawali Press
Tugas Cendekiawan Muslim, Ali Shari’ati

Penerbit : Bina Ilmu
Demonstran Iran dan Jum’at Berdarah di Makkah, HM Baharun

Penerbit : Pustaka Pelita
1. Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Muh Al Tijani Al Samawi
2. Cara Memperoleh Haji Mabrur, Husein Shahab
3. Fathimah Az-Zahra: Ummu Abiha, Taufik Abu ‘Alama
4. Pesan Terakhir Nabi, Non Mentioned

Penerbit : Pustaka
1. Etika Seksual dalam Islam, Morteza Muthahhari
2. Filsafat Shadra, Fazlur Rahman
3. Haji, Ali Syari’ati
4. Islam dan Nestapa Manusia Modern, Seyyed Hosein Nasr
5. Islam Tradisi Seyyed, Hosein Nasr
6. Manusia Masa Kini Dan Problem Sosial, Muhammad Baqir Shadr
7. Reaksi Sunni-Syi’ah, Hamid Enayat
8. Surat-Surat Politik Imam Ali, Syarif Ar Radhi
9. Sains dan Peradaban dalam Islam, Sayyed Hossein Nasr

Penerbit : Pustaka Jaya
Membina Kerukunan Muslimin, Sayyid Murthadha al-Ridlawi

Penerbit : Islamic Center Al-Huda
1. Jurnal Al Huda (1)
2. Jurnal Al Huda (2)
3. Syiah Ditolak, Syiah Dicari, O. Hashem
4. Mutiara Akhlak Nabi, Syaikh Ja’far Hadi

Penerbit : Hudan Press
1. Tafsir Surah Yasin, Husain Mazhahiri
2. Do’a-Do;a Imam Ali Zainal Abidin

Penerbit : Yayasan Safinatun Najah
1. Manakah Jalan Yang Lurus (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
2. Manakah Jalan Yang Lurus (2), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
3. Manakah Jalan Yang Lurus (3), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
4. Manakah Shalat Yang Benar (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan

Penerbit : Amanah Press
Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari

Penerbit : Yayasan Al-Salafiyyah
Khadijah Al-Kubra Dalam Studi Kritis Komparatif, Drs. Ali S. Karaeng Putra

Penerbit : Kelompok Studi Topika
Hud-Hud Rahmaniyyah, Dimitri Mahayana

Penerbit : Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks
1. Jurnal Al Hikmah (1)
2. Jurnal Al Hikmah (2)
3. Jurnal Al Hikmah (3)
4. Jurnal Al Hikmah (4)
5. Jurnal Al Hikmah (5)
6. Jurnal Al Hikmah (6)
7. Jurnal Al Hikmah (7)
8. Jurnal Al Hikmah (8)
9. Jurnal Al Hikmah (9)
10. Jurnal Al Hikmah (10)
11. Jurnal Al Hikmah (11)
12. Jurnal Al Hikmah (12)
13. Jurnal Al Hikmah (13)
14. Jurnal Al Hikmah (14)
15. Jurnal Al Hikmah (15)
16. Jurnal Al Hikmah (16)
17. Jurnal Al Hikmah (17)
18. Shahifah Sajjadiyyah, Jalaluddin Rakhmat (penyunting)
19. Manusia dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
20. Abu Dzar, Ali Syariati
21. Pemimpin Mustadha’afin, Ali Syariati

Penerbit : Serambi
1. Jantung Al-Qur’an, Syeikh Fadlullah Haeri
2. Pelita Al-Qur’an, Syeikh Fadlullah Haeri

