Selasa, 30 Maret 2021

Bibit Tanaman Buah Alpokat atau Apokat Tanpa Biji

Alpukat merupakan salah satu buah yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Umumya, buah alpukat memiliki daging seperti mentega dengan biji yang super besar. Namun, jenis alpukat yang satu ini berbeda dengan alpukat pada umumnya. Alpukat yang satu ini tidak memiliki biji sama sekali.

Silahkan cek harga : di tokopedia

Shopee


Alpukat TB(Tanpa Biji) atau seedless avocado merupakan salah satu jenis alpukat ungul yang terkenal karena buahnya yang tidak memiliki biji sama sekali. Rasa buahnya sedikit manis dengan tekstur yang lembut dan padat.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Tanpa-Biji-Murah-online-di-kota-kabupaten.3

Alpukat TB mempunyai daging buah yang jauh lebih melimpah, yang tentunya mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi penikmat buah alpukat.

Pohon alpukat tanpa biji memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan alpukat lainnya. Seperti batang yang berwarna cokelat, daun lonjong dengan warna hijau di permukaan atasnya dan kuning kecokelatan di permukaan bawahnya.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Tanpa-Biji-Murah-online-di-kota-kabupaten.1

Walaupun memiliki keunggulan yang sangat unik, yaitu tanpa biji, namun hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kuallitas yang terdapat pada buah alpukat tb.

Alpukat TB saat ini telah banyak dibudidayakan dan dikembangkan. Karena selain buahnya yang tidak memiliki biji, budidaya alpukat jenis ini tergolong mudah dan pohonnya memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap segala jenis kondisi cuaca.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Tanpa-Biji-Murah-online-di-kota-kabupaten.4

Pohon alpukat tanpa biji dapat tumbuh subur di dataran tinggi atau tempat beriklim sejuk dengan suhu 20 hingga 25 derajat celcius.

Tanaman alpukat tanpa biji sangat efektif ditanam di tanah yang remah, bersifat lempung berpasir, dan banyak mengandung unsur hara. Selain itu, lahan tanam harus memiliki drainase yang baik supaya tidak terjadi genangan di sekitar tanaman.

https://samudrabibit.com/wp-content/uploads/2018/12/Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Tanpa-Biji-Murah-online-di-kota-kabupaten.5.jpg

Alpukat Tanpa Biji mengandung Vitamin E dan serat yang tinggi sehingga sangat cocok untuk kesehatan pencernaan. Alpukat ini juga baik untuk penderita diabetes karena kadar gulanya cukup rendah.

Terdapat juga kandungan zat anti inflamasi, antioksidan dan zat karotenoid yang berguna sebagai anti peradangan pada persendian. Selain itu, alpukat tanpa biji juga mempunyai berbagai macam manfaat lain yang sangat baik untuk kesehatan, seperti :

  1. Menjaga kesehatan jantung
  2. Menjaga kesehatan mata
  3. Mencegah kanker
  4. Mengontrol berat badan
  5. Mencegah diabetes
  6. Mencerahkan kulit
  7. Mencegah peradangan sendi
  8. Mencegah bau nafas
  9. Mencegah stroke
  10. Membantu penyerapan gizi

Spesifikasi :
Nama : Alpukat Tanpa Biji.
Rekomendasi dataran : Dataran tinggi.
Asal Bibit : Okulasi / Cangkok.
Tinggi Bibit : 30cm – 70cm.
Kondisi tempat tumbuh optimal: Iklim sejuk atau dingin dengan suhu 20-25°C atau lebih sedikit.
Kebutuhan sinar matahari : Sepanjang hari.
Waktu berbuah : Mulai berbuah saat  umur 3-5 tahun.
Media tanam yang digunakan : Tanah yang remah, bersifat lempung berpasir, dan banyak mengandung unsur hara.
Intensitas penyiraman : 2 kali sehari.
Pemupukan : 30 hari sekali, menggunakan pupuk NPK Daun.

