Jumat, 13 Maret 2015

SOP BUDIDAYA KACANG HIJAU/KACANG TANAH/KEDELAI

By Ayah Manjel Dech
  • Benih dan Varietas
  1. Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan.
  2. Varietas terbaru tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Mural dapat dianjurkan untuk ditanam pada daerah yang endemik penyakit tersebut.
  3. Kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 90%.
  • Penyiapan lahan
  1. Pada lahan bekas padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah (Tanpa Olah Tanah = TOT).
  2. Tunggul padi perlu dipotong pendek dan dibersihkan seperlunya atau dipinggirkan.
  3. Apabila tanah becek maka perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3 - 5 m
  4. Pada lahan tegalan atau bekas tanaman palawija lain (jagung) perlu pengolahan tanah:
    • pembajakan sedalam 15 - 20 cm,
    • kemudian dihaluskan dan diratakan.
    • saluran irigasi dibuat dengan jarak 3 - 5 m.
5.   Kocorkan ROMA cukup pekat 1 liter untuk 1 tangki kemudian kocor/semprot ke lahan secara merata biarkan selama 3 hari
6.   Masukan pupuk kandang/kohe (yg bagus kohe ayam BR) untuk 1 Ha idealnya 4 ton untuk lahan yg sebelumnya belum pernah pakai organik, bagi yang sebelumnya dah masuk pupuk organik bisa 2 ton per Ha
7.   Kocorkan TRICHODERMA 1 Liter dan ROTAN 1 liter tambahkan air 200 liter selanjutnya tanah di campur/aduk, biarkan selama 5-7 hari
 Cara tanam
  1. Tanam dengan sistem tugal, dua biji/lubang.
  2. Pada musim hujan, digunakan jarak tanam 40 cm x 15 cm sehingga mencapai populasi 300 - 400 ribu tanaman/ha.
  3. Pada musim kemarau digunakan Jarak tanam 40 cm x 10 cm sehingga populasinya sekitar 400-500 ribu tanaman/ha.
  4. Pada bekas tanaman padi, penanaman kacang hijau tidak boleh lebih dari 5 hari sesudah padi dipanen,
  5. Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur tidak lebih dari 7 hari.
  6. WAJIB DIPERHATIKAN : Bagi lahan yg sbelumnya belum pernah ditanami kacang hijau maka wajib benih kacang direndam dengan PGPR murni selama 2-4 jam dan langsung tanam jika sudah direndam
  • Pemupukan
  1. Untuk lahan yang kurang subur, tanaman dipupuk dengan POC Vegetatif seminggu setelah tanam. Dengan dosis 200 ml untuk 1 tangki
  2. Disusul nanti pada hari ke 25 setelah tanam sama dengan pupuk spt di atas
  3. Pada hari ke 35 masuk POC Generatif dengan dosis 200 ml untuk 1 tangki ( 14 liter)
  4. Pada hari ke 45 masuk POC Generatif dengan dosis 200 ml untuk 1 tangki ( 14 liter)

·         Mulsa jerami
Untuk menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma, dan penguapan air, jerami padi sebanyak 5 ton/ha dapat diberikan sebagai mulsa.
  • Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kali pada saat tanaman berumur 2 dan 4 minggu.
  • Pengairan
  1. Pada daerah panas (suhu udara 30 -31 0C) dan kelembaban udara rendah (54 – 52 %) pertanaman perlu diairi dua kali pada umur 21 hari dan 33 hari.
  2. Pada daerah sedang (suhu udara 24 - 26 0C) dan kelembaban udara sedang hingga tinggi (77 - 82 %) pengairan cukup diberikan satu kali pada umur 21 hari atau 38 hari.
  3. Periode kritis kacang hijau terhadap ketersediaan air adalah pada saat menjelang bertunga (umur 25 hari) dan pengisian polong (45 - 50 hari), sehingga jika kekurangan air pada periode tersebut perlu dilakukan pengairan.
 Pengendalian hama
  1. Hama utama kacang hijau adalah   : lalat kacang Agmmyxa phaseoti, ulat jengkal Piusia chaitites, kepik hijau Nezara virfduta, kepik coklat Riptonus tinearis, penggerek polong Maruca testutalis dan Etietla ztnckenetta, dan Kutu Thrips.
  2. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan ROMA + Bawang putih + Cabe rawit merah + tembakau dengan dosis 150 ml per tangki setiap seminggu sekali mulai hari ke 5 setelah tanam
  • Pengendalian penyakit
  1. Penyakit utama adalah bercak daun fcrcospeiu w-cscenst busuk batang, embun tepung Erysiptiepoiygoni, dan penyakit puru Bsinos giycines.
  2. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan Trichoderma atau Glio dengan dosis 10 ml untuk 1 tangki setip 2 minggu sekali mulai hari ke 10 setelah tanam
Moga manfaat !!
Posting Komentar