Penerbit : Cahaya
Membangun Surga Dalam Rumah Tangga, Huzain Mazhahiri

(Non Mentioned)
1. Sekilas Pandang Tentang Pembantain di Masjid Haram, Non Mentioned
2. Jumat Berdarah Pembantaian Kimia Rakyat Halajba 1988, Non Mentioned
3. Al-Quran dalam Islam, MH Thabathabai
4. Ajaran-Ajaran Asas Islam, Behesti
5. Wacana Spiritual, Tabligh Islam Program
6. Keutamaan Membaca Juz Amma, Taufik Yahya
7. Keutamaan Membaca Surah Yasin, Waqiah, Al Mulk, Taufik Yahya
8. Keutamaan Membaca Surah Al-Isra & Al-Kahfi, Taufik Yahya
9. Bunga Rampai Keimanan, Taufik Yahya
10. Bunga Rampai Kehidupan Sosial, Taufik Yahya
11. Bunga Rampai Pendidikan, Husein Al-Habsyi
12. Hikmah-Hikmah Sholawat ,Taufik Yahya
13. Bunga Rampai Pernikahan, Taufik Yahya
14. Hikmah-Hikmah Puasa, Taufik Yahya
15. Hikmah-Hikmah Kematian, Taufik Yahya
16. Wirid Harian, Non Mentioned
17. Do’a Kumay,l Non Mentioned
18. Do’a Harian, Non Mentioned
19. Do’a Shobah, Non Mentioned
20. Do’a Jausyan Kabir, Non Mentioned
21. Keutamaan Shalat Malam Dan Do’anya, Non Mentioned
22. Do’a Nutbah, Non Mentioned
23. Do’a Abu Hamzah Atsimali, Non Mentioned
24. Do’a Hari Arafah (Imam Husain), Non Mentioned
25. Do’a Hari Arafah (Imam Sajjad), Non Mentioned
26. Do’a Tawassul, Non Mentioned
27. Do’a Untuk Ayah dan Ibu, Non Mentioned
28. Do’a Untuk Anak, Non Mentioned
29. Do’a Khatam Qur’an, Non Mentioned
30. Doa Sebelum dan Sesudah Baca Qur’an, Non Mentioned
31. Amalan Bulan Sya’ban dan Munajat Sya’baniyah, Non Mentioned

Kamis, 16 Juni 2011

FADILAH HARI JUM'AT

FADILAH HARI JUM'AT



Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah y, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

Wahai kaum muslimin ....Allah l telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum'at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:
"Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM'AT

1. Hari Terbaik
Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah y bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab z menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah l menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.
Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.
Ibnu Abbas z berkata : Rasulullah y bersabda:
"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi z berkata : Rasulullah y bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.
Aus bin Aus z berkata: Rasulullah y bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.
Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

FADILAH SURAT YASIN




Fadilah Surat Yasin

Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:

1. Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
2. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
3. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
11. Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
12. Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
13. Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

SEMOGA KITA BISA MENGAMALKANNYA....

Rabu, 15 Juni 2011

A L H A M D U L I L L A H






HARI INI AKU BEBAS............................
SEMANGAT HIDUP KUBUAT SLALU DI DEPAN MATA
ALLAH MAHA MENGETAHUI
SEGALA APA-APA YANG TERBAIK BUAT MAKHLUKNYA
DIA YANG MENGATUR ROTASI KEHIDUPAN

TRIMAKASIH ALLAH


AKU BENAR-BENAR BAHAGIA HARI INI

MEMANG AKU BENAR-BENAR BAHAGIA
TERLEPAS DARI JERATAN NAFSU
YANG SLALU MENGROGOTI HATIKU





TERIMAKASIH ALLAH
ENGKAU TELAH
MENGHILANGKAN KEGUNDAHAN DALAM HATI INI
SELAMA TIGA BULAN KU BERJUANG UNTUK MENGHILANGKAN INI