Selasa, 16 Februari 2021

Kisah Cinta Nabi Yusuf as dengan Zulaikha Ra

PERJALANAN HATI YUSUF DAN ZULAIKHA

Diterjemahkan dari kitab As Sab'iyyat fii Nadzhooirir Al Bariyyaat

Di kisahkan tatkala Nabi Yusuf ‘Alayhissalam sudah menjadi raja Mesir, sedangkan sang pungguk merindukan bulan.
Zulaikha terputar balik keadaanya menjadi seorang perempuan fakir tua lagi kabur penglihatan. Meskipun begitu kecintaan dan kerinduan di hatinya kepada Yusuf terus bertambah setiap harinya tak tersapu oleh badai pasir dan tak usang di makan waktu.
Manakala Zulaikha sudah merasa habis kesabaran dan semakin berat bebannya memikul hal tsb, padahal ia saat itu masih saja menyembah berhala. Maka ia angkat dan hempaskan tuhan terbuat dari tanah tadi ke lantai sambil berlepas diri di iringi keimanannya kepada Allah SWT.
Kemudian pada malam jum'at ia bermunajat dan berdo'a : "Wahai Tuhanku! Harta dan kecantikanku sekarang tak tersisa, aku pun hanyalah seorang perempuan tua hina yang fakir, engkau telah mengujiku dengan mencintai dan merindukan Yusuf,
keinginanku sekarang yaitu sambunglah tali cintaku ini kepadanya dan jika tidak rasakanlah juga kepda Yusuf mencintaiku sebagaimana yang pernah aku rasakan".
Para malaikat yang mendengar jeritan hati Zulaikha lantas bermunajat : "Wahai Tuhan dan pemilik kami! Sesungguhnya Zulaikha dirinya sudah berserah dan berdo'a kepdamu dengan iman juga keikhlasannya".
Maka Allah SWT menjawab munajat para malaikat : "Wahai para malaikatku! Sebenarnya telah tiba sekarang waktu keselamatan dan keikhlasannya".
Biasanya di hari tertentu Yusuf bersama pasukannya
berkeliling di lorong-lorong jalan guna mengetahui hal
ihwal rakyatnya, kebetulan pada hari itu Zulaikha
melihatnya.
Tatkala Yusuf sudah agak dekat Zulaikha pun berseru dengan suara lantang : "Maha suci Allah
dengan rahmatnya menjadikan beberapa orang raja
berasal dari budak".
Yusuf sontak terhenti mendengar hal itu lalu mendekat dan bertanya : "Kamu siapa..?

Zulaikha menjawab : "Aku
adalah orang yang membeli dirimu (ketika Yusuf masih
menjadi budak) dengan permata, intan, emas, perak,
ambar kasturi dan kapur.
Aku perempuan yanv perutku tak pernah terasa kenyang semenjak merindukanmu dan
tidurku tak pernah nyenyak setelah melihatmu".

 
Yusuf pun berkata : "Semoga Allah meberikan keselamatan
kepadamu, barang kali engkau adalah Zulaikha..?

Zulaikha kembali menjawab : "Benar engkau wahai
Yusuf".
Lagi-lagi Yusuf melemparkan kalimat tanya : "Sekarang
mana kecantikan, harta dan barang-barang simpananmu?

Zulaikha dengan lirih menjawab : "Kerinduanku
padamu telah membuat semuanya berangsur-angsur
sirna".
Tanda tanya masih saja menyelimuti hati Yusuf :
"Sebenarnya bagaimana kerinduan yang sekarang engkau rasakan..?

Zulaikha sebentar tertegun dengan kalimat tanya ini, kemudian ia baru menjawab : "Sama saja seperti dulu, bahkan terus-menerus bertambah seiring waktu dan masa".
Guna menenangkan hati Zulaikha maka Yusuf
menyodorkan lagi pertanyaan : "Sekarang apa yang engkau
inginkan wahai Zulaikha?
sambil berharap Zulaikha
berkata : "Aku menginginkan 3 hal; kecantikan, harta dan
tali kasih terhubung".

 
Yusuf yang merasa tidak mungkin mengabulkan permintaan Zulaikha, apa lagi keinginan yang ketiga ia pun pergi berlalu meninggalkan Zulaikha.
Selepas itu maka Allah SWT mewahyukan melewat malaikat
Jibril 'alaihis salaam kepada Yusuf : "Wahai Yusuf!
Engkau telah bertanya kepada Zulaikha apa gerangan
yang engkau kehendaki?. Padahal kamu sendiri tidak bisa mengabulkan permintaannya.
Maka ketahuilah
sesungguhnya Allah sudah mengawinkanmu dengan
Zulaikha, mempersaksikan para malaikatnya dan bidadari di
sorga menyambut senang hal tsb".
Yusuf agak berat menerima perkawinan itu sambil
berucap : "Wahai Jibril! Bukankah Zulaikha sekarang
sudah tidak muda lagi, hartanya habis dan kecantikannya
pun terkikis".
Mendengar hal itu Jibril berkeinginan menenangkan hati Yusuf dengan berkata : "Allah
berfirman kepadamu <Jika Zulaikha tidak punya harta dan
baik rupa pastilah hanya aku yang mempunyai kekuatan,
keelokan, pemberian dan kehendak>".
Maka Allah memberikan kepada Zulaikha kecantikan
malahan lebih cantik dari sebelumnya dan kembali muda
seolah-olah ia baru berumur 14 tahun. Kemudian Allah
menaruh di hati Yusuf kecintaan, kesenangan dan
kerinduan terhadap Zulaikha.
Sehingga orang yang dulunya
di rindukan (Yusuf) dan yang merindukan (Zulaikha) sekarang
menjadi terbalik yang merindukan ternyata Yusuf dan yang di rindukan adalah Zulaikha.
Setelah keduanya menjadi suami istri yg sah maka Yusuf
hendak memadu kasih dgn Zulaikha, ketika itu sholat sudah di syariatkan, selalu saja Yusuf lama menunggu Zulaikha yg sedang sholat, sdangkan
Zulailkha tak mau meangakhiri sholatnya dgn salam
kecuali kesabaran Yusuf tlah habis
Begitulah yang terjadi selalu malam demi malam berlalu
sampai-sampai Yusuf berseru : "Wahai istriku Zulaikha!
Bukankah dulu engkau yang menarik bajuku hingga robek
ketika aku lari..?

