Rabu, 01 September 2010

ULUMUL QURAN

TUGAS MAKALAH


Mata Kuliah:
ULUMUL QURAN
Judul:
KEMUKJIZATAN AL-QURAN
DOSEN PEMBIMBING:
Drs. Al-Kusyairi, M.PdI.













Disusun oleh:

1. A. YUNUS
2. SYAFA’AT MUBARI
3. MAMLUATUL MUBAROKAH




MADIN SEMESTER II PAI
PARE - KEDIRI
TAHUN AKADEMIK 2009-2010


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta hidayahnya, akhirnya penyusunan makalah yang berjudul “KEMU’JIZATAN AL-QURAN” tepat pada waktunya.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita, memberi uswah kepada kita tentang tutur kata yang halus, prilaku yang santun, sifat yang mulia, bahkan yang senantiasa yang kita harapkan syafa’atnya di Hari Kiamat nanti.
Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada mata kuliah Ulumul Qur’an dan juga merupakan sarana bantu belajar mahasiswa dalam mata kuliah tersebut. Makalah ini disusun dengan meliputi beberapa bagian yang penting: Pendahuluan, Pembahasan Pembagian Dan Sistem Penilaian I’jaz Al-Quran, terakhir Penutup, dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah “ Ulumul Qur’an” dengan judul “ Kemu’jizatan Al-Quran”. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa material maupun spiritual demi terselesainya penyusunan dan membuatan makalah ini.
Dalam kesempatan ini pula sudah selayaknya penyusun mengucapkan terima ksih yang sebesar – besarnya atas berhasilnya penyusunan makalah ini kepada dosen pembimbing mata kuliah Ulumul Qur’an atas arahan – arahan yang telah diberikan kepada kami.
Meski kami telah mempersiapkan segalanya dengan segenap kemampuan, tentunya banyak kekurangan di sana sini, maka kami mohon koreksi dari teman-teman mahasiswa untuk memperbaiki demi sempurnanya penyusunan makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya umumnya bagi para pembaca.
Akhirnya semoga Allah SWT senantiasa memberi pertolongan, taufiq serta hidayah-Nya kepada kita semua.



Kediri, 15 April 2010


Penyusun










ii
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN...................................................................................................................i
KATA PENGANTAR................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN
A.1. Latar Belakang......................................................................................................1
A.2. Rumusan Masalah.................................................................................................1
A.3. Tujuan dan Manfaat..............................................................................................1
BAB II : PEMBAHASAN
B.1. Pembagian Dan Sistem Penilaian I’jaz Al-Quran ..........................................…..2
B.2. Pembagian I’jaz Al-Quran ...................................................................................2
a. Pengertian I’jaz Al-Quran .........................................................................2
b. Dasar dan Urgensi Pembahasan I’jaz Al-Quran........................................2
c. Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Quran......................................3
d. Mu’jizat Al-Quran Berupa Gaya Bahasa .................................................5
e. Perbedaan Pendapat tentang aspek-aspek Mukjizat Al-Quran ................7
BAB III : PENUTUP
C.1. Kesimpulan .........................................................................................................10
C.2. Saran....................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................11






BAB I
PENDAHULUAN


A.1. LATAR BELAKANG

Walaupun banyak para ulama, mengomentari kemukjizatan al-quran yang tidak habis-habisnya, karena memang Al-Quran itu penuh dengan segudang rahasia yang tersembunyi, kami sebagai mahasiswa STAIH Pare merasa ingin menganalisis walaupun menggunakan kepustakaan demi tercapainya tugas yang di berikan kepada kami, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Mukjizat itu adala suatu kejadian luar biasa yang disertai sikap penentangan yang selamat dari penantangnya, mukjizat tersebut bisa berupa sesuatu yang bisa di jangkau oleh indra dan bisa pula yang bersifat intelektual. Kebanyakan mukjizat Bani Israil bersifat indrawi karena kedunguan dan keminiman pengetahuan mereka. Adapun mukjizat umat islam bersifat intelektual karena kecerdasan, kesempurnaan memahaman mereka dan di karenakan syari’at ini akan tertulis secara abadi sepanjang masa sampai hari kiamat kelak. Oleh karena itu bagi mahasiswa khususnya harus mengetahui kenapa al-quran itu menjadi mukjizat dan apa alsan-alasanya. Karena banyak para pemikir sekuler yang mengobrak-abrik keimanan kita dengan sumber Al-Quran.