AKHIRNYA
JAWABAN DARI ALLAH YANG TLAH KUTUNGU-TUNGGU TELAH DATANG

ALHAMDULILLAH
ALHAMDULILLAH
ALHAMDULILLAH



SUKSES SEMOGA

YAA ALLAH KUATKANLAH ISLAM DAN IMANKU
YAA ALLAH RIDHOILAH SEMUA APA YANG ANA KERJAKAN
YAA ALLAH BERILAH AKU PETUNJUKMU
YAA ALLAH SHOLAWAT SALAM SLALU KU CURAHKAN PADA RASULILLAH
SEGALA PUJI HANYA BAGI YAA ALLAH



AKU MEMOHON
AKU BERDO'A
AKU MEMASRAHKAN SEMUA MASALAH INI HANYA KEPADAMU JUA
ENGKAU LEBIH TAHU
APA YANG ADA DALAM LUBUK HATIKU

SEMOGA AKU BISA BERKORBAN UNTUK AGAMAMU
MAKA KUATKANLAH SELURUH IMANKU, ISLAMKU

DI ISLAM INI AKU BERJALAN
DI ISLAM INI AKU BERJUANG
DI ISLAM INI AKU MENCARI RIDLOMU


ISTAJIB DU'AANA YAA ALLAH


KABULKANLAH SEMUA PERMOHONANKU, DAN SEMUA UMAT ISLAM YANG BERJUANG DI JALAN-MU.



Selasa, 14 Juni 2011

Mengungkap Misteri Mustika Koka



Jakarta - Mustika Koka adalah sebuah tasbih yang berasal dari biji tanaman koka yang memang langka. Tanaman koka telah dikenal di Indonesia, tanaman ini perkenalkan oleh pemeritah Hindia Belanda di Jawa pada 1897 sejak awal kolonisasi.



Sejak tahun 1927, Kerajaan Belanda resmi melakukan kampanye anti narkotika, dan menghimbau kepada seluruh negeri beserta koloninya termasuk Pemerintah Hindia Belanda, untuk menghentikan penanaman Koka yang merupakan penghasil kokain dan meninmbulkan penyimpangan negatif.



Namun, tanaman ini tetap masih ada dan biji koka yang keras ini kemudian tak jarang dimanfaatkan untuk keperluan lain.Konon biji tanaman ini memiliki khasiat yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, bahkan biji koka ini juga bisa dijadikan tasbih sebagai penghitung bilangan wirid. Khasiat lain yang tersembunyi dan muncul berikutnya yaitu ketika tasbih yang terbuat dari koka ini direndam kedalam air, maka air tersebut memiliki tuah mengobati sakit panas.





Manfaat mustika koka atau tasbih koka antara lain untuk keselamatan dari santet dan hipnotis dan untuk pengasihan. Tasbih koka atau mustika koka konon banyak diburu oleh kolektor benda Antik dan kolektor benda Magis.




Dari sini, biji koka yang semakin langka dan memang dilarang beredar justru banyak dicari dan diminati. Terlebih ada embel-embel daya magis yang melingkupi kisah yang terus beredar.

Tak hanya dalam sejarah Belanda, dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia pun hingga sekarang, seperti dijelaskan oleh Badan Narkotika Nasional, tanaman Koka merupakan tanaman penghasil kokain yang juga dilarang tumbuh di Indonesia. Kokaina ialah alkaloid tropana atau tanaman tropis yang diperoleh dari daun-daun tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan.

Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”. Ini umumnya digunakan anestetik (pembiusan) lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. (imm/imm)



Manfaat daun koka vs susu


Jika selama ini orang menganggap susu adalah minuman yang paling banyak mengandung kalsium ternyata anggapan tersebut dimentahkan oleh pemerintah Bolivia.

Daun koka ternyata memiliki kandungan nutrisi lebih banyak ketimbang susu. Sebuah pernyataan yang bertentangan dengan kenyataan yang selama ini melarang penggunaan daun koka dalam segala bentuk.

Meskipun daun koka sendiri termasuk dalam kategori narkotika, namun pemerintah Bolivia justru menyarankan penggunaan daun koka ini di sekolah. Hal ini dibenarkan Menteri Luar Negeri Bolivia David Choquehuanca yang menyebutkan lebih baik mulai mengganti produk susu dengan daun koka sebagai bekal anak-anak saat di sekolah.