Maka Zulaikha mengucap salam
sebagai pertanda sholat sudah usai
lkemudian Zulaikha menjawab :
"Memang benar dulu akulah yang menarik bajumu hingga
sobek, namun hatiku sekarang tak seperti dulu lagi".
Kemudian Zulaikha ingin bangkit lagi untuk mengerjakan
sholat, tiba-tiba Yusuf yang berada di belakang menarik
bajunya sampai robek, melihat hal tersebut Jibril pun turun dan berkata :
"Wahai Yusuf! Sobekan baju di balas pula sobekan baju. Oleh karena itu sekarang lupakanlah aib yang terjadi antara engkau dan Zulaikha radiyallaahu ‘anhaa"

*cintailah pemiliknya, maka kau akan mendapatkan cintanya

Semoga bermanfaat๐Ÿ™๐Ÿฟ๐ŸŒน
• • •

Jumat, 12 Februari 2021

EMPAT AMALAN ZIKIR MURAH REZEKI

Riwayat ibnu umar RA berkata :

Ini Zikir para malaikat dan tasbih para makhluk” Allah SWT yg mana dengan sholawat dan tasbih itu mereka diberikan rezeki oleh Allah SWT.
1. “Subhanallah wabihamdihi subhanallahil’azim astagfirullah”.
Bacalah sebanyak 100x sebelum sholat subuh selepas sholat sunah subuh, ataupun sesudah sholat sunah subuh yg penting sebelum sholat subuh setiap hari.
2. La ilaha illallah Al Malikul Haqqul Mubin 100X Sehari, Ada sebahagian ulama suka membacanya selepas sholat zuhur.
Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yg membacanya 100x setiap hari La ilaha illallah Al Malikul Haqqul Mubin maka ia aman dari kefakiran dan terbuka baginya pintu kekayaan serta diketukkan baginya pintu surga. Hadist riwayat imam Dailami.
3. Perbanyak membaca “Lahaula Wala Quwata Illa Billah Hil Aliyil ‘Azim.
Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yg lambat rezekinya maka hendaklah ia membacanya “Lahaula Wala Quwata Illa Billah Hil Aliyil ‘Azim”
Dan dalam riwayat yg lain Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yg setiap harinya membaca 100x maka ia tidak di timpa kefakiran selamanya.
Riwayat imam at- tabarani.
4. Bacalah “Lailahailallah”
Hadist riwayat imam tarmizi Rasulullah SAW bersabda : Siapa saja yg membaca Lailahailallah sebanyak 1000x setiap pagi dalam keadaan bersuci yakni (Berwudhu) maka Allah SWT akan memudahkan baginya sebab-sebab rezeki.

Wallahu Alam Bishawab ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
Semoga bermanfaat dan bertambah ilmunya.
Sc : ilmukebaikan

Jumat, 22 Januari 2021

Tentang Organisasi Nahdlatul Ulama

Soal - soal ke NU an .

1. NU :

2. NU singkatan dari apa ......?

Nahdlatul  'Ulama

3. Nahdlah , artinya apa.....? 

Kebangkitan

4. 'Ulama artinya apa ........? 

Orang yang pintar memiliki ilmu Agama dan mampu mengamalkannya.

5. Siapakah yang paling takut kepada Allah dan Pewaris Para Nabi.........? 

' Ulama .

6. Kapan Organisasi NU didirikan ....?

Tgl 31 Januari 1926 / 16 Rajab 1344 H.

7. Di daerah mana NU didirikan ...?

Di Surabaya.

8. Siapa ketua Syuriah PBNU yang pertama ..

KH.M. Hasyim Asy'ari dari Kabupaten Jombang.

9. Siapa ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama ......? 

H. Hasan Gipo dari Surabaya.

10. Apa tujuan didirikannya organisasi NU ......? 

Untuk melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunah waljamaah dengan menganut salah satu dari empat madzhab (. Hanafi , Maliki, Syafi'i , Hambali   ).

11. Sebutkan Struktur Organisasi NU.....?

a. PBNU : pengurus Besar Nahdlatul ulama , untuk tingkat pusat.
b. PWNU : Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama , untuk tingkat Provinsi
c. PCNU : Pengurus cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat kabupaten/kota.
d. PCI NU : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama , untuk Luar Negeri.
e. MWC NU : Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat kecamatan.
F. RANTING NU : Untuk tingkat kelurahan/Desa

12. Sebutkan Struktur Lembaga Kepengurusan NU .........?

a. Musytasyar  ( Penasehat )

b. Syuriyah  ( Pimpinan tertinggi ) terdiri dari :
 - Rais Aam 
- Wakil Rais Aam
 - Beberapa Rais
 - Katib Aam
- Beberapa Wakil Katib 
- A'wan .

c. Tanfidziyah ( Pelaksana ) Terdiri dari :

- Ketua Umum
- Beberapa Ketua
- Sekretaris Jenderal 
- Beberapa Wakil Sekjen
- Bendahara
- Beberapa Wakil Bendahara

13. Dalam menjalankan Program nya , NU mempunyai tiga perangkat organisasi, sebutkan  ......?

1. BADAN OTONOM
2. LAJNAH
3. LEMBAGA 

14. Badan Otonom / Banom NU adalah.......?

Banom adalah Perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dgn kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

15. NU mempunyai 10 Banom , sebutkan....?

a. Jam'iyah Ahli Thariqoh Al-mu'tabaroh An-nahdliyah
b. Jam'iyah Qurro Wal-huffadz ( JQH )
c. Muslimat
d. Fatayat
e. Gerakan pemuda Ansor /GP Ansor
f. IPNU : ikatan Pelajar Nahdlatul ulama
g. IPPNU : Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama
h. ISNU : ikatan sarjana Nahdlatul ulama
i. SARBUMUSI : Sarikat Buruh Muslimin Indonesia
j. Pagar Nusa.