A.2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah materi dalam makalah ini diarahkan pada pengertian Pembagian Dan Sistem Penilaian I’jaz Al-Quran, Pembagian I’jaz Al-Quran, Pengertian I’jaz Al-Quran, Dasar dan Urgensi Pembahasan I’jaz Al-Quran, Dasar pembahasan I’jaz Al-Quran Urgensi pembahasan I’jaz Al-Quran, Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Quran, Mu’jizat Al-Quran Berupa Gaya Bahasa, Ketelitian Redaksi, Perbedaan Pendapat tentang aspek-aspek Mukjizat Al-Quran yang mana semua nanti akan di bahas pada bab-bab berikutnya.

A.3. TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan makalah ini untuk memahami pentingnya Kewajiban bagi umat islam karena Al-Quran erat hubungannya dengan kewajiban dalam keimanan Tauhid. Karena dengan mengetahui I’jaz Al-Quran, manusia (khusunya orang islam) mengetahui bahwa kalamullah itu tetap terjaga walaupun ditunkan 15 abad yang lalu. Manfaat bagi kita adalah bahwa yang mengatakan Al-Quran itu makhluk adalah orang-orang yang dungu yang tidak tahu sebenarnya akan keeksisanya Al-Quran, karena Al-Quran diturunkan bagi orang-orang yang mempunyai intelektual yang lebih maju. Yang mana tujuan dan manfaat utama nanti untuk membentuk manusia seutuhnya dengan berlandaskan Al-Quranul Karim.



BAB II
PEMBAHASAN

B.1. Pembagian Dan Sistem Penilaian I’jaz Al-Quran
B.2. Pembagian I’jaz Al-Quran
a. Pengertian I’jaz Al-Quran
Kata i’jaz di ambil dari kata kerja a’jaza-i’jaz yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Ini sejalan dengan firman Allah SWT. Yang berbunyi :
                          • 
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. berkata Qabil: "Aduhai celaka Aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" karena itu jadilah Dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
Pelakunya yang melemahkan dinamai mu’jiz, jika kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, dinamai mukjizat. Tambahan ta’ marbuthoh pada akhir kata itu mengandung makna mubalighoh.
Unsur-unsur mu’jizat sebagaimana dijelaskan Quraish Shihab :
1. Hal atau peristiwa yang luar biasa
2. Terjadi atau di paparkan oleh seseorang yang mengaku nabi
3. Mengandung tantangan terhadap mereka yang meragukan kenabian
4. Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani
b. Dasar dan Urgensi Pembahasan I’jaz Al-Quran
a. Dasar pembahasan I’jaz Al-Quran
Di antara faktor yang mendasari urgensi pembahasan I’jaz Al-Quran adalah kenyataan bahwa persoalan ini merupakan salah satu diantara cabang-cabang pokok pembahasan ulumul Qur’an.
b. Urgensi pembahasan I’jaz Al-Quran
Urgensi pembahasan I’jaz Al-Quran dapat di lihat dari dua tataran
1. Tataran teologis
Mempelajari i’jaz Al-Quran akan semakin menambah keimanan seseorang muslim. Terutama kita isyarat-isyarat ilmiah, yang merupakan salah satu aspek I’jaz Al-Quran , sudah dapat di buktikan.
2. Tataran akademis
Mempelajari I’jaz Al-Quran akan semakin memperkaya khasanah keilmuan keislaman.

B.3. Sistem Penilaian I’jaz Al-Quran
3.1. KONTEK LUGHOT ATAU BAHASA
Di sini penulis menjelaskan sedikit i’jaz Al-Quran dalam segi lughot atau bahasa yang mana keakurantan yang di informasikan Al-Quran tidak bisa di sangkal oleh siapapun baik ilmuan islam sendiri maupun ilmuan barat yang mempunyai sifat Rasionalis. Karena keagungan dan kesempurnaan Al-Quran itu bukan hanya diketahui atau dirasakan oleh mereka yang mempercayai dan mengharapkan petunjuk-petunjuknya, melainkan juga untuk semua orang yang mengenal secara dekat dengan Al-Quran. Dan masih banyak lagi kei’jazan Al-Quran ini walaupun diporak porandakkan para musuh islam tapi hasilnya tetap nol.

1.a. Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Quran
Al-Quran digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Alquran sebagai firman Allah dan risalah serta ajaranya yang di bawa.
Nabi meminta kepada mereka yaitu bangsa arab untuk menandingi Al-Quran dalam tiga tahapan.
1. Mendatangkan semisal Al-Quran. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Isra’ 88.
                   