“Anak-anak kita lebih butuh kalsium dan daun koka mengandung kalsium lebih banyak dari susu, selain itu daun koka juga memiliki kandungan fosfor lebih banyak dari ikan,” ujar Choquehuanca dalam sebuah wawancara.

“Mungkin kita bisa mulai mengganti atau menambah menu daun koka dalam setiap bekal makan siang mereka.”

Pernyataan Choquehuanca ini diperkuat dengan penelitian mendalam tentang daun koka yang dilakukan Departemen Kesehatan Bolivia dan Universitas Harvard.

Sehelai daun koka dengan berat 100 gram mengandung 18,9 miligram (mg) kalori protein, 45,8 mg zat besi, 1.540 mg kalsium. Selain itu, daun koka juga mengandung vitamin A, B1, B2, E, dan C yang kadarnya lebih banyak dari kacang-kacangan.

Daun koka sendiri telah dikenal masyarakat Bolivia sebagai tonik (zat untuk menaikkan ketahanan tubuh) dan sebagai penahan rasa lapar. Selain kaya zat gizi, daun koka juga diproses menjadi kokain dan dijual ke luar negeri, terutama ke pasar Amerika dalam perdagangan ilegal bernilai tinggi.

Namun langkah pengembangan tanaman koka ini terganjal dengan langkah Amerika yang melarang Bolivia dibawah pemerintahan Presiden terpilih Evo Morales, presiden pertama keturunan suku Aymara (suku Indian), untuk melanjutkan industri tanaman koka baik yang ilegal maupun sebagai adat kebiasaan masyarakat Bolivia.

Sementara itu menanggapi proposal yang diajukan Choquehuanca, oposisi pemerintah yang juga pernah menjabat sebagi Menteri Pendidikan Tito Hoz de Vila menolak keras penggunaan daun koka di sekolah karena efek buruk yang ditimbulkannya.

“Anak-anak akan tertidur di kelas dan tak akan bisa fokus pada pelajaran dan tugas sekolah mereka,” tambah de Vila.

sumber : http://www.kapanlagi.com/a/0000002847.html

SEMOGA BERMANFAAT....

Senin, 13 Juni 2011

SAHABATKU LIHATKANLAH AIBMU PADA ORANG LAIN




seorang pria sedang bershabat dengan Ibrahim bin Adham, ktk mau berpisah ia berkata : Jika kamu melihat aib pada diri saya , maka ingatkanlah saya
Ibrahim Menjawab: Saya tidak melihat aib pada diri kamu, karena sy melihat dengan mata cinta. sehingga saya menganggap baik semua yang saya lihat darimu.

pesan disini adalah?

TANYAKANLAH KEPADA ORANG LAIN TENTANG AIBMU.

DENDANG SYAIR:

mata yang senang tidak sanggup melihat

setiap aob orang yang disenanginya

mata yang benci akan tampak

semua kejelekan pada apa yang dilihatnya.