16. LAJNAH adalah............?

Lajnah adalah perangkat organisasi untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus.

17. NU mempunyai dua Lajnah , sebutkan dan terangkan .........?

a. LAJNAH FALAKIYAH : Bertugas mengurus masalah hisab dan rukyah serta pengembangan ilmu Falak

b. LAJNAH TA'LIF WAN NASYR  :
Bertugas mengembangkan penulisan , penerjemahan dan penerbitan kitab/buku ,serta media informasi menurut faham Ahli Sunnah waljamaah.

18. LEMBAGA NU adalah........?
Perangkat departementasi organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan , berkaitan dengan suatu bidang tertentu.

19. NU mempunyai 14 Lembaga sebutkan..........?

a. LDNU : Lembaga Dakwah
b. LPMNU : Lembaga Pendidikan Ma'arif
C. RMI : Robithoh Ma'ahid Al-Islamiyah , melaksanakan di bidang pengembangan pondok pesantren
D. LPNU. : Lembaga Perekonomian Warga NU
e. LP2NU. : Lembaga Pengembangan Pertanian , lingkungan hidup dan kelautan.
F. LKKNU. : Lembaga kemaslahatan keluarga
G. LAKPESDAM  : Lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia 
h. LPBHNU. : Lembaga penyuluhan dan Bantuan hukum
I. LESBUMI. : Lembaga seniman budayawan Muslimin Indonesia
j. LAZISNU. : Lembaga Amil Zakat infaq dan shodaqoh
K. LWPNU. : Lembaga Waqof dan Pertanahan , bangunan
l. LBM : Lembaga Bahsul Masail
M. LTMI  : Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia
n. LPKNU. : Lembaga Pelayanan Kesehatan.

20. Terangkan tentang keanggotaan NU berdasarkan survei LSI pada tahun 2004 ......?
Anggota NU tersebar di :
- 30 Pengurus Wilayah PWNU  , 
-  339 Pengurus Cabang PCNU
- 2.630 MWC
- 37.125 Ranting 
- 12 PCI di Luar Negeri

21. Terangkan tentang Garis-garis besar Pemikiran NU......... ?

1. NU mendasarkan keagamaan nya kepada sumber ajaran Islam yaitu : Al-Qur'an , As-sunah , Al-ijma'  (. Kesepakatan Para sahabat dan Ulama  ), Al-qiyas ( analogi  )
2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan Jalan pendekatan Madzhab yaitu :
a. DALAM BIDANG AQIDAH , NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-maturidi.
b. DALAM BIDANG FIQIH , NU mengikuti Imam Abu Hanifah an-nu'man , Imam Malik bin Anas , Imam Muhammad bin Idris As-syafi'i , Imam Ahmad bin Hambal.
c. DALAM BIDANG TASAWUF  : NU mengikuti Imam Junaedi al-Baghdadi , Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.

22.Terangkan tentang Sikap Kemasyarakatan NU ...............?

Ada tiga Pendekatan kemasyarakatan NU :
1. TAWASSUT dan I'TIDAL : yaitu Sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan Tathoruf ( ekstrim )
2. TASAMMUH : yaitu Sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.
3. TAWAZUN : yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT.

23. Ada yang bilang bahwa NU itu sebagai pelopor kelompok Islam moderat , apa alasannya..........?

- karena Dakwah NU seperti model Wali songo
- karena kehadiran NU bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat
- karena NU sering berperan sebagai perekat bisa bangsa.


#selamat HARLAH NU 95#

Ingin Semua Hajat Hidup Dikabulkan, Inilah Do'a nya

ูุงุฆุฏุฉ : ูˆุฑุฏ ุฃู† ู…ู† ู‚ุฑุฃ ุงู„ูุงุชุญุฉ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ู…ุนูˆุฐุชูŠู† ุณุจุนุงً ุณุจุนุงً ุนู‚ุจ ุณู„ุงู…ู‡ ู…ู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุซู†ูŠ ุฑุฌู„ูŠู‡ ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡ ูˆู…ุง ุชุฃุฎุฑ ، ูˆุฃุนุทูŠ ู…ู† ุงู„ุฃุฌุฑ ุจุนุฏุฏ ู…ู† ุขู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ، ูˆุจูˆุนุฏ ู…ู† ุงู„ุณูˆุก ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ ، ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฒูŠุงุฏุฉ ูˆู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุชูƒู„ู… ุญูุธ ู„ู‡ ุฏูŠู†ู‡ ูˆุฏู†ูŠุงู‡ ูˆุฃู‡ู„ู‡ ูˆูˆู„ุฏู‡ ูˆูŠู‚ูˆู„ ุจุนุฏู‡ุง ุฃุฑุจุน ู…ุฑุงุช : ุงู„ู„ู‡ู… ูŠุง ุบู†ูŠ ูŠุง ุญู…ูŠุฏ ، ูŠุง ู…ุจุฏู‰ุก ูŠุง ู…ุนูŠุฏ ، ูŠุง ุฑุญูŠู… ูŠุง ูˆุฏูˆุฏ ، ุฃุบู†ู†ูŠ ุจุญู„ุงู„ูƒ ุนู† ุญุฑุงู…ูƒ ، ูˆุจุทุงุนุชูƒ ุนู† ู…ุนุตูŠุชูƒ ، ูˆุจูุถู„ูƒ ุนู…ู† ุณูˆุงูƒ ، ุงู‡ู€ ุจุงุนุดู†