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
2. Mendatangkan sepuluh surat yang sama, Sebagai mana firman Allah dalam surat Huud 13.
                   
Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".

3. Mendatangkan satu surat saja, Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqoroh 23.
     •               
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
[31] Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.
Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang arab ternyata gagal menandingi Al-Quran. di bawah ini beberapa catatan sejarah yang memperlihatkan kegagalan mereka,
1. Pemimpin Quraisy mengutus abu Al-Walid. Seseorangsastra ulung yang tiada bandingnya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan Al-Quran, ketika Abu Al-Walid menghadapan dengan Rasulullah yang membaca surat fusshilat , ia tercengang akan kehalusan dan keindahan gaya bahasa Al-Quran dan iapun kembali ke kaumnya dengan tangan hampa.
2. Musailamah bin habib al-khazdab mengaku menjadi nabi, mempunyai Al-Quran yang di turunkan malaikat Rahman. Al-Qurannya antara lain sebagai berikut:
وَالطَّاحِنَاتِ طَحْناً. وَالعَاجِناَتِ عَجْنًا. وَالْخَابِزَاتِ خُبْزًا. وَالثَّارِدَاتِ ثَرْدًا. ..........الخ.
Artinya :
`` Demi perempuan penumpuk bahan roti dengan tumbukan yang keras, demi pengadon roti dengan pengadon roti yang lembut, demi tukang roti dengan rotinya, demi tukang bubur dengan buburnya………………………….. .``
وَالشَّاةِ وَاَلْوَانِهاَ. وَعَجَبِهَا السَّوْدَاءِ وَاَلْبَانِهَا. وَالشَّاةِ السَّوْدَاءِ. وَاللَّبَنِ الأَبْيَضِ. إِنَّهُ لَعَجَبٌ مَخْضٌ. وَقَدْ حَرُمَ الْمَذْقُ فَمَا لَكُمْ لاَ تَجْتَمِعُوْنَ.
Artinya:
`` Demi kambing betina dan warna kulitnya, demi warna kulitnya yang hitam dan mengagumkan dan air susunya, demi kambing betina yang hitam warnanya dan susunya berwarna putih, sungguh ia mengagumkan [karena berkulit] bersih. Susunya tidak baik di campur dengan air. Kenapa kalian tidak berkumpul [untuk melihatnya].``
Dan masih banyak lagi penanding-penanding Alquran, yang mana gubahan di atas tidak mempunyai makna sama sekali.
3. Al-Aswad Al-Unsi, juga mengaku menjadi nabi di Yaman. Menduga bahwa wahyu turun kepadanya.
4. Thulaikhah bin Khuailid Al-Asadi, juga mengaku sebagai nabi dan Zdun Annun sebagai malaikatnya, salah satu ayat yang diterimanya adalah:
إِنَّ الله لاَ يَصْنَعُ بِتَعْفِيْرِ وُجُوهِكُمْ. وَقُبْحِ أَدْبَارِكُمْ شَيْأً . فَاذْكُرُوا اللهَ قِيَامًا. فَإِنَّ الرَّغْوةَ فَوْقَ الصَّرِيْحِ.
Artinya:
`` Sesungguhnya Allah tidak pernah menutupi wajah-wajah kalian; tidak pula sedikit pun membuat bagian belakngmu jelek. Ingatlah allah ketika sedang berdiri. Sesungguhnya buih itu berada di atas gumpalan air.``
Maksudnya untuk mengerjakan sholat itu tidak perlu rukuk dan sujud, cukup hanya berdiri sambil mengingat Allah.
5. Abu Al-A’la Al-Mu’arari, Al-Mutanabbi, Dan Ibnu Al-Muqoffa, juga berusaha menandingi Al-Quran. Namun sebelum memulai, mereka merasa malu kemudian memecah pena serta merobek-robek kertasnya. Karena tiba-tiba anak kecil membaca ayat:
                  
`` Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan[720] dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi[721], dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim." (QS.Huud,44)
[720] Yakni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh a.s. dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
[721] Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.
1.b. Bukti Mu’jizat Al-Quran Berupa Gaya Bahasa
Susunan gaya bahasa Al-Quran tidak sama dengan gaya bahasa manusia umumnya, karena Al-Quran bahasanya bukan bentuk syair, ataupun puisi. Quraish Shihab menjelaskan ciri-ciri gaya bahasa Al-Quran di lihat pada tiga poin.
1. susunan kata dan kalimat Al-Quran
Poin ini menyangkut:
a. Nada dan Langgamnya yang unik
Walaupun Al-Quran bahasanya bukan bentuk syair, ataupun puisi, tetapi terasa dan terdengar mempunyai keunikan irama dan ritmenya. Karena hal ini huruf dari kata-kata Al-Quran melahirkan keserasihan bunyi dan dan kumpulan kata-kata itu melahirkan keserasian irama: bacalah contoh surat An-Naziat aayat 1-4.
•   •        
b. Singkat dan Padat
contohnya simaklah surat Al-Baqoroh. 212.
...............        
Ayat ini dapat berarti:
1. Allah memberi rizqi kepada siapa yang di kehendakinya tanpa ada yang berhak mengatakan mengapa.
2. Allah memberi rizqi kepada siapa yang di kehendakinya tanpa memperhitungkan pemberian itu.
3. Allah memberi rizqi kepada seseorang yang tidak dapat menduga kehadiran rizqi tersebut.
4. Allah memberi rizqi kepada seseorang tanpa menghitung terlebih dahulu.
5. Allah memberi rizqi kepada seseorang dalam jumlah yang amat banyak sehingga yang bersangkutan tidak mampu untuk menghitungnya.
c. memuaskan para pemikir dan orang awam
d. memuaskan akal dan jiwa
e. keindahan dan ketepatan maknanya
2. Keseimbangan Redaksi
a. Keseimbangan antara jumlah bilangan dengan antonimnya.
1. Al-Hidayah dan Al-Maut masing-masing sebanyak 145 kali.
2. An-Naf dan Al-Mudharah masing-masing sebanyak 50 kali.
3. Al-Har dan Al-Bard masing-masing sebanyak 4 kali.
4. dan lain-lain
b. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan sinonim atau makna yang di kandungnya.
1. Al-Hars dan Az-Ziraah masing-masing 14 kali.
2. Al-Ushb dan Adh-Dhurur masing-masing 27 kali.
3. Adh-Dhallun dan Al-Mawta masing-masing 17 kali.
4. dan lain-lain.
c. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukkan akibatnya
1. Al-Infaq dan Ar-Ridho masing-masing 73 kali.
2. Al-Bukhl dan Al-Basyarah masing-masing 12 kali.
3. Al-Kafirun dan An-Nar/Al-Ahraq masing-masing 154 kali.
4. dan lain-lain.
d. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
1. Al-Isyraf dan As-Surrah masing-masing 23 kali.
2. Al-Muawizdah dan Al-Lisan masing-masing 25 kali.
3. Al-Asra dan Al-Harb dan Al-Barokat masing-masing 6 kali.
4. As-Salam dan At-Thoyyibah masing-masing 60 kali.
e. Keseimbangan khusus.
1. Kata Yaum dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali Al-Ayyam bentuk jamak berjumlah 30. kata sahr berjumlah 12 kali.
2. Al-Quran menjelaskan langit ada tujuh.
3. Kata-kata yang menunjukkan utusan tuhan baik rasul, nabi atau basyir atau nadzir semua berjumlah 518.
f. Ketelitian Redaksi
Sebagai contoh kata As-Sama’ dan Al-Abshar dalam arti indra manusia ditemukan dalam Al-Quran secara bergantian berjumlah tiga belas kali. Dari jumlah tersebut bahwa kata as-sama’ selalu dalam bentuk mufrad dan selalu mendahului kata al-abshar yang juga selau dalam bentuk jamak. Penggunaan bentuk demikian bukanlah suatu kebetulan. Tapi pasti ada sesuatu dibalik penggandengan bentuk mufrad dan jamak tersebut.

1.c. Bukti Perbedaan Pendapat tentang aspek-aspek Mukjizat Al-Quran
Para ulama’ telah bebeda pendapat ketika menjelaskan aspek-aspek kemu’jizatan Al-Quran. Antara lain;
c.1. Menurut Golongan Sharfah
Abu Ishaq Ibrahim An-Nizam dan pengikutnya kaum syiah berpendapat bahwa, kemukjizatan Al-Quran adalah dengan cara sirfah [pemalingan] yang mana bahwa allah memalingkan orang-orang arab untuk menantang Al-Quran, padahal sebenarnya mereka mampu untuk menghadapinya.
Pendapat ini batil dan di tolak oleh Al-Quran sendiri dalam surat al-isra’ ayat 88.
                   