INTROPEKSI DIRI

Jumat, 10 Juni 2011

SAMUDRA ILAHIYAH

SAMUDRA ILAHIYAH







Kubangkitkan ruhmu di alam arwah, maka ruhmu mengembara dialam arwah selama
waktu yang Kuinginkan, lalu Kukumpulkan semua makhluk Ku di hadapan Ku,
Kutanyakan kepada langit, bumi dan gunung gunung, maukah mereka mengemban
kepemimpinan di muka bumi, mereka bungkam, tak satupun makhluk Ku sanggup
mengemban kepemimpinan di bumi Ku, lalu kalian menyanggupi tugas itu, maka
kuangkatlah kalian sebagai khalifah di muka bumi, kubiarkan ruh mu bertebaran dialam
Ku, lalu kupilih kalian satu persatu untuk bertugas, Ku pilih ruh kalian satu sama lain
untuk bergantian memimpin di bumi Ku, yang terdahulu merupakan ayah bagi yang
datang kemudian. Kutebarkan bibit-bibit seluruh manusia di sulbi Adam, tidaklah ada
manusia yang menginjak bumi, terkecuali telah kusiapkan bibit tubuhnya di sulbi adam.
Wahai Hambaku, ketika waktu yang Kukehendaki telah tiba untuk memunculkanmu di
muka bumi, Kutebarkan 1 milyar sel dari sulbi ayahmu ke tubuh ibumu, dan dirimu ada
diantara 1 milyar sel itu, maka tak ada yang berhasil hidup selamat dan mencapai alam
rahim kecuali satu sel saja, itulah dirimu.., maka Kupelihara kejadianmu 40 hari
pertama masih berupa sel, 40 hari kedua engkau berubah menjadi segumpal darah,
lalu dengan kasih sayang Ku yang menyelubungimu 40 hari ketiga engkau berubah
menjadi daging, Lalu dengan Kelembutan Ku 40 hari kemudian Kuciptakan untukmu
mata, telinga, mulut, tangan kaki, kujadikan tulang tulang penguat untukmu, dengan
kadar kekuatan yang kutentukan, lalu kubungkus daging, dan diatasnya sebagai
lapisan terluar adalah kulit yang padanya beribu fungsi, dengan kebutuhan dan
manfaatnya yang telah kutentukan pula, lalu kujadikan darah terus mengalir kesekujur
tubuhmu, jantung yang memompanya, paru-paru yang memompa udara keseluruh
tubuhmu, lambung yang menyaring makanan di tubuhmu, kujadikan pula sepasang
mata agar engkau melihat, telinga agar engkau mendengar, lidah agar engkau berkatakata,
lalu setelah sempurna tubuhmu untuk memangku ruhmu, Kuhembuskan ruhmu
ke tubuhmu, maka ruhmu melayang meninggalkan alam ruh, menuju alam rahim, maka
bergeraklah dan berfungsilah tubuhmu dialam rahim,
Setelah tubuhmu siap untuk menerima kehidupan bumi, maka kutentukan rasa sakit
yang luar biasa pada ibumu, agar menjadi bukti yang mengikatmu untuk selalu patuh
kepadanya kelak, Maka lahirlah engkau ke bumiku, Kutitipkan kasih sayang Ku dan
Pemeliharaanmu kepada ayah dan ibumu untuk mewakili kasih sayangku, yang akan
mengayomimu hingga engkau dapat berdikari, mereka akan membimbingmu mengenal
benda-benda, menuntunmu berjalan, berbicara, dan mengenalkan kepadamu baik dan
buruk, kupenuhi sanubari ibumu dengan kasih sayang, agar ia rela mengorbankan
segalanya demi kelembutannya padamu, lantas kusiapkan pula kelembutan dan kasih
sayang pada sanubari orang-orang lain yang akan mengayomimu kelak, lalu engkau
menjadi manusia dewasa yang bertebaran dibumiku, engkaupun melihat, mendengar,
bernafas, makan dan minum dibumiku, yang tak satupun perbuatan kalian terkecuali
Kusaksikan.., Kulihat.., Kudengar..,
Kuutus pula untukmu semulia-mulia Rasul dari bangsamu, yang sangat berat
memikirkan penderitaan yang menimpamu, selalu berusaha menjagamu dari bencana,
dan sangat berlemah lembut pada hamba-hamba Ku yang mu'min, Ia membawa
semua Rahmat Ku yang sudah kuperbolehkan untuk engkau dapatkan, maka setelah
kutunjukkan kepadamu jalan yang semestinya kau tempuh, maka kulihat apakah yang
kau perbuat, bersyukur atau kufur (kufur dalam bahasa arab adalah berpaling,
sedangkan kafir adalah orang yang berpaling, bisa termasuk orang yang diluar islam,
bisa juga pada keislaman seseorang, lain dengan kafir yang difahami di Indonesia,
yang berarti keluar dari islam),
Setelah segala kemuliaan dan keluhuran kuizinkan untukmu, namun engkaupun
berbuat kehinaan yang tak Ku kehendaki engkau melakukannya dimuka bumi Ku,
setelah engkau tenggelam dalam kehinaan, dan melampaui batas dalam berbuat
kesalahan, sehingga engkau semakin jauh dari Ku, maka engkau kupanggil untuk
kembali kepada Ku, agar engkau jangan berputus asa dari kasih sayang Ku, sangat
mudah bagi Ku mengampuni seluruh dosamu, asalkan kau kembali bersama Ku, Aku
bersamamu ketika engkau mengingat Ku, apabila engkau menyebut nama Ku, maka
Akupun menyebut namammu, apabila engkau mendekat kepada Ku dengan
merangkak, maka Aku akan mendekat kepada dengan lebih cepat.