Telah terwarid “barangsiapa membaca surat alfatihah, al-ikhlas dan surat al-mu’awwidzatain masing-masing tujuh kali setelah ia salam dari shalat jumat sebelum ia melipat kedua kakinya diampuni dosanya yang telah ia jalani, diberikan pahala sebanyak orang beriman pada Allah dan rasulNya, dan di janjikan, di jauhkan dari kejelekan hingga jumat berikutnya, dalam sebuah riwayat “(bila dibaca) sebelum ia berbicara dijaga baginya agamanya, dunianya, keluarganya dan anknya dan setelahnya ucapkan doa :

ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU’IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, WA BITHOO’ATIKA ‘AN MA’SHIYATIKA, WA BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK

"Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha Pengasih Penyinta!
Ya Allah jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan padaMu dari bermaksiat padaMu, dan karuniaMu dari pihak selain diriMu”
Bughyah al-Mustarsyidiin I/175

ูˆูˆุฑุฏ ุฃูŠุถุง (1) ุนู† ุนุงุฆุดุฉ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง - ู‚ุงู„ุช: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ (ุต): ู…ู† ู‚ุฑุฃ ุจุนุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ * (ู‚ู„ ู‡ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุฃุญุฏ) * ูˆ * (ู‚ู„ ุฃุนูˆุฐ ุจุฑุจ ุงู„ูู„ู‚) * ูˆ * (ู‚ู„ ุฃุนูˆุฐ ุจุฑุจ ุงู„ู†ุงุณ) * ุณุจุน ู…ุฑุงุช ุฃุนุงุฐู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ุง ู…ู† ุงู„ุณูˆุก ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุงู„ุงุฎุฑู‰. ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ -: ู…ู† ู‚ุงู„ ุจุนุฏ ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ุง ุชู‚ุฏู…: ุงู„ู„ู‡ู… ูŠุง ุบู†ูŠ ูŠุง ุญู…ูŠุฏ، ูŠุง ู…ุจุฏุฆ ูŠุง ู…ุนูŠุฏ، ูŠุง ุฑุญูŠู… ูŠุง ูˆุฏูˆุฏ، ุงุบู†ู†ูŠ ุจูุถู„ูƒ ุนู…ู† ุณูˆุงูƒ، ูˆุจุญู„ุงู„ูƒ ุนู† ุญุฑุงู…ูƒ.ุฃุบู†ุงู‡ ุงู„ู„ู‡، ูˆุฑุฒู‚ู‡ ู…ู† ุญูŠุซ ู„ุง ูŠุญุชุณุจ.ูˆู‚ุงู„ ุฃู†ุณ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ -: ู…ู† ู‚ุงู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุณุจุนูŠู† ู…ุฑุฉ: ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบู†ู†ูŠ ุจูุถู„ูƒ ุนู…ู† ุณูˆุงูƒ، ูˆุจุญู„ุงู„ูƒ ุนู† ุญุฑุงู…ูƒ. ู„ู… ูŠู…ุฑ ุนู„ูŠู‡ ุฌู…ุนุชุงู† ุญุชู‰ ูŠุบู†ูŠู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.
(ููˆุงุฆุฏ) ุงู„ุงูˆู„ู‰: ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง - ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ (ุต) ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: ู…ู† ู‚ุงู„ ุจุนุฏู…ุง ุชู‚ุถู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ูˆุจุญู…ุฏู‡. ู…ุงุฆุฉ ู…ุฑุฉ، ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ู…ุงุฆุฉ ุฃู„ู ุฐู†ุจ، ูˆู„ูˆุงู„ุฏูŠู‡ ุฃุฑุจุนุฉ ูˆุนุดุฑูŠู† ุฃู„ู ุฐู†ุจ.

Telah datang dari ‘Aisyah ra ia berkata : Bersabda rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam “Barang siapa membaca setelah shalat jumat :
~ Qul huwa Allaahu ahad
~ Qul A’uudzu bi Robbil Falaq
~ Qul A’uudzu bi Robbin Naas
Masing-masing tujuh kali, Allah menjaganya dari kejelekan hingga jumat berikutnya,
barkata Ibn Mas’ud ra “barangsiapa berdoa setelah membaca surat-surat diatas dengan doa ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU’IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK, WA BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, Allah cukupkan dirinya dan dikarunia rizki dari hal yang tidak terduga”

Berkata Sahabat Anas ra “Barangsiapa berdoa dihari jumat sebanyak tujuh kali

AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK, WA BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK,

Tidak terlewati olehnya dua jumatan hingga ia dicukupi oleh Allah Ta’aala”

(ููˆุงุฆุฏ) ุงู„ุงูˆู„ู‰: ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง - ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ (ุต) ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: ู…ู† ู‚ุงู„ ุจุนุฏู…ุง ุชู‚ุถู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ูˆุจุญู…ุฏู‡. ู…ุงุฆุฉ ู…ุฑุฉ، ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ู…ุงุฆุฉ ุฃู„ู ุฐู†ุจ، ูˆู„ูˆุงู„ุฏูŠู‡ ุฃุฑุจุนุฉ ูˆุนุดุฑูŠู† ุฃู„ู ุฐู†ุจ.