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".(QS,Ai-Isra’.88 )
c.2. Imam Fahruddin
Kemukjizatan Al Quran terletak pada kefasihan dan keunikan redaksi dan kesempurnaanya dari bentuk cacat.
c.3. Ibnu Athiyyah
Kemukjizatan Al Quran terletak pada runtutan makna-maknanya yang dalam, dan kata-katanya yang fasih.
c.4. Ash-Shobuni
a. Susunannya indah dan berbeda dengan karya-karya yang ada dalam bahasa orang-orang arab
b. Adanya uslub yang berbeda dengan uslub-uslub bahasa arab
c. Sifat keagungannya yang tak mungkin seseorang untuk mendatangkan yang serupa denganya.
c.5. Quraish Shihab
a. Aspek Keindahan Dan Ketelitian Redaksi-Redaksinya
Keseimbangan antara jumlah bilangan dengan antonimnya, sebab akibatnya, dan keseimbangan khusus lainya.
b. Berita Tentang Hal-Hal Yang Ghoib
seperti ceritanya Fir’aun mengejar-ngejar nabi musa. Peperangan romawi dengan persia, dan lain-lain.
c. Isyarat-Isyarat Ilmiah
1. Cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri dan cahaya bulan merupakan pantulan;
                         
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.(QS, Yunus,5)

2. Kurangya oksigen pada ketinggian dapat menyesakkan nafas;
                  •            
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS, Al-An’am125)
3. Perbedaan sidik jari manusia;
      
Bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS, Al-Qiyamah, 75)
4. Aroma manusia berbeda-beda;
             
Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, Sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)". (QS, Yusuf 64)
5. Adanya superego dan bawah sadar manusia;
         
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. 15. meskipun Dia mengemukakan alasan-alasannya (QS. Al-Qiyamah 14-15)
6. Yang merasa nyeri adalah kulit;
•           •          
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. An-Nisa’, 56)
c.6. Sebagian Ulama’ lainnya.
Al-Quran itu mukjizat dengan balghohnya, yang mencapai tingkat tinggi dan tidak ada bandingnya, mengandung bermacam-macam ilmu dan hikmah yang sangat dalam. Antara lain menyinggung masalah ilmu pengetahuan antara lain fisika, kimia, biologi, farmasi, biologi, astronomi, geologi, psikologi, sosiologi, riset, demografi, ekonomi, perdagangan dan lain-lain.
3.2. KONTEK I’JAZ DALAM SEGI KEGAIBAN
Gaib adalah sesuatu yang tidak di ketahui, tidak nyata atau tersembunyi. Jika anda menyimpan sesuatu dalam saku anda, atau mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain, dan sesuatu itu baik dalam saku anda ataupun dalam benak anda, itu adalah ghaib bagi orang lain, tapi tidak bagi anda.

2.a. Informasi Ghaib masa lampau
Al-Quran mengisahkan banyak peristiwa masa lampau. Tapi harus diakui bahwa sebagian dari kisah-kisahnya tidak atau belum dapat dibuktikan kebenarannya hingga kini. Tetapi Al-Quran yang telah terbukti kebenarannya secara teperinci, dapat dijadikan indikator guna mendukung kecendrungan untuk membenarkan kisah-kisah lainnya yang belum terbukti dan yang sebagian lainnya telah terbukti, antara lain melalui penelitian Arkeologi.
Berikut ini contoh dari informasi kisah-kisahnya yang telah terbukti;
1. Kaum ’Ad Dan Tsamud Dan Kehancuran Kota Iram
Al-Quran berbicara tentang kaum Tsamud dan ’Ad kepada mereka di utus nabi Sholeh dan Nabi Hud. Mereka dihancurkan Allah dengan gempa dan angin ribut yang sangat dingin lagi kencang. Hal ini dilukiskan oleh Surat Al-Haqqoh (69):4-7
2. Tenggelam dan Selamatnya Badan Fir’aun
Dalam Al-Quran ditemukan sekitar 30 kali Allah Swt. Mengisahkan Musa dan Fir’aun-, suatu kisah yang tidak dikenal masyarakat ketika itu, kecuali melalui kitab Perjanjian Lama, tetapi satu hal yang menakjubkan adalah bahwa Nabi Muhammad melalui Al-Quran, telah mengungkapkan suatu perincian yang sama sekali tidak diungkap oleh satu kitabpun sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada abad ke 12 SM sekitar 3.200 tahun yang lalu. Hal ini dilukiskan oleh Surat Yunus (10): 90-92