Sampailah waktu kehidupanmu di bumiku selesai, maka engkau harus meninggalkan
kehidupan bumi, dengan lebih dulu merasakan kepedihan yang jauh lebih besar dari
kepedihan yang dirasakan ibumu saat engkau memasuki bumiku, Maka kau berpindah
dengan Kehendak Ku ke alam Barzakh, Ruhmu tercabut dari tubuhmu, Kau berpisah
dengan semua yang kau lihat, berpisah dengan semua yang kau dengar, berpisah
dengan semua yang kau kenal, berpisah dengan semua hartamu, berpisah dengan
semua saudaramu, berpisah dengan semua orang yang kau cintai, berpisah dengan
semua orang yang mencintaimu, berpisah dengan semua orang yang kau benci,
berpisah dengan semua orang yang membencimu, berpisah dengan segala galanya
selain Ku..
Engkau akan dimandikan oleh saudara saudaramu yang masih kuizinkan hidup,
mereka menanggalkan seluruh pakaianmu, dan menggantikan kain putih dan beberapa
pengikat kafan untuk hartamu yang terakhir, mereka mengantarmu ke dalam lobang
kuburmu, sebuah lobang di perut bumi yang gelap dan lembab itulah rumahmu
selanjutnya sebagai ganti rumahmu yang kini kau masih tinggali, mereka
meletakkanmu sendirian, membuka kain yang menutup wajahmu, lalu memiringkan
tubuhmu agar wajahmu mencium tanah, lalu sedikit demi sedikit kau ditimbun, mereka
menangisimu.., lalu mereka meninggalkanmu sendiri.., tak satupun dari kekasihmu
yang perduli keadaanmu selanjutnya, mereka tak akan mau menemanimu disitu, Saat
itu Engkau kembali pada Ku, Hanya bersama Ku.., Hanya bersama Ku.., Hanya
bersama Ku..,
INNAA LILLAAH WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN (SUNGGUH KAMI ADALAH MILIK
ALLAH, DAN KAMI AKAN KEMBALI KEPADA NYA)

MASYAYIKHKU

ASSALAMU'ALAIKUM


KH. ABDUL HADI KENCONG, PENGASUH PON PES RINGIN AGUNG KELING KEPUNG KEDIRI JAWA TIMUR


KH. AHMADI AS-SYAIROZI PENGASUH PON PES RAUDLATUL ULUM KENCONG KEPUNG KEDIRI JAWA TIMUR


KH. ZAMRODJI PENGASUH PON PES RAUDLATUL ULUM KENCONG KEPUNG KEDIRI JAWA TIMUR


K. SULHAH PENGASUH PON PES RAUDLATUL ULUM KENCONG KEPUNG KEDIRI JAWA TIMUR







SEMOGA AMAL-AMAL BELIAU SLALU DITERIMA DI SISI-NYA