(Faedah-faedah)
1. Dari Ibn Abbas ra dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa membaca setelah usai menjalani shalat jumat SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI WA BIHAMDIHII 100X, Allah ampuni 100.000 dosanya, dosa kedua orang tuanya 24.000
Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin II/106

Kamis, 14 Januari 2021

Ingin Tidak Susah Selamanya

Ingin tidak susah selamanya? Inilah pengalaman Syeikh Ibnu Athaillah as-Sakandary saat pertama bertemu guru Sufinya, Syekh Abul Abbas al-Mursi. Bertahun2 beliau merasa punya penyakit "rasa tidak nyaman" di hati, padahal sudah berdoa, tahajud, dzikir, tidak bisa hilang. Thread

Ibnu Athaillah semua seorang ahli tafsir, mufti mazhab Maliki, Ulama besar yang menentang dunia Sufi. Begitu menghadiri pengajian Syekh Abul Abbas, beliau katakanh, "Duhh ini bukan kata2 manusia lagi, ini benar-benar limpahan Cahaya Ilahi." Sejak saat itu beliau memasuki Tasawuf.

"Saya punya penyakit sudah menahun tidak bisa hilang. Yaitu rasa tidak nyaman di hati ketika mau berbuat apa saja." "Begini, " kata Syekh Abul Abbas, "Hak (kewajiban) hamba terhadap Allah itu hanya ada 4. Tidak lebih: 1. Bila kamu sedang Ta'at, hakmu memandang anugerahNya next.

2. Bila kamu sednag maksiat, hakmu adalah taubat. 3. Bila kamu sedang dapat nikmat, hakmu adalah syukur. 4. Bila kamu sedang dalam cobaan, hakmu adalah sabar. "Seketika penyakitku hilang, dan sampai sekarang (sudah 10 tahun) aku tidak pernah merasa susah gelisah sama sekali."


Sumber : Twitter

Jumat, 08 Januari 2021

Isi Kitab Asrarrissalaat Karya Kyai M. Ihsanoeddin Uang Diterjemahkan oleh S. Hadiwijata, Penerbitan Persatoean Moehammadijah Solo

Saya akan membagikan informasi mengenai isi kitab Asrarrissalaat karya Kyai M. Ihsanoeddin yg diterjemahkan oleh S. Hadiwijata, penerbitan Persatoean Moehammadijah Solo yg dicetak Ab. Siti Sjamsijah tahun 1929. Kitab ini berisi tuntutan shalat dari wudlu hingga salam

Foto dari @Sam_ArdiFoto dari @Sam_Ardi

Sekadar informasi, penerbit Ab. Sitti Sjamsijah juga menerbitkan beberapa buku yang ditulis oleh mubaligh Muhammadiyah, saya tidak punya semua hanya beberapa judul saja. Selain kitab tentang sholat, saya punya tentang tasawuf, judulnya Tasawwoef-Islam

Foto dari @Sam_ArdiFoto dari @Sam_ArdiFoto dari @Sam_Ardi

Kembali ke kitab tentang sholat, di dalam kitab ini dijelaskan ketika hendak wudlu, kita harus melaksanakan syarat wajib/rukun wudlu, yaitu “nawaetoe woedloe-a, liraf’al hadasil asghari, fardlan lillahi ta’ala”, hukumnya sunnah melafalkan niat tersebut sebelum membasuh muka

Setelah wudlu maka sebelum shalat, maka setiap orang wajib menutup aurat dan berpakaian secara sempurna. Setelah berpakaian secara sempurna menutup aurat maka berangkat menuju tempat sembahyang, syarat tempat itu harus suci lahir dan batin, suci dari najis dan sesuai haknya

Foto dari @Sam_Ardi

Setelah sampai di tempat sembahyang, maka posisi badan adalah berdiri dengan baik dan beraturan. Lalu untuk memulai maka perlu berniat, yaitu “oessali fardlas Soebhi, raka’ataeni moestaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala”, untuk waktu lainnya diganti sesuai rakaat

Setelah berniat maka melakukan takbiratul ihram dengan mengucap “Allahu akbar”. Setelah melafalkan maka posisi tangan bersedekap selanjutnya lalu membaca doa iftitah “Allahoe akbar kabiron walhamdoelillahi kasiran wa soebhanallahi boekratan wa asila, inni waddjahtoe...”