3. Ashhab Al-Kahfi
Keraguan msyarakat Arab Makkah tentang kenabian Muhammad Aaw. Dan Al-Quran terus berlanjut. Mereka mengutus tiga orang untuk menemui tokoh agama Najran guna meminta tanggapan mereka tentang Muhammad. Maka tokoh yahudi mengusulkan agar kaum musyrikin makkah bertanya kepada nabi tentang tiga hal. Jika menjwabnya baik, dia seorang nabi dan jika menduga tahu, dia berbohong. Ketiga hal tersebuta adalah :
1. Kisah kelompok muda yang masuk berlindung dan tertidur sekian lama, berapa jumlah mereka dan siapa atau apa yang bersama mereka?
2. Kisah musa ketika di perintahkan untuk belajar
3. Kisah seorang penjelajah ke timur dan ke barat
4. adapun yang keempat ini jika dia mengetahuinya berarti bohong. Adalah kapan hari kiamat akan terjadi.
Keempat pertanyaan mereka itu terjawab melalui wahyu Al-Quran surat ke 18 (Al-Kahfi)
Informasi yang disampaikan Al-Quran memang sulit di lacak tapi para ilmuan, sejarawan dengan informasi ini yakin apabila para pemuda yang berlindung itu menghindar dari ketetapan penguasa yang dikeluarkan apda 112 M itu, dan mereka tidur selama 300 tahun, ini berarti mereka terbangun dari tidur sekitar tahun 412, yakni pada masa pemerintah Theodusius (408-451) yang membebaskan orang-orang kristen dari penindasan.
2.b. Al-Quran Jiplaan

2.c. Informasi Ghaib masa akan datang

1. Kemenangan Romawi atas Persia setelah kekalahannya

2. Kasus Al-Walid bin Mughirah

3. Kasus Abu Jahal



Demikian Pemaparan makalah Ulumul Quran semoga bisa bermanfaat bagi penyusun umumnya bagi semua mahasiswa.








































BAB III : PENUTUP


C.1. Kesimpulan
Dari penjabaran pembahasan diatas, kami penulis menyimpulkan beberapa poin sebagai berikut:

1. Dengan mempelajari I’jaz Al-Quran akan semakin tahu tentang kemurnian Al-Quran karena dilihat dari berbagai aspek. Baik secara penelitian, akademis, dan Historis.
2. Dengan adanya I’Jaz Al-Quran kita semakin tahu siapa yang benar dan siapa yang dholim
3. Dengan adanya I’Jaz Al-Quran kita mengetahui mana yang dinamakan I’Jaz Al-Quran dan mana yang tidak.
4. Dengan adanya ilmu I’Jaz Al-Quran kita bisa berfikir secara intelektual dan transparan.
5. Dengan adanya I’Jaz Al-Quran, kemukjizatan Al-Quran tetap terjaga dan tidak dikotori oleh orang-orang yang bertanggung jawab.

C.2. Saran
1. Pelajarilah ilmu I’Jaz Al-Quran mulai dari dasar sampai ke jenjang yang lebih tinggi.
2. Dengan adanya I’Jaz Al-Quran akan terbentuklah mahasiswa dan masyarakat yang mempunyai norma dan etika yang timbul dari pribadi masing-masing.
3. Supaya anak-anak kita mempunyai ilmu Al-Quran yang baik maka ajarilah mulai sedini mungkin.
4. Yang terpenting lagi adalah bagaimana kita dan semua masyarakat mempunyai kecintaan terhadap Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dan disampaikan kepada kita.
5. Tanamkanlah selalu Al-Quran ada dalam hati kita.























DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Rosihon DR.M.Ag. Ilmu Tafsir cet. IV CV. Pustaka Setia, Bandung ; 2008
Al-Qattan, Mann’ Khalil diterjemahkan dari bahasa arab oleh Muzdaqir Drs. AS. Studi Ilmu-ilmu Quran PT. Litera AntarNusa, Halim Jaya. Bogor 2009
Imam Jalaluddin As Suyuthi alih bahasa Farikh Marzuqi Ammar,Lc,MA. Imam Fauzi Jaiz, Lc, Samudra Ulumul Quran Jilid IV PT. Bina Ilmu Surabaya ; 2006
Supiana, Drs. M.Ag. Karman. M.Ag. Ulumul Quran, Pustaka Islamika. Bandung; 2002
Posting Komentar