Panduan praktis budidaya alpukat agar cepat berbunga lebat dan tidak rontok. Temukan racikan pupuk generatif terbaik, teknik stres air yang aman, serta rahasia merawat pentil buah alpukat agar panen melimpah.
Memiliki pohon alpukat yang rimbun namun tidak kunjung berbuah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pehobi tanaman. Agar pohon alpukat Anda segera beralih dari fase pertumbuhan daun ke fase pembungaan, diperlukan penanganan yang tepat dan terukur. Berikut adalah panduan lengkap yang disusun secara berurutan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman.
Fase Satu: Merangsang Munculnya Bunga Alpukat
Langkah awal dimulai dengan menghentikan suplai unsur nitrogen yang biasanya memicu pertumbuhan daun muda. Fokus utama pada fase ini adalah menumpuk nutrisi generatif di dalam batang tanaman.
1. Pemberian Nutrisi Khusus
Berikan kombinasi pupuk kimia yang larut air untuk memicu hormon pembungaan. Anda bisa melarutkan tiga sendok makan Mono Kalium Phosphate (MKP), dua sendok makan KNO3 Putih, dan satu sendok teh Boron ke dalam sepuluh liter air. Siramkan larutan ini ke area perakaran pohon satu minggu sekali secara rutin selama tiga hingga empat minggu.
2. Teknik Stres Air
Untuk mempercepat proses, kombinasikan pemupukan dengan manipulasi pengairan. Hentikan penyiraman selama satu sampai dua minggu hingga daun terlihat agak lemas. Begitu tanaman mendeteksi kondisi kritis ini, segera lakukan penyiraman jenuh bersamaan dengan pemberian pupuk generatif tadi. Perubahan kondisi ini akan memaksa tanaman mengeluarkan tunas bunga secara serempak.
3. Pemangkasan Tunas Air
Potong semua ranting yang tumbuh tegak lurus ke atas karena cabang ini hanya menghabiskan energi untuk daun. Pertahankan cabang yang tumbuh mendatar atau miring karena di situlah tempat potensial munculnya bunga.
4. Hindari Kerat Batang Berlebihan
Teknik mengelupas kulit kayu untuk menahan nutrisi sangat berisiko membuat pohon mati atau terkena jamur. Jika ingin melakukan pembatasan nutrisi secara fisik, cukup lilit cabang menggunakan kawat dengan kencang atau buat satu garis irisan tipis tanpa mengelupas kulitnya.
Fase Dua: Menjaga Bunga Alpukat Agar Tidak Rontok
Setelah bunga mulai bermunculan, tantangan berikutnya adalah memastikan bunga tersebut kuat, tidak mudah gugur, dan berhasil mengalami penyerbukan hingga menjadi pentil buah.
1. Ganti Komposisi Pupuk
Pada fase ini, hentikan pemberian KNO3 Putih. Fokuslah pada penguatan tangkai bunga menggunakan campuran tiga sendok makan MKP dan satu sendok teh unsur Boron mikro yang dilarutkan dalam sepuluh liter air. Aplikasikan seminggu sekali di sekitar perakaran selama masa mekar bunga.
2. Pilihan Merek Boron di Pasaran
Untuk memudahkan pencarian di toko pertanian, Anda bisa mencari boron murni atau kombinasinya dengan kalsium. Beberapa pilihan yang umum di pasaran meliputi Borate empat puluh delapan Cap Mahkota, Borate Cap Tawon, Meroke Karate Plus Boroni, YaraLiva Nitrabor, atau tepung kalsium boron seperti Manohara dan CalBor.
3. Kondisikan Keasaman Tanah
Taburkan satu hingga dua kilogram kapur dolomit di bawah tajuk pohon jika tanah terlalu asam. Kandungan kalsium pada dolomit sangat krusial untuk memperkuat dinding sel bakal buah.
4. Pantangan Utama saat Berbunga
Jangan sekali-kali memberikan pupuk urea, NPK seimbang, atau pupuk kandang yang belum matang saat bunga sedang mekar. Unsur nitrogen berlebih akan membuat bunga rontok karena pohon kembali fokus menumbuhkan daun. Selain itu, jaga stabilitas penyiraman; tanah yang terlalu kering atau terlalu becek menjadi pemicu utama rontoknya bunga alpukat.
Untuk pemesanan bibit tanaman berkualitas silahkan kunjungi toko emperan omah baik di shopee Tokopedia tiktokshop Blibli dan Lazada