Foto dari @Sam_Ardi

...wadjhija lilladzi fatharas samawati wal ardl, hanifam moeslima wama ana minal moesjrikin. Inna salati wanoesoeki wamahjaja wamamati lillahi rabbilalamin”. Setelah membaca doa iftitah dilanjutkan dengan membaca “ta’awoedz” lalu membaca al Fatihah, dari basmallah sampai selesai

Lalu setelah membaca Fatihah, di dalam kitab dilanjutkan dengan gerakan ruku’. Dari kitab, “Dari itoe maka kita didalam roekoe’ itoe, kita harus membiarkan kalimat: Soebhana rabbija’ladlimi wabihamdihi”. Setelah itu i’tidal (berdiri dari ruku’)

Foto dari @Sam_Ardi

Pada saat i’tidal membaca “sami allahoe liman hamidah rabbana lakal hamdoe miloes samawati wamil ur ardli wamil oema sjita min sjaein ba’doe”. Setelah itu takbir dan sujud, bacaan sujud adalah “soebhana robbijal a’la wabihamdi” yang dibaca sebanyak 3x

Foto dari @Sam_Ardi

Setelah sujud maka ada duduk di antara dua sujud. Duduk seperti ini disebut dengan duduk “iftiras”. Ketika duduk iftiras membaca “rabbighfirli warhamni wadjboerni warfa’ni, wahdini, wa’afini, wafoeanni”. Setelah selesai membaca itu maka sujud kembali

Foto dari @Sam_Ardi

Kitab ini menjelaskan masing-masing rakaat pada tiap waktu mulai Subuh hingga isya. Setelah membahas tata cara pada masing-masing waktu, bahasan beralih kepada tahiyyat, salawat, dan salam. Maksudnya adalah bacaan pada duduk tahiyyat. Dijelaskan aspek yuridis dan filosofisnya

Saat tahiyyat membaca “attahijjattul moebarakatoes solawatoeth thojjibatulillah, assalamoe’alaeka ajjoehan nabijjoe warohmatoellohi wabarakatuh, assalamoe a’laena wa ‘apa ibadillahi salihin, asjhadoe alla illa hailallah waasjhadoe anna Moehammadar rasoeloellah”

Foto dari @Sam_Ardi

Pada kata “illalloh” jari telunjuk yang kanan sunnat ditunjukkan dan jari lainnya telunjuk digenggamkan. Makna filosofis menurut kitab ini adalah memberikan isyarat akan kesatuan zatnya Tuhan. Jadi ucapan dan perbuatan dan hati bersama-sama hening mengamalkan kalimat tauhid

Setelah bacaan tahiyyat lalu disambung dengan doa shalawat. Bacaan shalawat terbagi menjadi 2 bagian. Pada bagian pertama bershalawat untuk Kangjeng Nabi Muhammad SAW. Pada bagian kedua bershalawat untuk bagi keluarganya

Bacaan doa salawat tersebut adalah “allahoemma solli ‘ala sajjidina Moehammad, wa ‘alla ali sajjidina Moehammad. Membaca doa tersebut hendaknya dibaca dengan mengheningkan hati, jangan hanya berpolesan saja. Setelah itu membaca salam

Khusus pada i’tidal Subuh dan Witir pada rakaat yang akhir, disunnatkan membaca doa “qoenoet” demikian pula ketika ada cobaan dari Tuhan musim banyak penyakit, mahal rezeki, ada perang dll. Disunnatkan juga pada i’tidal terakhir shalat Lima waktu lainnya

Foto dari @Sam_Ardi

Setelah membaca doa “qoenoet” disunnatkan untuk disambung dengan doa “penolak bahaja”. Lafal doa tersebut sebagaimana tertera dalam kitab ini sebagai berikut:

Foto dari @Sam_Ardi

Adapun cara membaca doa “qoenoet” pada i’tidal adalah badan berdiri tegak, kepala menengadah sementara, kedua tangan diangkut sampai pada arah dada dan tapak tangannya dilentangkang. Jadi ucapan dan doa dan hati pendoa sama-sama satu haluan

Demikian informasi sejarah yang dapat saya bagi tentang salah satu arsip kitab yang ada di rak rumah. Semoga bermanfaat bagi yang gemar membahas sejarah. Jika ada waktu dan masih hidup di tahun 2021 ini saya akan bagi informasi sejarah lain dalam bentuk utas.


Sumber : Twitter

Bolehkah Telanjang Bulat Saat Bersetubuh?

 ุฅุฐุง ุฌุงู…ุน ุฃุญุฏูƒู… ูู„ุง ูŠุชุฌุฑุฏุงู† ุชุฌุฑุฏ ุงู„ุญู…ุงุฑูŠู†

 Ketika salah satu diantara kalian bersetubuh, maka jangan sampai keduanya telanjang bulat sebagaimana telanjang bulatnya dua ekor keledai

Foto dari @sayidmachmoed

Keterangan di dalam kitab Al Madaakhil : Sebaiknya seorang suami tidak menyetubuhi istrinya sedangkan keduanya dalam keadaan telanjang bulat, tanpa penutup (selimut) sama sekali, karena Nabi Muhammad shallallaaahu 'alaihi wa sallam melarang dan mencelanya.

Kasusnya seperti apa yang dilakukan oleh dua ekor keledai (yg sedang kawin dalam keadaan telanjang bulat). Bahkan Abu Bakkar Ash Shiddiiq ketika berhubungan suami istri menutupi kepalanya karena rasa malu kepada Allah.

Saat bersetubuh sunnah keduanya memakai kain penutup, boleh apa saja yang penting jangan kelihatan telanjang, bisa pakai selimut, bila ngga punya selimut ya terpaksa pakai pakaian yang dikenakan, berikut sedikit uraian hadits diatas menurut Syekh Abd Ro'uf alMunaa

(ุฅุฐุง ุฃุชู‰ ุฃุญุฏูƒู… ุฃู‡ู„ู‡) ุฃูŠ ุฃุฑุงุฏ ุฌู…ุงุน ุญู„ูŠู„ุชู‡ (ูู„ูŠุณุชุชุฑ) ุฃูŠ ูู„ูŠุชุบุท ู‡ูˆ ูˆุฅูŠุงู‡ุง ุจุซูˆุจ ูŠุณุชุฑู‡ู…ุง ู†ุฏุจุง ูˆุฎุงุทุจู‡ ุจุงู„ุณุชุฑ ุฏูˆู†ู‡ุง ู„ุฃู†ู‡ ูŠุนู„ูˆู‡ุง ูˆุฅุฐุง ุงุณุชุชุฑ ุงู„ุฃุนู„ู‰ ุงุณุชุชุฑ ุงู„ุฃุณูู„ (ูˆู„ุง ูŠุชุฌุฑุฏุงู†) ุฎุจุฑ ุจู…ุนู†ู‰ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุฃูŠ ูŠู†ุฒุนุงู† ุงู„ุซูŠุงุจ ุนู† ุนูˆุฑุชูŠู‡ู…ุง ููŠุตูŠุฑุงู† ู…ุชุฌุฑุฏูŠู† ุนู…ุง ูŠุณุชุฑู‡ู…ุง (ุชุฌุฑุฏ ุงู„ุนูŠุฑูŠู†) ุชุดุจูŠู‡ ุญุฐูุช

ุฃุฏุงุชู‡ ูˆู‡ูˆ ุจูุชุญ ุงู„ุนูŠู† ุชุซู†ูŠุฉ ุนูŠุฑ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุญู…ุงุฑ ุงู„ุฃู‡ู„ูŠ ูˆุบู„ุจ ุนู„ู‰ ุงู„ูˆุญุดูŠ ูˆุฐู„ูƒ ุญูŠุงุก ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฃุฏุจุง ู…ุน ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ูˆุญุฐุฑุง ู…ู† ุญุถูˆุฑ ุงู„ุดูŠุทุงู† ูุฅู† ูุนู„ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุฐู„ูƒ ูƒุฑู‡ ุชู†ุฒูŠู‡ุง ู„ุง ุชุญุฑูŠู…ุง ุฅู„ุง ุฅู† ูƒุงู† ุซู… ู…ู† ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุดุฆ ู…ู† ุนูˆุฑุชู‡ ููŠุญุฑู… ูˆุฌุฒู… ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ุจุญู„ ู†ุธุฑ ุงู„ุฒูˆุฌ ุฅู„ู‰ ุฌู…ูŠุน ุนูˆุฑุฉ ุฒูˆุฌุชู‡ ุญุชู‰

ุงู„ูุฑุฌ ุจู„ ุญุชู‰ ู…ุง ู„ุง ูŠุญู„ ู„ู‡ ุงู„ุชู…ุชุน ุจู‡ ูƒุญู„ู‚ุฉ ุฏุจุฑู‡ุง

 (Apabila salah seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya) artinya berkeinginan menggauli istri halalnya (maka pakailah penutup) artinya disunahkan baginya dan istrinya memakai kain yang dapat menutupi keduanya,

yang terkena khithab (perintah menutup) dirinya (suami) bukan istri karena biasanya saat menjalani senggama suami diatas, saat yang diatas sudah memakai penutup dengan sendirinya yang dibawah juga tertutup.

(Dan jangan kalian telanjang) artinya keduanya tanpa penutup kain pakaian. Unsur pelarangan ini disebabkan karena malu dengan Allah, beretika dengan malaikat serta mencegah datangnya syaithan pada keduanya,

bila salah seorang dari keduanya melakukan telanjang saat berhubungan hukumnya makruh tanzih kecuali saat disekitar mereka berdua terdapat orang yang dapat melihat aurat keduanya maka hukumnya menjadi haram.

Kalangan syafi’iyyah menilai bolehnya seorang suami melihat aurat istrinya secara keseluruhan hingga alat kelaminnya bahkan hingga hal yang tidak halal baginya untuk mendatanginya seperti lubang anus istrinya. [ Faidh alQadiir I/308 ].


Sumber : Twitter


Jumat, 01 Januari 2021

Rasulullah Menangis Mendengar Cerita Orang Ini


Rasulullah Menangis Mendengar Cerita Orang Ini 

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.  “Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.  Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.” “Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.  “Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”  “Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.  Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”  Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.  Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”  Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras. Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.  Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.   Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”  Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anh datang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”  Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.” Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.” Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi. “Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.” Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.  Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.  Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhรขnahu wa ta’รขla sepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dรขruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dรขrul hashรขd (tempat memanen).  Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thรขlibรฎn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Abu Bakar bin Muhammad Syathรข ad Dimyatรฎy (w. 1302 H). (Ahmad Mundzir) 

Sumber : NU